LOGINSatu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.
Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.
TUUUUUUT .!
Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.
Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.
Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.
Di belakang barisan tank Magadorr ini ada beberapa Meriam yang di taruh di atas roda. Setiap roda didorong oleh belasan orang yang bertubuh besar pula.
Jake sungguh terkejut. Sewaktu dirinya masih berada di lembah itu ia memberikan konsep dan disain sebuah Meriam. Ia turut membantu mereka membuatnya tetapi belum sempat Ia uji dan masih berupa protoype. Kini mereka telah membuatnya menjadi nyata.
Jake menduga pistol, pistol dan meriam-meriam itu dibawa dari lembah ke sini menyusul setelah Ia dan Kirani datang ke Mogur.
Jake sampai berpikir apakah ia telah memberikan sebuah kotak Pandora kepada Magadorran?
TRETETEEEEEET ..!
Lamunan Jake teralihkan oleh bunyi lengkingan suara terompet-terompet yang ditiup. Suara terompet yang teramat keras suaranya dibunyikan oleh puluhan tentara.
Tidak lama setelah suara-suara terompet berhenti, seorang protokoler maju dari barisan Maharaja yang duduk di kursi singgasana paling tinggi sehingga terlihat dari berbagai arah sekalipun dikelilingi tantara dan para Panglimanya.
Setelah berbasa-basi dan memperkenalkan Maharaja dan keluarga serta para Panglimanya, protokoler sampai pada penyampaian materi acara yang paling pokok.
"Hari ini Kita berkumpul bersama di Balaikota untuk menyelenggarakan puncak acara Puja sebagai ungakapan syukur kepada Atung Maa Awang atas anugerah hidup ini. Jayalah Magadorran yang diberkati para Dewa!" Ujar pemilik suara ini dengan lantang terdengar kemana-mana karena arsitek kerajaan rupanya telah menerapkan sistem pelantang pada eksterior ruang dan gedung-gedungnya.
"Limpahan kehormatan bertubi-tubi kepada Maharaja Buncedeldk Durr, hari ini Dewa-Dewi berkenan turun dari kahayangan untuk memberkati Beliau dan penggenapan Yang Mulia Burila Durr sebagai VADN TORU."
Sampai di sini semua pasang mata terarah kepada Jake dan Kirani.
Lalu Sang Protokoler melanjutkan orasinya, namun ketidak-hadiran Yang Mulia Putra Mahkota Pangeran Burila Durr yang saat ini sedang mengemban tugas sebagai VADN TORU ke negeri lain, tidak mengurangi kemeriahan dan kemegahan puncak festival Puja ini.
Sementara itu penampilan Jake dan Kirani tentu saja berbeda dengan semua orang yang hadir.
Jake dan Kirani tetap dalam pakaian yang dikenakan semenjak semula. Tetapi tanpa pistol yang biasa Jake dan Kirani bawa. Apalagi Jake tanpa cetbang yang biasanya diletakan pada punggungnya.
Pada saat itu berjalan dua buah kereta yang ditarik oleh beberapa ekor kuda datang dihadapan Maharaja.
Sang Maharaja turun dari singgsana lalu berjalan menuju salah satu kereta lalu diikuti oleh seorang Panglima untuk mendampingi Maharaja naik dalam kereta yang sama.
Sedangkan Jake, Budun Daut diajak oleh Soraloga naik kereta yang kedua. Ternyata disamping dua kereta ini, datang pula kereta-kereta yang lain untuk menjemput para pembesar, dan udangan lainnya.
Jake melihat Kirani bersama dengan Putri Malikan naik kereta yang sama. Jake jadi cemburu kepada Malikan yang sekarang lebih sering bersama Kirani.
Namun lamunan Jake tidak sampai berlarut-larut ketika Budun Daut datang dan menyapanya.
"Kita pergi ke Dolipidak," Ujar Budun Daut. "Dolipidak adalah arena berburu harimau yang merupakan acara hiburan untuk seluruh warga negeri."
Ternyata Dolipidak tidak jauh, itu jelas terlihat ketika Jake melihat ke arloji jarak yang ditempuh hanya lima belas menit saja.
Diantara atap-atap rumah, tampak sebuah bangunan besar. Bangunan itu mirip sebuah stadion sepak bola.
Ribuan orang telah menyemut di ambang setiap pintu masuk stadion Dolipidak. Saat itupula Jake mengerti yang disebut berburu, sebenarnya itu adalah arena Gladiator.
Jake sungguh terkejut tidak disangka diajak ke tempat seperti itu yang ternyata menjadi acara favorit masyarakat Magadorran.
Banyak orang yang membawa hewan-hewan berkukit sisik yang eksotik dan belum pernah dijumpai Jake di Bumi. Rata-rata hewan peliharaan itu tampaknya buas dan ada beberapa yang bersayap dan bisa terbang. Tetapi rupanya mereka telah dijinakkan sehingga tidak pernah terbang jauh dari pemiliknya.
Di dalam keramaian semakin meriah memenuhi setiap lantai stadion yang dibuat dari susunan batu-batu besar yang saling mengunci satu sama lain. Sebuah stadion yang megah dan kokoh.
Tetapi Jake mejadi merasa tidak enak hati ketika dibawa turun meniti anak tangga batu oleh Soraloga menuju bangku yang terletak di luar arena dan bukan di tempat duduk penonton.
