Home / Lahat / Sky Seeker / Nubuat Seorang Avatar

Share

Nubuat Seorang Avatar

Author: Handi Yawan
last update Petsa ng paglalathala: 2020-11-06 11:41:46

Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.

Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.

Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk  pada sebuah kursi megah.

Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.

Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.

Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya.

"Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.

Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake mencari tahu apa yang dilakukan oleh tamu Dewa bicara sendiri.

Selanjutnya Kirani memberikan respon. Jake memberikan pertujukan yang bagi magadorran mencengangkan.

Ia mengubah suara ke mode pelantang sehingga suara Kirani bisa di dengar jelas oleh mereka.

"Kenapa tidak kau aktifkan pandangan televisor!"

Suara Kirani dikenali oleh mereka sehingga membuat semakin terkejut. Magadorran melihat Jake jauh di sisi lain panggung yang besar, tetapi Kirani yang berada di sisi lain terdengar jelas. Setiap orang membolak balikan pandangan ke jake lalu Kirani yang seolah-olah bicara satu sama lain bukan pada jarak yang jauh.

"Apakah itu ilmu memindah suara?" Tanya Panglima Soraloga yang tidak tahan untuk bertanya kepada Kirani.

Kirani sendiri tidak tahu apa persisnya yang dimaksud oleh Panglima itu, tetapi ia menganggukkan kepala saja.

Lalu Panglima Soraloga menyampaikan kepada yang lain. Segera hal ini cepat tersebar di kalangan Magadorran yang semakin dibuat takjub oleh para Dewa- Dewi yang mempertontonkan kesaktian ilmu memindahkan suara jarak jauh.

"Ran, Aku tidak bisa menggunakan visor untuk membuktikan dugaanku!" Ujar Jake. "Aku harus terbang lebih tinggi, tapi tentu saja bakal jadi heboh."

"Oh begitu. Ya udah gak usah!" Saran Kirani.

"Tapi Kamu bisa akses bank data di memori internalmu, kan?"

"Ok, mudah-mudahan kutemukan."

Pada saat itupun perhatian semua orang tertuju pada protokoler yang mengarahkan acara.

Terlihat oleh semua, orang itu membentangkan kedua tangannya dan mengucapkan kalimat pembuka festival puja sambil menghadap wajah ke aurora di atas. Sementara di depan protokoler telah dibakar berbagai dupa sehingga tercium wewangian sehingga menjadi semakin diliputi suasana mistis.

Pada saat itu Jake mengaktifkan sebuah tombol lain di helm. Lalu segera depannya terbentang monitor virtual yang segera diakses oleh Jake.

Pada cahaya virtual memori ada tergambar beberapa bulatan yang menunjukkan bahwa itu menggambarkan konstelasi planet-planet dan matahari di tatasurya ini.

"Aku share ya dan coba kau lihat yang ku-zoom ini ternyata sebuah planet ke 3 di atas orbit planet Sarurnus." Ujar Kirani.

Lalu Jake ikut menganalisa gambar yang dibagikan oleh Kirani.

Sejenak kemudian Jake memperhatikan hasilnya, lalu Ia mengangguk-angguk.

"Jake, benar dugaanmu." Sahut Kirani. "Peningkatan aktivitas aurora diakibatkan radiasi magnetism planet yang mengorbit di atas Saturnus membombardir radiasinya ke planet ini sehingga intensitas auroranya meningkat tajam!"

Selama Kirani berkomunikasi dengan Jake membahas tayangan pada virtual memori, orang-orang Magadorr yang telah duduk bersimpuh pecah perhatiannya.

VADN TORU ....

VADN TORU ....

DELADH TADANGSADA VADN TORU!

Protokoler menyerukan kalimat ini dengan lantang dan khidmat lalu diikuti oleh semua orang dengan tidak kurang khidmat pula.

Di satu sisi mereka ikuti prosesi yang dipandu oleh protokoler tapi di sisi yang sama mereka teralihkan perhatiannya kepada pameran teknologi yang dipertunjukkan oleh Jake dan Kirani.

