Share

2. Pernikahan Palsu

Author: Dacytta Peach
last update publish date: 2020-11-13 19:28:01

*****

Kakiku bergemeletuk sesaat setelah sampai di gedung resepsi. Aku menatap wajah orang-orang yang menatapku, mereka semua tampak asing di mataku.

Aku mencengkeram lengan Papa, mulai gelisah, tapi Papa menepuk tanganku dengan lembut menandakan agar aku jangan gelisah atau pun panik.

Aku melangkahkan kakiku menuju altar gereja, pandanganku hanya tertuju pada satu pria yang berjas putih dan tersenyum manis menyambutku.

Itukah yang namanya Kevin?

Yang membuat Irene tergila-gila sampai sampai tidak mau melepaskannya.

Di mataku Kevin hanyalah sosok pria berperawakan tinggi tegap, berkulit putih dan memiliki senyum menawan. Hidung yang mancung, wajah ganteng serta mata yang tampak bersinar. Dia juga memiliki bola mata biru yang menurutku-, eksotis!

Aku melangkahkan kakiku perlahan menghampiri pria itu dengan gugup.

Bibirku bergetar, semoga pria bernama Kevin itu tak curiga padaku.

"Kau sangat cantik, Irene," pujinya padaku.

Bukan padaku tapi pada Irene, itu sebenarnya sangat menyakitkan.

Aku menarik ujung bibirku yang kaku untuk tersenyum semanis mungkin.

"Baiklah karena mempelai sudah berada di sini kita mulai saja." Pendeta itu membuka suara di tengah-tengah suara riuh para undangan.

Secara ajaib, para undangan langsung khidmat dan tak ada yang bersuara lagi.

"Apakah kau Kevin Benedick Thompson bersedia menikah dengan Irene Amber Kennedy dalam suka maupun duka?" tanya Pendeta pada Kevin yang menatapku sedari tadi.

"Aku bersedia," jawabnya tanpa ragu.

Pendeta itu beralih menatapku yang tampak gugup tak karuan.

"Apakah kau Irene Amber Kennedy bersedia menikah dengan Kevin Benedick Thompson dalam keadaan suka maupun duka?" tanya pendeta itu dengan serius.

"Aku ... "

Aku melayangkan pandanganku pada Papa yang berdiri terpekur di belakang kerumunan orang-orang. Papa tersenyum lalu menganggukkan kepalanya padaku.

Aku kembali menatap makhluk asing di depanku, mencoba ikhlas, dan menguatkan hati.

"Aku bersedia."

Suara tepuk tangan memenuhi telingaku. Aku melihat wajah-wajah gembira di sana kecuali wajah Papa dan Mama yang dipaksakan untuk gembira seperti orang-orang.

"Tuan Kevin Anda bisa mencium istri Anda sekarang," kata pendeta sambil tersenyum lalu turun dari altar.

"Oh, tidak!" jeritku dalam hati.

Suara riuh tamu undangan meminta kami saling berciuman,wajahku memerah seperti tomat seketika.

Kevin menarik lenganku untuk mendekat padanya. Dia merengkuh pinggangku dengan satu tangannya seraya tersenyum.

"Dadamu sangat menggemaskan," bisiknya di telingaku dengan nada menggoda.

Emosiku naik sesaat setelah mendengarnya berbicara seperti itu. Aku sangat malu, aku seperti ditelanjangi di depan umum.

Tanganku ini rasanya ingin memukulnya sekuat tenaga tapi hanya membeku ketika ingat posisiku ada dimana dan jadi siapa.

Aku hanya pasrah saat pria kurang ajar itu meraih wajahku dan meraup bibir bawahku. Aku meremas gaunku kuat-kuat, menahan emosiku yang meletup-letup.

"Gila! Akan kuhajar kau Irene jika kau sudah sembuh nanti," sumpahku dalam hati penuh emosi.

Inikah pria bernama Kevin Benedick Thompson yang begitu dikagumi Irene?

Dia bagiku hanyalah pria kurang ajar yang berwajah mesum. 

****

******

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • 20 Days, Married With Captain (Indonesia)   7. Keputusan Terakhir

    ***Di dalam mobil milik Kevin, suasana begitu sepi. Aku dan Kevin sama-sama saling diam, kebekuan ini mungkin akan lama mencairnya.Aku tahu aku telah salah memilih jalan tapi aku harap Kevin tak melampiaskan kemarahannya kepada siapapun.Suara decit mobil menghentikan lamunan panjangku. Rupanya mobil itu sudah sampai di depan rumahku.Kulirik Kevin melepas sabuk pengaman nya guna turun dari mobil."Ehm, Kevin ..." ucapku lirih.Sosok di sampingku itu berhenti sejenak walau tak menatapku."Aku harap kau bisa menjaga rahasia ini walau sebenarnya kau sudah tahu semuanya. Aku mohon berpura-puralah seolah ini tak terjadi.""Sudah berapa kali kau mengulangnya?Aku tidak tuli," jawabnya ketus.Kevin mendorong pintu mobilnya dan melangkah keluar. Aku hanya mengikutinya tanpa banyak bicara.Dari dalam rumah Papa dan Mama menghambur ke

