Home / All / Be A Parent / 19. A information

Share

19. A information

Author: ricasari575
last update publish date: 2020-09-30 22:43:24

Suara hairdryer memecah suasana kamar utama. Tampak Lisa tengah mengeringkan rambut Sehun. Mengusak usak rambut yang panjangnya hanya 5cm kotor itu agar cepat kering.

Sehun menikmatinya. Yah, pelayanan Lisa setiap mereka bersama. Ah salah, setiap Lisa ada di rumah dan Sehun free. Lisa akan merawat Sehun dengan sepenuh hati jiwa dan raga seperti sekarang. Sehun bahkan tak bisa menyembunyikan senyuman tipis dari wajahnya. Bahagia?, Tentu saja.

"Sudah" Lisa menginstruksi. Mematikan hairdryer di tangannya serta menggulung layaknya profesional.

Sehun masih tersenyum di kaca merapikan rambutnya yang telah kering. Lalu berbalik memeluk Lisa menenggelamkan wajah di ceruk leher wanita cantik yang berstatus istri tunggalnya itu. Mengecup singkat leher Lisa.

Tubuh Lisa menegang. Aneh rasanya. Mungkin kaget dengan tindakan romantis Han Sehun yang melebihi ambang batas wajar logikanya. 18 tahun menikah bukannya malah terbiasa tapi semakin luar biasa. Si tua Han bukannya makin membosankan tapi malah makin romantis. Lihat sekarang, Sehun bahkan belum memakai baju. Menampilkan tubuh lelaki dewasa yang minta sekali di gempur. 

'euh hot sekali' batin Lisa        

'euh hot sekali' batin Lisa.

Ciuman Sehun berpindah dari leher ke kening lalu ke hidung, pipi dan terakhir di bibir.

"Morning kiss" ucapnya sebelum melumat bibir seksi Lisa yang masih terdiam tak membalas. Sampai Sehun berhenti melakukan aktivitasnya. Menyadari istrinya tidak respond atau memang masih belum respond.

"El, kau sakit?. Apa tidak nyaman?" Tanya Sehun yang masih berada 5 cm dari wajah Lisa. Jarak antara mereka hanya sependek itu. Bahkan kening Sehun masih menyatu pada kening Lisa. Menunggu jawaban istri tercintanya.

"Tidak" Lisa menggeleng sambil melepaskan tangan sehun. Memberikan jarak lebih lebar dari sebelumnya. Mengembalikan hairdryer pada tempatnya.

Sehun mengerutkan keningnya. Apa Ia baru ditolak sekarang. Ditolak istrinya sendiri. Serius, mereka belum melakukan apa apa di pagi yang cerah sekali seperti perkiraan cuaca yang ia lihat di tv kemarin. Rencananya membuat Lisa tak keluar kamar sepertinya harus ditunda. Sehun rasa mood istrinya tidak dalam mode baik. Tak masalah meskipun ini weekend, dimana mereka biasa menghabiskan waktu bersama entah di Jepang, Chicago, maupun di Korea. Dimanapun asal ada ranjang dan Lisa disana, Sehun akan menyetujuinya.

"Aku harus menyiapkan sarapan" Lisa berucap random lalu pergi dari kamar utama. Melarikan diri tepatnya. Jantungnya tak karuan. Peluhnya menetes saking gugupnya.

"Mom, are you okay?"

Lisa melirik Anson dari tangga rumahnya. Anson tengah memakan salad buah sembari menonton YouTube di depannya. Ekspresinya menggemaskan sekali minta di cubit.

"Mommymu baik baik saja nak. Kau sedang apa?" 
Sehun keluar dari kamar utama menyusul Lisa. Menjawab pertanyaan Anson yang masih menggantung belum diberi jawaban.

"Breakfast and watching YouTube"

Sehun ikut bergabung dengan Anson. Di meja makan kecil dekat pantri. 
"Anson, sudah mommy ingatkan 4 sehat 5 sempurna okay?"

Acara sarapan Anson berhenti
"Ayolah mom, ini tidak sering"

"Setidaknya makan nasi atau roti walaupun sedikit"

Lisa mengambil beberapa nasi lalu memberikannya pada Anson. Tak lupa pelengkap yang lain. Sayuran hijau yang beningnya mengalahkan air kolam terpampang nyata di meja makan.

"El kurasa kita bisa absen makan sayur hari ini" Sehun menyengir.

"Tidak, kalian makan atau aku gusur ruang game dan menjadikan itu gudang granat. Mau memang?"