Suara yang diperdengarkan oleh sang Pemandu, disambut oleh suara gemuruh membahana diseluruh penjuru. Orang-orang Magadorr menyerukan satu kata yang sama serempak dengan khidmat.

Kirani dan Jake telah mengerti mereka sedang menyerukan penyambutan kedatangan seorang Avatar.

Hm, Sekalipun Pangeran Burila Durr adalah Sang Avatar itu, tapi Aku tidak percaya? Pikir Kirani. Bahkan Aku tidak percaya adanya Avatar!

Meskipun demikian, Jake dan Kirani sekarang mengerti kenapa Magadorran kini menganggap Putra Mahkota itu sebagai Avatar?

Sementara itu rupanya peningkatan aktivitas aurora telah mereka klaim penggenapan Burila Durr sebagai seorang avatar bagi mereka! Ujar Jake.

"Ah, ngibul!" Cemooh Jake.

"Jaga bicaramu!; Kirani mengingatkan sambil memelototi Jake. "Kalo mereka mengerti, bisa gawat!"

Akhirnya Jake mematikan mode virtual memori lalu mengalihkan perhatian kepada acara. Demikian pula Kirani.

Malam semakin larut, seruan khidmat semakin keras dan ritus.

VADN TORU...

VADN TORU ...

DELADH TADANGSADA VADN TORU!

Masyarakat Magadorran semakin khidmat kepada Burila Durr.

"Atung Maa Awang, telah berbicara kepada Yang Mulia Pangeran Burila Durr dan disaksikan oleh Padanduk Jako dan Dewi Kranis." Teriak Protokoler. "Ini bukti Atung Maa Aawang telah menetapkan Pangeran Burila Durr adalah Avatar yang akan memimpin Kita mencapai tujuan menjadi Penguasa dunia!"

Rupanya kehadiran Jake dan Kirani mereka butuhkan dalam acara ini. Tentu saja Jake dan Kirani merasa dimanfaatkan. Tapi apa mau dikata!

Namun demikian pertunjukkan semua ini bagi sepasang kekasih yang saling mencintai hanyalah lelucon belaka.

Mereka tahu itu adalah kebohongan. Tetapi ini di negeri mereka sendiri jadi suka-suka saja apa mau mereka.

Lagipula Jake sudah ngantuk dan ingat besok Ia diajak pergi berburu bersama Soraloga. Lalu Ia pamit kepada Budun Daut tidak turut dalam acara itu sampai selesai.

Ternyata Kirani dan Putri Malikan pun  sudah tidak terlihat, lalu Jake turun sendiri dari panggung.

Segera Ia diantar oleh beberapa orang penjaga kembali ke Istana. Tetapi para penjaga hanya mengantar sampai pintu gerbang saja dan membiarkan Jake sendiri pergi kamarnya.

Di koridor menuju kamarnya, Jake melihat pintu kamar Kirani menutup rapat. Mungkin Kirani tadi sudah tidak terlihat karena pulang duluan pikir Jake. Ya, hari yang sangat melelahkan, Iapun harus bergegas tidur beristirahat untuk menjelang besok.

Keesokan harinya, puncak Festival Puja yang digelar merupakan acara hiburan dan peragaan angkatan perang kerajaan.

Tetapi sejak bangun, Jake dan Kirani telah diwanti-wanti oleh utusan hulubalang tidak boleh membawa senjata.

Para hulubalang memberitahukan keduanya hanya tantara dan para hulubalang Raja saja yang diperbolehkan membawa senjata.

Oleh sebab itu Jake dan Kirani manaruh pistol di kamar masing-masing. Demikian pula cetbang ditinggalkan Jake.

Sebentar kemudian Jake dan Kirani berdiri dengan para pembesar Magadorr, undangan dan tamu- tamu kehormatan lain di halaman istana. Mereka menyaksikan defile kekuatan angkatan perang Kerajaan.

