Beranda / Semua / Ibuku Korban Cintaku / Aku harus bangkit

Share

Aku harus bangkit

Penulis: Wullan Sucii
last update Tanggal publikasi: 2020-10-25 09:27:15

Masih dalam keadaan sadar, aku memesan satu botol minuman memabukan, minuman yang baru saja ku kenal, aku fikir satu botol itu cukup untuk menghilangkan rasa sesak di dada, tapi aku salah. Ternyata dari sinilah masalah terbesar dihidupku dimulai.

Pukul 10 pagi aku masih belum sadar, mungkin karena terlalu banyak menenggak minuman haram itu. 

Aku terbangun saat merasakan tubuhku diguncang kuat kuat. Kudengar samar samar suara perempuan menangis. Pelan pelan kubuka mataku. 

"Asstaghfirulloh Gina, kapan kamu datang." Dia masih menangis. 

"Kaka ini apa apaan, kondisi ibu sakit separah itu tapi kaka tidak memberitahuku. Kemarin sore aku bertemu ka sarah dikafe.awalnya aku tidak tau, Dia menanyakan keadaan ibu. Dari situlah dia menceritakan semua nya."

"Kamu yang sabar, kaka juga sangat syok."

"Aku ingin bertemu ibu"

Pukul 2 sore aku dan gina pergi ke rumah sakit. Kondisi ibu masih sama masih suka melamun. 

"Sudah jam 5 sore gin, ayo kita pulang. Kamu juga besok harus kuliahkan?. Biar ibu istirahat dia lagi ditangani dokter, insyaalloh ibu sembuh." Gina menggangguk pelan 

Dimobil

"Kaka antar kamu ke kosan ya, kamu jangan terlalu banyak fikiran. Kamu jaga kesehatan kamu sendiri. Jangan sampai sakit kamu kambuh lagi." Dia hanya menggangguk.

"Aku tidak suka kaka mabuk mabukan kaya semalem ya." Aku kaget setengah mati mendengar ucapan gina, entah semalam aku pulang jam berapa? Diantar siapa?.

"Siapa lelaki yang mengantar kaka semalem, aku ngga suka, sepertinya dia bukan lelaki baik."

Aku hanya diam. Aku penasaran siapa yang gina maksud. Akh biar saja nanti kutanyakan pada bi iinah percuma kalau ku tanyakan pada gina yang ada lama lama kita akan ribut. 

"Sudah sampai ayo turun. Kaka mau langsung pulang. Uang makan kamu masih ada kan?."

"Masih."

"Kalau kamu butuh apa apa jual aja ini. Mulai besok kaka akan cari kerja." Kuberikan gelang emas pemberian dari dodit. 

"Simpan kaka aja, uangku masih cukup untuk satu minggu."

"Simpan kamu, kaka ngga tau dalam waktu satu minggu bisa dapat kerjaan atau nggak. Kaka pulang dulu ya."sedikit ketakan kalimatku supaya gina mau menerimanya. 

"Iya ka hati hati." Dia meletakan gelangku ke dalam tas, dan segera turun dari mobil

Besok aku harus mencari pekerjaan. Uang tabungan mama tidak akan cukup untuk biaya rumah sakit dan kuliah gina. Hal itu cukup membuatku semakin pusing. 

Aku tiba dirumah pukul 8 malam. Aku masuk rumah dan segera kutemui bi inah dikamarnya. 

"Bi yang ngantar aku semalem siapa ya?."

"Ohh dia laki laki non. Apa non ngga kenal sama dia?."

"Ngga bi."

"Itu non dimeja tivi ada kartu namanya dia non."

Aku segera berlari keruang tivi benar saja ada secarik kertas bertuliskan nama Willyam Atmadja beserta alamatnya, ada nomor telfhone tapi tidak aktif. Niat hati ingin mengucapkan terimakasih, kalau dia tidak berekenan mengantarku pulang, mungkin aku sudah menjadi korban kejahatan. 