"Ayo makan dad" Anson mematikan youtube ponselnya lalu meraih sendok mencoba memasukkan makanan ke dalam mulut sekuat tenaga.

Sebenarnya masakan Lisa itu enak. Bahkan enak sekali. Saking enaknya mereka terus terusan diberi sayur lebih banyak seperti herbivora. Tolong ingatkan mommynya jika Anson itu omnivora, bisa makan semua makanan. Tidak diberi sayur daging terus begini. Tolong katakan pada mommy Lisa jika Anson juga ingin makan micin (mi instan), bodoh sedikit tak apa yang penting ia tau rasanya.

Lisa berkutat dengan makananya. Menyesap sedikit, lalu menaruh sendoknya. Tak selera makan.

Anson melirik itu, benar kan yang masak saja bosan makan sayur. Apalagi dirinya.

Tapi wajah Lisa cenderung ke arah frustasi. Lebih berat dari sebelumnya. Anson tak pernah melihat ibunya seterbebani itu karena sesuatu. Apa mommy masih marah. Pikirnya.

...

2 hari sebelumnya.

"Pak Kim, dimana mobil Sehun yang paling butut?" Lisa menunjuk salah satu tempat kosong di garasi bawah tanah mereka.

Lisa mengecek garasi pribadi Sehun. Menghitung pertambahan mobil suaminya selama ia tak ada. Berputar dari ujung ke ujung dan menemukan fakta jika salah satu mobil hilang.

"Yang butut yang mana samonim"

"Itu Mercedes Benz keluaran lama"

Pak Kim berpikir sejenak. Mengingat ingat.
"Mobil itu sudah 3 bulan tidak kembali samonim"

"Hah?," Lisa cengo. "Kemana?"

Pak Kim tak menjawab. Seolah menyembunyikan sesuatu.

"Pak Kim, apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" Lisa bersidekap.

"Saya tidak tau samonim"

"Ah begitu,__ bagaimana dengan tawaran gaji 2 kali lipat?" Tawar Lisa.

"Tidak samonim, saya tidak tau" geleng pak kim, penjaga garasi sekaligus sopir pribadi Anson. Semenjak Anson mengubah gaya hidupnya, pak Kim dimasukkan sebagai penjaga garasi dan merawat semua koleksi mobil Sehun serta motor anson.

"Kau main main denganku?"

"Saya tidak seberani itu samonim"

"Ah aku tau, wanita mana lagi ini pak Kim"

Pak Kim melebarkan matanya. Tubuhnya kaku tak tau harus menjawab apa. Antara takut dengan tuan besar atau dengan nyonya besarnya. Keduanya sama sama mengerikan.

"Jika kau tak memberi tau aku, aku akan mencari tau sendiri. Kemasi barangmu. Aku tak suka pekerja yang tidak berpihak padaku" Lisa beranjak pergi.

"Samonim"

Lisa berhenti, menoleh ke pak Kim yang gugup setengah mati.

"Mobil itu dibawa ke apartemen hyundai, dan saya diminta mengantarkan anak perempuan"

"Anak perempuan?"

Pak Kim mengangguk "Seusia tuan muda Anson"

"Jika ada anaknya, pasti ada ibunya kan?, Siapa nama ibunya?"

"Kang hyena"

Pak Kim menceritakan semuanya. Identitas orang yang membawa mobil butut kesayangan Sehun. Sampai ia berada di apartemen hyundai juga sekarang. Mencari data sendiri mengenai orang yang tinggal disana. Sekaligus menemui wanita itu.

Tanpa sengaja Lisa melihat manusia yang sangat Lisa hafal. 
"Han Sehun"

Sehun memasuki lift dimana lantai wanita itu tertuju. Lantai 15 dimana 1 lantainya berharga jutaan dolar. Karena lantai Khusus, harus membawa kartu jadi tak semua orang bisa akses. Tapi tak masalah, Lisa punya banyak akses dengan sidik jarinya.

"Apa yang tinggal disana orang sekaya itu, apa jalang beruntung ya" gumam Lisa di dalam lift yang masih berjalan.

Tingg

Terbukalah lift itu yang langsung dihadapkan pada ruang tamu apartemen. Pemandangan yang dilihatnya sungguh mengejutkan. Wanita yang bersama sehun. Sedang berbincang di ruang tengah sambil tertawa tawa.

"Han Sehun" Lisa bersidekap melihat suaminya.