  • 20 Days, Married With Captain (Indonesia)   6. Hal Terbesar

    ***Sedikit kaget ketika Kevin memelukku dari belakang. Tangannya mendekap perutku, wajahnya menempel di pundakku."Sebentar lagi kita akan sampai di Hawai. Ini adalah puncak bulan madu kita. Aku harap kita tak menyia-nyiakan kesempatan ini," bisik Kevin di telingaku.Aku yang berdiri di depan jendela kamar segera membalikkan badan guna menatapnya."Maksudnya?""Kau tahu 'kan aku seorang Kapten, jika aku mulai bertugas maka aku akan jarang pulang. Jadi aku ingin bilang padamu ..."Kevin sedikit kesulitan untuk mengatakannya, hatinya sedikit tahu apa jawaban yang akan dia dapat."Aku ingin memenuhi tugasku sebagai seorang suami kepadamu. Kita sudah seminggu lebih berbulan madu tapi kita tak pernah kontak fisik secara intim. Apakah ini terlalu memalukan untukmu sehingga kau selalu menolakku," kata Kevin menunduk.Tangannya meraih tanganku, berusaha kompromi deng

  • 20 Days, Married With Captain (Indonesia)   5. Kehilangan Jiwa (2)

    Kunikmati sarapanku tanpa banyak bicara, Kevin juga begitu. Dia memilih diam dan sibuk dengan sarapannya.Udara semilir menyelingi suasana pagi yang cerah ini."Tumben kau manis sekali hari ini, biasanya kalau makan kau suka manja denganku," singgung Kevin setelah usai makan.Dasar! Dia mengataiku lagi, padahal aku selama ini tak begitu pada Ian apalagi pada dirinya."Benarkah? Aku ingin mengubah kebiasaan burukku," jawabku dengan wajah malu."Padahal aku suka banget sama Irene yang manja sama aku. Yang suka minta dicium atau menciumku terlebih dahulu. Jika kau tak menggodaku rasanya ada yang kurang," kata Kevin sembari menatapku.Aku terperangah kaget, benarkah dibalik kelembutan Irene dia bisa melakukan itu semua?"Kau ingat kan waktu pertama kali bertemu denganku? Kau mnggodaku habis-habisan. Dan aku bisa melihat betapa seksinya dirimu di mataku," kata Kevin.

  • 20 Days, Married With Captain (Indonesia)   4. Kehilangan Jiwa (1)

    ***______****Geladak kapal yang mewah, kolam renang yang luas serta kamar-kamar yang megah kini ada di depan mataku. Aku tak mengira bahwa garis hidup mengantarku ke sini. Ke sebuah kapal pesiar ternama dan terhebat di dunia.Kulangkahkan kaki mengikuti langkah Kevin menuju kamar no.1. Kata Kevin kamar itu memang kamar spesial untuk para milyader yang menyewa kamar itu dengan tarif sangat tinggi.Tangan Kevin masih bertaut denganku, dia tak melepas tanganku sedari tadi. Dan aku tak keberatan dengan gandengan tangan Kevin.Pria tampan berambut pirang itu sesekali menyapa kawan seperjuangannya di kapal dengan hangat. Dia terlihat sangat sopan dan berwibawa. Tak terlihat sifat mesumnya sama sekali."Hai Kapten ganteng, inikah istrimu?" tanya seseorang yang berseragam rapi.Kevin berhenti melangkah, dia menjabat tangan pria itu sambil menebar senyum termanisnya."Ya, menurutmu bagaimana? Cantik bukan?" kata Kevin bercanda.

  • 20 Days, Married With Captain (Indonesia)   3. Permulaan Yang Gila

    ***Baru saja menikah langsung pergi bulan madu ke apartement mewah milik keluarga Thompson. Itu sangat melelahkan! Baru setengah hari menjalaninya, aku sudah merasa seperti hidup di neraka setengah abad lamanya.Aku membuang pandangan keluar jendela mobil Kevin. Tak kuhiraukan, entah Kevin bicara apa.Setelah pernikahan itu Kevin langsung memboyongku ke apartement keluarganya. Sungguh tak berperasaan, apa dia tak tahu aku capek sekali!Capek hati dan pikiran maksudnya!"Irene, kau dengar tidak?!" Suara Kevin memecah lamunanku di malam yang dingin ini."Ah, iya?""Sudah kutebak kau pasti tak mendengarkanku bicara," gerutunya tanpa menatapku.Dia menatap jalan lurus di depannya."Maaf aku tak fokus padamu. Bisa kau ulang?" kataku pura-pura menyesal.Huh, berpura-pura itu pekerjaan yang sangat melelahkan dan butuh energi ekstra."Kau tahu apa hadiah yang diberikan Tuan Albert untuk pernikahan kita?"Aku benc

  • 20 Days, Married With Captain (Indonesia)   2. Pernikahan Palsu

    *****Kakiku bergemeletuk sesaat setelah sampai di gedung resepsi. Aku menatap wajah orang-orang yang menatapku, mereka semua tampak asing di mataku.Aku mencengkeram lengan Papa, mulai gelisah, tapi Papa menepuk tanganku dengan lembut menandakan agar aku jangan gelisah atau pun panik.Aku melangkahkan kakiku menuju altar gereja, pandanganku hanya tertuju pada satu pria yang berjas putih dan tersenyum manis menyambutku.Itukah yang namanya Kevin?Yang membuat Irene tergila-gila sampai sampai tidak mau melepaskannya.Di mataku Kevin hanyalah sosok pria berperawakan tinggi tegap, berkulit putih dan memiliki senyum menawan. Hidung yang mancung, wajah ganteng serta mata yang tampak bersinar. Dia juga memiliki bola mata biru yang menurutku-, eksotis!Aku melangkahkan kakiku perlahan menghampiri pria itu dengan gugup.Bibirku bergetar, semoga pria bernama Kevin itu tak curiga padaku."Kau sangat cantik, Irene," pujinya padaku.Bu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status