Esoknya aku mulai mencari pekerjaan. Kutitipkan beberapa lamaran kerja di berbagai kantor perusahaan. Tanpa aku sadari aku melewati sebuah kantor yang alamatnya sama dengan alamat yang ada dikartu kepunyaan willyam.

Kutitipkan 1 map berisi lamaran kerja. Kuberanikan diri ke tempat resepsionis.

"Maaf mba saya mau bertemu dengan pa willyam bisa."

"Sudah membuat janji, kebetulan jam ini dia ada meeting diluar. Maaf mba itu orangnya baru mau keluar." Ucap mba cantik seusiaku, sedikit berbisik.

Aku melihat seorang lelaki berparas bule. Rupanya dia keturunan indo-australia. Segera kulangkahkan kaki mendekatinya.

"Permisi, bisa bicara senbentar dengan pa willyam?."

"Kamu siapa? Ada perlu apa ya? Apa sudah membuat janji untuk bertemu pa willyam." Tanya seorang perempuan, aku yakin itu pasti sekertarisnya. 

"Belum aku cuma mau mengucapkan terimakasih karna beliau sudah mengantarkanku pulang kerumah malam kemarin." 

"Nanti akan aku sampaikan, kalau sudah tidak ada kepentingan lagi, saya permisi."

"Oh iya silahkan."

Willyam si orang blaster itu sudah duluan masuk kemobilnya sepertinya dia mengacuhkan keberadaanku tadi. Akh sial. Semoga saja aku diterima kerja disini. 

1 minggu kemudian 

Aku mendapat nontifikasi dari perusahaan willyam, pesan untuk wawancara kerja. Entah satu kebetelan atau apa. Aku harus mempersiapkan semua matang matang, aku harap aku bisa dapat pekerjaan secepatnya. Karena aku sangat membutuhkan uang saat ini. 

Dua hari yang lalu umi amira datang kerumah berniat memberikan uang padaku. Tapi kutolak. Saat aku tau kalau dodit yang melukai ibu, saat itu juga aku tidak menggapnya sebagai suami. Selama dia ditahanpun aku tak pernah menjenguknya. Aku juga tidak pernah menghadiri sidang atas kasusnya. Kuserahkan semuanya kepada pengacara ibu.

Rasanya tidak sanggup bertemu dengan orang yang hampir 5 tahun aku cintai tapi dia juga yang menghancurkan duniaku. Kenyataan yang sangat pahit. 

Esoknya aku mengikuti beberapa tes. Dan alhamdulillah aku diterima, meskipun hanya sebagai karyawan biasa aku legga. Setidaknya aku punya penghasilan untuk biaya perawatan ibu. 


Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ibuku Korban Cintaku   Ibu pulang

    Keesokannya aku bangun tidur keluar dari kamar menuju ke kamar mandi mencuci muka. Kulihat ada bi inah sedang menyiapkan sarapan. "ini sarapannya non, ko non belum siap siap apa ngga ke kantor non.""ngga bi saya agak pusing." kuhabiskan nasi goreng buatan bi inah, rasanya hampir sama dengan buatan ibu, aku jadi kangen sama dia.Setelah menghabiskan makanan aku berjalan menuju halaman belakang. Aku duduk dibawah pohon mangga, terlihat rumah bagian belakangku, begitu banyak kenangan disini, ibu yang sudah 25 tahun merawatku disini sedang sakit, jiwa nya terguncang akibat perbuatan manusia yang sifatnya jahat melebihi setan.Aku sangat merindukannya.Ibu aku akan

  • Ibuku Korban Cintaku   Suamiku akan bebas

    aku sangat terkejut bagaimana bisa dia akan bebas sedangkan dia dijatuhi hukuman maximal 15 tahun penjara."keluarga dari saudara dodit menemukan fakta baru, telah ditemukan sebuah kamera tersembunyi di tempat kejadian peristiwa ibumu. dari kamera tersebut kita bisa tau bahwa dodit tidak andil dalam pemerkosaan itu, justru dia menjadi korban kekerasan dari ketiga pelaku itu." jelas pa firman yang sedikit mengagetkanku"untuk lebih jelasnya kamu bisa liat rekeman ini." pa firman mengarahkan layar laptopnya ke hadapanku. vidio yang menampilkan ibu disekap disebuah ruangan. ibu duduk disebuah kursi kayu, kaki dan tangannya terikat mulutnya ditutup sebuah kain yang mellingkar ke kepalanya. Disampingnya terdapat lemari yang sudah sangat usang.