Sehun kaget, beranjak dari kursinya. Menatap Lisa dengan pandangan antara bingung atau bagaimana.

"El, ini tidak seperti yang kau pikirkan"

"Memangnya aku memikirkan apa?"

Sehun terdiam tak bisa jawab.

"Anyeong. aku Han allice. Istri Sehun. Senang bertemu denganmu" Lisa mengulurkan tangannya.

"Saya__ kang hyena. Senang bertemu anda samonim" hyena menjabat tangan Lisa. Terasa tak enak, gugup sekali rasanya.

"Jadi ini unit mu?,"

"Ini apartemen milik tuan Sehun, beliau meminjamkan ini pada kami"

"Meminjamkan ya, meminjamkan mobil, sopir. Lalu kau meminjamkan apa? tubuh?"

"EL" Sehun mencengkeram tangan Lisa. Tapi segera ditepis darinya.

"Jijik sekali aku, disentuh olehmu" tatapan sinis Lisa mendominasi. Membekukan Sehun ditempatnya.

"El, kumohon dengar penjelasanku"

Sementara hyena hanya melihat Lisa dengan pandangan kesal. Baru datang seenaknya saja bicara. Walaupun memang benar setengah dari ucapan Lisa. Hyena mau menanggapi tapi takut, serius. Baru pertama kalinya ia bertemu dengan wanita beraura menyeramkan seperti Lisa. Sepertinya tujuan hyena tak akan berjalan mulus jika Lisa masih disekitar Sehun dan dirinya.

"Tidak usah dijelaskan, ini bukan pertama kali. Jadi tak apa. Nikmati waktu kalian. Aku permisi dulu. Maaf mengganggu__" Lisa beranjak lalu menambahi "oh iya, tak usah pulang malam ini Mr Han, menginap saja disini. Aku dan anakku tak mau berbagi nafas denganmu" lalu lisa pergi dari tempat itu diikuti Sehun yang mengejarnya mencoba menjelaskan.

"Jangan satu lift denganku, takutnya aku bisa membunuhmu jika kesabaranku habis di dalam sini" tangan Lisa menahan Sehun.

Sehun tetap masuk ke lift tanpa menghiraukan ancaman Lisa. Tatapan Lisa tertuju pada wanita yang melihatnya dengan Sehun. Seakan tak rela Sehun ikut dengannya. Sampai pintu lift tertutup. Menyisakan Lisa dan Sehun didalamnya.

Sehun mencoba menyentuh ujung baju Lisa. Menarik narik seakan anak kecil yang merasa salah pada ibunya.
"El, aku sungguh tak bermaksud"

Lisa tetap tak bergeming. Melepaskan tangan Sehun seolah jijik dengan sentuhannya.

"Apa Anson tau?"

"Anson tau"

Lisa memejamkan mata. Meremat tangan sampai kuku jari memutih. Ingin sekali rasanya memukul Sehun sampai bonyok. Persetan ia akan jadi janda. Toh masih banyak yang mau dengannya.

"Kita bicarakan dirumah" 

...

Lisa masih tak habis fikir. Bagaimana bisa Sehun dan Anson menutup ini darinya. Memijit kepalanya yang tak pusing sama sekali. Menghadapi 2 manusia di hadapannya.

"Kalian kira dengan melakukan ini, salah kalian akan termaafkan. Begitu?"

Sehun dan Anson terdiam

"Mom, aku benar benar tidak sengaja"

"Kau bahkan tak merasa bersalah sama sekali nak" potong Lisa.

Anson terdiam, menunduk. Seolah merasa bersalah. Taruhan dengan Lisa, sedikitpun anaknya ini tak merasa bersalah.

"El" panggil Sehun dengan nada lemah.

"Kau bahkan membuatku berfikiran buruk tuan Han"

Sehun terdiam. Melakukan hal yang sama dengan Anson.

"Aku bahkan melabrak mereka di apart ku sendiri" Lisa mengusap wajahnya frustasi.

Sehun mendekat. Mencoba memeluk istrinya yang tengah frustasi gara gara kelakuan anak tunggal mereka.

"Sudah El, tak apa" Sehun mengusap lengan Lisa. Menyandarkan kepala Lisa pada dada bidangnya.

"Bisa bisanya Daddy mencari kesempatan" sinis Anson.

"Diam Anson"

"Jadi, kalian memberikan mobil itu pada hyena"

Anson mengangguk. 
"Beserta sedikit fasilitas yang aku dapatkan"

"Kau menukar fasilitasmu dengan mereka?"