Gegap gempita sorak penonton menyambut kedatangan Jake bersama Soraloga yang masuk ke dalam arena.
Jake memutar pandangan ke seluruh stadion yang besar dan luas. Di tengah arena kosong dan tidak ada-apa-apa. Arena hanya berupa sebuah lapangan tanah merah yang kering.
Jake melihat pada sebuah podium yang tampak mewah. Di sana Ia melihat Sang Maharaja telah duduk. Tetapi sejauh pandangan Ia sapukan ke setiap penjuru, Jake tidak melihat Kirani. Entah duduk dimana kekasihnya di antara ribuan penonton?
Tetapi urusan Jake harus ditunda ketika suara terompet telah ditiupkan yang menandai acara telah dibuka. Tiupan terompet itu disambut penonton dengan sorak sorai membahana dalam stadion.
Sang Maharaja mengacungkan tongkatnya lalu segera di seberang arena terlihat sebuah pintu besar terbuka. Para petugas pintu tampak menarik rantai yang terpaku pada pintu yang membuka ke arah dua sisi.
Dari balik pintu beberapa orang keluar dan berjalan dengan gagah. Mereka memegang senjata dan tameng.
Senjata mereka ada yang berupa pedang dan adapula yang berupa gada besi berduri. Bahkan ada yang membawa tombak. Rupanya mereka adalah Para Gladiator.
Para gladiator ini tampaknya menikmati suasana. Hal ini membuat Jake penasaran binatang apa yang akan mereka hadapi sehingga tampaknya mereka suka sekali menghadapi acara ini?
Kemunculan para gladiator disambut meriah dan sambutan penuh hormat diberikan penonton kepada mereka.
Tetapi sorak sorai menjadi merendah ketika mulai didengar suara auman yang keras.
Suara itu datang dari balik pintu yang lain. Sebuah auman yang membuat ciut nyali setiap orang yang berhati lemah.
Pintu besi yang tinggi dan lebar di buka. Suara decit besi berkarat membuat suasana semakin tegang.
Tidak butuh waktu lama, sebelum pintu terbuka penuh dari balik pintu keluar seekor binatang buas.
AUUUUMM!
Binatang yang ternyata seekor harimau selalu mengaum keras!
Hampir Jake berdiri dari duduknya melihat monster itu.
Ia sudah banyak melihat keanehan di jagat semesta ini, tetapi baru kali ini melihat seekor Harimau berukuran luar biasa. Harimau ini lebih besar dari pada seekor gajah.
Yang membuat Monster ini lebih hebat adalah sepasang taring besar dan panjang muncul dari rahang atas. Ini adalah monster harimau bergigi pedang. Demikian pula cakar-cakar pada keempat kakinya tampak sangat tajam.
AUUUUMM! []
AUUUUMM!Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.CRAP!Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.AUGRRRR!Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.Sebuah
Satu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.TUUUUUUT .!Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.Di belakang barisan tank Magadorr ini ada be
Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk pada sebuah kursi megah.Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya."Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake
"Luas wilayah Magadorr hanya titik dalam bola ini." Tunjuk Jake. "Bila Anda pergi lurus ke arah matahari terbit atau sebaliknya, maka Anda akan datang dari tempat sebaliknya. Karena sesungguhnya dunia berbentuk bulat seperti batu ini."Penjelasan sederhana seperti ini membuat Budun Daut tercengang. Ia tidak berkata- kata tapi air mukanya tampak jelas sedang berpikir dan mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Jake."Apakah itu berarti matahari di langit pun berjalan seperti itu?" Tanyanya."Bukan begitu." Sela Jake. "Begini." Kata Jake sambil meraih batu di atas meja kemudian meletakan di samping tangan Budun Daut yang memegang batu."Anggap batu di tanganku adalah Matahari yang sebenarnya jauh lebih besar daripada dunia dan anggap ini adalah matahari." Ujar Jake sambil menunjukan batu sebesar bola kaki itu yang Ia pegang."Dunia ini berputar pada porosnya sehingga terjadi siang dan malam." Papar Jake sambil memutar tangan kanan Budun daut dengan tangan k
Selepas senja kala berlalu Jake dan Kirani diundang makan malam oleh Burila Durr.Pada kesempatan itu Burila Durr memperkenalkan adik perempuannya yang bernama Malikan.Putri Malikan seorang wanita yang sangat cantik mempesona. Bentuk tubuhnya bagus seperti Kirani. Bedanya bila Kirani ada tomboynya, tetapi Malikan sangat anggun. Setiap gerak gerik Putri Malikan mencerminkan seorang wanita bangsawan sejati.Budun Daut dan seorang Panglima kerajaan juga turut bersama mereka dalam perjamuan ini. Pangeran Burila Durr memperkenalkan pria itu bernama Soraloga.Panglima Soraloga tidak banyak bicara dan bersahaja, tetapi sorot matanya tajam. Berbanding terbalik dengan Putri Malikan yang ternyata sangat ramah dan menyambut hangat kepada Kirani.Tetapi dalam pandangan Kirani, wajah Putri Malikan menyembunyikan kesedihan. Tetapi tentu saja Kirani tidak berani lancang bertanya.Dalam kesempatan perjamuan ini Burila Durr menyampaikan ajakan kepada J
Iring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ib