  • Ibuku Korban Cintaku   Divilla bersama willyam

    1 bulan berlalu, aku sudah bisa beradaptasi di tempat kerjaku. Begitu juga hubunganku dengan willyam yang semakin hari semakin intens.Hari itu tepatnya saat istirahat willyam menghampiriku dikantin. Dia membawa piring makanannya dan duduk disampingku."Hari sabtu aku ada meeting di bandung 3 hari kamu ikut aku ya?.""Sama bu indah kan?." Bu indah itu sekertarisnya willyam."Yaa.""Kita berangkat jam berapa ya pak.""Sorean aja."Agak aneh sih, pemberitahuan meeting kok mendadak.

  • Ibuku Korban Cintaku   Aku harus bangkit

    Masih dalam keadaan sadar, aku memesan satu botol minuman memabukan, minuman yang baru saja ku kenal, aku fikir satu botol itu cukup untuk menghilangkan rasa sesak di dada, tapi aku salah. Ternyata dari sinilah masalah terbesar dihidupku dimulai.Pukul 10 pagi aku masih belum sadar, mungkin karena terlalu banyak menenggak minuman haram itu.Aku terbangun saat merasakan tubuhku diguncang kuat kuat. Kudengar samar samar suara perempuan menangis. Pelan pelan kubuka mataku."Asstaghfirulloh Gina, kapan kamu datang." Dia masih menangis."Kaka ini apa apaan, kondisi ibu sakit separah itu tapi kaka tidak memberitahuku. Kemarin sore aku bertemu ka sarah dikafe.awalnya aku tidak tau, Dia menanyakan keadaan ibu.

  • Ibuku Korban Cintaku   Sakit ibu

    Pukul 8 pagi kuputuskan untuk membawa ibu ke Rumah Sakit jiwa sesuai anjuran dokter, tentunya ditemani dodit."Dodit maafkan aku harusnya hari ini adalah hari bahagia kita. Tapi aku sudah menyusahkan kamu saja.""Tak apa ayy, ibu kamu juga berarti ibu aku. Aku minta apa pun yang akan terjadi nanti kamu harus bisa menerimanya ya. Aku ingin kamu bisa bersikap lebih dewasa."Aku sedikit bingung dengan perkataan dodit."Sudah sampai ayo kita turun."Ibu masih belum sadar karena pengaruh obat penenang. Ibu diperiksa dan lagi lagi ibu mengamuk hilang kendali. Hatiku sangat hancur melihat ibu seperti itu.

  • Ibuku Korban Cintaku   Pernikahan

    Kriiiiiiiing ... telfon rumah berbunyi."Hallo assalamualikum Aini, ini umi Amira, Oh iya ibu dengar kamu semalem dilamar sama Dodit ya, Selamat ya Ayy.""Waalaikumsalam umi, iya mi alhamdulillah itu waktu yang sangat aku tunggu tungu mi. Dodit udah cerita ya sama umi, dodit ngomong apa aja mi. Aku jadi malu sama umi.""Iya syukur insyaalloh nanti dalam waktu deket umi ingin berkunjung ke rumahmu bersama abi. Oh iya semalem umi liat di fb nya dodit. Dodit sendiri belum cerita. Umi malah mau nanya sekarang Dodit sedang bersamamu atau tidak ayy.""Ya alloh jadi dodit belum pulang dari semalem. Kemana ya mii. Ibuku juga belum pulang, semalem ibu pulang bareng dodit mi... gimana ini mi aku

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status