Anson mengangguk lagi. Berubah menjadi miskin karena mengalihkan sedikit fasilitasnya pada keluarga yang tak sengaja ia jahati.

"Jadi setahun ini, kau bukannya sadar. Menjadi miskin, Hanya karena bersalah nak?"

"Setengah benar mom, semenjak aku menjadi miskin begini. Aku jadi tau mana teman yang tulus denganku. Meskipun tetap saja. Tidak semuanya. Tapi, Tetap saja ada alasan lain dan bukannya rasa bersalah mom."

Lisa menghela nafas panjang. Menenangkan hati dan pikirannya.

"Dimana suami hyena sekarang?" Lisa melepas pelukan Sehun. Mencari jawaban yang ia butuhkan.

"Dia, koma" ucap Anson. Dengan begitu banyak sesal memenuhi wajahnya.

Lisa shock. Jika ia punya serangan jantung mungkin ia bisa mati di tempat sekarang. 
'pikirkan sisi positif allice, setidaknya Anson tanggung jawab'

"Baiklah, mommy maafkan. Jika masalah ini sampai muncul ke publik. Kau tidak perlu khawatir ans. Mommy akan selalu membantumu. Nenek mu yang pejabat tinggi negeri itu, pasti tak akan tega cucu satu satunya dipenjara"

Pembicaraan mereka usai malam itu dengan suasana seperti biasa. Anson termaafkan. Meskipun salahnya fatal. Tapi mommynya Han allice selalu jadi no 1 dalam melindungi. Selain Daddy, mommynya lebih kuat. Daddy memberikan banyak uang sementara mommynya memberi banyak perlindungan. Kombinasi keluarga yang sempurna.

...

"Apa mommy masih marah?" Anson buka suara. Memecah keheningan sarapan mereka yang terlewat siang untuk disebut sarapan.

"Mommy hanya masih belum terima kalian bohongi" Lisa masih berfokus pada makanannya.

"Apalagi si hyena itu seperti ingin sekali merebut Daddy mu"

"El, bukannya sudah di bahas"

"Apa itu benar dad?"

"Tidak"

"Pantas saja ayahmu sering kesana, pemandangan yang didapat memang mencerahkan mata. Dada wanita itu terumbar kemana mana"

Anson cepat tanggap. Mulut serta matanya melebar. Menoleh ke ayahnya yang gugup. 
"Dad, are you crazy."

"Diam nak, aku tidak begitu.__ El ini hanya tanggung jawab. Aku tak akan tergoda meski dia naked di depanku"

Anson terbatuk batuk. Rasanya nasi yang ditelannya berhenti di tenggorokan.

"Hun, ada anakmu disini" Lisa memelototi Sehun. Menepuk pundak Anson yang tersedak.

"Biar saja, anak ini bahkan minum alkohol sebelum legal, dan juga pakai Supercar sampai menabrak orang"

"Dad, di luar negeri 13 tahun bisa minum alkohol. Disini saja yang budayanya lama. Soal tabrak orang kan mereka yang salah bukan aku" ucap Anson membela dirinya. Mengkambing hitamkan orang lain. Padahal itu memang benar jika dipikir pikir.

"Yah karena itu, kau diam saja. Habiskan makananmu. Biar Daddy yang bicara dengan mommy mu" Sehun menarik tangan Lisa. Membawa ke ruang perpustakaan. Menutup rapat pintu tanpa membiarkan siapapun masuk.

"El, aku serius. Tidak ada apapun antara aku dengan hyena"

"Aku tau, tapi wanita itu mengganggu pikiranku. Seolah ia mencari suami baru"

Sehun terdiam

"Benar kan?, Dia tau kau kaya. Merasa bersalah dan mau memberikan semuanya. Dia menggodamu Sehun."

"Aku tau el. Aku hanya tidak ingin Anson disalahkan. Dia anak kita satu satunya. Sudah sewajarnya aku yang bertanggung jawab atas apa yang anakku lakukan"

"Han Sehun, aku ini istrimu. Anson itu juga anakku. Aku tak mau kalian dijerumuskan begini"

"Dijerumuskan bagaimana"

"Dia menggoda mu, memasukkan anaknya ke sekolah yang sama agar apa. Agar anaknya bisa masuk ke lingkaran grup jeguk dan mendekati anak kita"

"Dia tak seburuk itu El"

"Informanku mengatakan begitu. Aku membayarnya mahal. Tak mungkin kan salah sepihak"

"Bisa saja kau salah El"

"Apa kau segitu suka dengannya, terlalu suka dengan tubuhnya? Sampai membela mati Matian di hadapanku" Pancing Lisa.