Tetapi tidak tampak Pangeran Burila Durr dan Jake sudah tahu hal itu.

Malah Jake tidak punya kesempatan mendekati Kirani yang selalu bersama Putri Malikan.

Jake sempat menengok ke atas, pagi ini aurora di belakang istana bercahaya tetapi pucat.

Lalu perhatian Jake kembali pada gelaran kehebatan artileri Kerajaan Magadorr yang dipertontonkan kepada masyarakat yang datang dari berbagai penjuru negeri.

Berbagai tetabuhan diperdengarkan oleh peserta pawai sehingga membuat acara semakin semarak.

Rakyat diperkenankan turut menonton bersama memeriahkan festival.

Yang paling menarik perhatian adalah puluhan kereta-kereta perang yang besar terbuat dari kayu berpaku dan diperkuatkan dengan besi.

Kereta-kereta perang ini bukan dihela oleh kuda tetapi telah menggunakan tenaga mesin uap!

Beberapa peleton tantara kerajaan berpawai bersama mengiringi kereta-kereta perang ini. Ada peleton kaveleri maupun infantri. []

  

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Sky Seeker   Jake Menjadi Gladiator

    AUUUUMM!Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.CRAP!Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.AUGRRRR!Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.Sebuah

  • Sky Seeker   Pameran Kekuatan Kerajaan

    Satu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.TUUUUUUT .!Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.Di belakang barisan tank Magadorr ini ada be

  • Sky Seeker   Nubuat Seorang Avatar

    Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk pada sebuah kursi megah.Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya."Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake

  • Sky Seeker   Mantra Para Dewa

    "Luas wilayah Magadorr hanya titik dalam bola ini." Tunjuk Jake. "Bila Anda pergi lurus ke arah matahari terbit atau sebaliknya, maka Anda akan datang dari tempat sebaliknya. Karena sesungguhnya dunia berbentuk bulat seperti batu ini."Penjelasan sederhana seperti ini membuat Budun Daut tercengang. Ia tidak berkata- kata tapi air mukanya tampak jelas sedang berpikir dan mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Jake."Apakah itu berarti matahari di langit pun berjalan seperti itu?" Tanyanya."Bukan begitu." Sela Jake. "Begini." Kata Jake sambil meraih batu di atas meja kemudian meletakan di samping tangan Budun Daut yang memegang batu."Anggap batu di tanganku adalah Matahari yang sebenarnya jauh lebih besar daripada dunia dan anggap ini adalah matahari." Ujar Jake sambil menunjukan batu sebesar bola kaki itu yang Ia pegang."Dunia ini berputar pada porosnya sehingga terjadi siang dan malam." Papar Jake sambil memutar tangan kanan Budun daut dengan tangan k

  • Sky Seeker   Di Perpustakaan Kerajaan

    Selepas senja kala berlalu Jake dan Kirani diundang makan malam oleh Burila Durr.Pada kesempatan itu Burila Durr memperkenalkan adik perempuannya yang bernama Malikan.Putri Malikan seorang wanita yang sangat cantik mempesona. Bentuk tubuhnya bagus seperti Kirani. Bedanya bila Kirani ada tomboynya, tetapi Malikan sangat anggun. Setiap gerak gerik Putri Malikan mencerminkan seorang wanita bangsawan sejati.Budun Daut dan seorang Panglima kerajaan juga turut bersama mereka dalam perjamuan ini. Pangeran Burila Durr memperkenalkan pria itu bernama Soraloga.Panglima Soraloga tidak banyak bicara dan bersahaja, tetapi sorot matanya tajam. Berbanding terbalik dengan Putri Malikan yang ternyata sangat ramah dan menyambut hangat kepada Kirani.Tetapi dalam pandangan Kirani, wajah Putri Malikan menyembunyikan kesedihan. Tetapi tentu saja Kirani tidak berani lancang bertanya.Dalam kesempatan perjamuan ini Burila Durr menyampaikan ajakan kepada J

  • Sky Seeker   Tawanan Istimewa

    Iring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ib

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status