"EL, cukup. Hanya kau yang Kusuka. Tak ada yang lain. Aku bahkan tak tertarik dengan tubuhnya. Masih lebih indah istriku" jelas sehun dengan sedikit godaan di akhir.

"Kau bilang begitu, tapi matamu melihat ke belahan dadanya" Lisa bersidekap.

"Jadi kau cemburu?" Sudut bibir Sehun terangkat. "Ah manisnya istriku" Sehun memeluk Lisa. Mengusap punggung halus istrinya. Meredam rasa marah yang memuncak.

"Seperti ucapan ku tadi, aku hanya tertarik padamu. Tak ada yang lain. Aku juga masih waras untuk tidak di bom istriku sendiri. Istriku suka menembak, dan bela diri. Aku tak mau babak belur karnanya"

"SEHUN"

"Iya iya, kau satu satunya Mrs Han. Jangan meragukanku. Atau percaya orang lain"

"Kau masih meragukan informanku?"

"El, sebenarnya aku juga tau. Dia yang memintaku memasukan anaknya ke jeguk"

Satu fakta lagi yang membuat Lisa terbakar di dada. Marah luar biasa Sampe berfikir membuang Sehun ke ujung dunia.

"Dan kau pasti akan lebih terkejut. Anson terlibat lebih jauh tentang ini. Kau pasti tak akan menyangka. Anak kita tahu semuanya, melebihi ia tahu tentang buah semangka yang pernah ia makan selama hidupnya"

Kemarahan Lisa terganti dengan rasa penasaran. Saat Sehun menyebut Anson di kalimatnya. Salah apa lagi yang harus ia toleransi serta apa yang bisa ia fikirkan untuk solusinya nanti. Hanya itu yang harus Lisa fikirkan sekarang. Telinganya siap akan semua cerita Sehun, yang akan ia coba mengerti. 




To Be Continued
.
.
.
To Be Continued

Ini nih baju yang dipake kang hyena pas Sehun maen ke apart. Gimana Lisa gak emoji coba. 😂

Apartemen yang Sehun PINJAMKAN pada hyena dan famili        

Apartemen yang Sehun PINJAMKAN pada hyena dan famili. Apartemen no one punya Sehun. Eksklusif, karena 1 lantai punya dia doang. Melebihi rumah, tapi masih tetep bagusan rumah utama Anson dong. 
Tuan muda ayok sombong - 😎
Aku yang kaya kenapa kau yang sombong sih - Han Anson 😒

Potret tuan muda Anson yang sebel Daddy nya ngungkit masalah legal sama nabrak orang        

Potret tuan muda Anson yang sebel Daddy nya ngungkit masalah legal sama nabrak orang
Ya itu sih emang salah ente tong. Bapak lu Sampe tau ah 🙊

 Bapak lu Sampe tau ah 🙊

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Be A Parent   24. Our Family

    Sehun Pergi ke busan. Sendirian tanpa Anson, tanpa bodyguard. Bukan tanpa alasan ia pergi. Jika bukan karena bosan, dan Terlebih ada wanita ular yang senantiasa membuatnya muak di rumah. Niat pulang Sehun yang tadinya 50% bakal terjun bebas ke kemungkinan tidak pulang.Sehun berhenti di sebuah rumah kecil. Menghela nafas berat melihat betapa sepinya rumah itu.Cklek

  • Be A Parent   23. A plan

    "L"Suara Jungkook membuyarkan lamunannya."Kau melamun?.""Jangan melamun, melamun tak ada gunanya my ang___ L."

  • Be A Parent   22. The Fact

  • Be A Parent   21. Anson Back

  • Be A Parent   20. D

    "Aku ingin wanita ini mati" menyerahkan selembar foto.

  • Be A Parent   19. A information

    Suara hairdryer memecah suasana kamar utama. Tampak Lisa tengah mengeringkan rambut Sehun. Mengusak usak rambut yang panjangnya hanya 5cm kotor itu agar cepat kering.Sehun menikmatinya. Yah, pelayanan Lisa setiap mereka bersama. Ah salah, setiap Lisa ada di rumah dan Sehun free. Lisa akan merawat Sehun dengan sepenuh hati jiwa dan raga seperti sekarang. Sehun bahkan tak bisa menyembunyikan senyuman tipis dari wajahnya. Bahagia?, Tentu saja.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status