Share

Sakit ibu

Author: Wullan Sucii
last update publish date: 2020-10-25 09:26:10

Pukul 8 pagi kuputuskan untuk membawa ibu ke Rumah Sakit jiwa sesuai anjuran dokter, tentunya ditemani dodit. 

"Dodit maafkan aku harusnya hari ini adalah hari bahagia kita. Tapi aku sudah menyusahkan kamu saja."

"Tak apa ayy, ibu kamu juga berarti ibu aku. Aku minta apa pun yang akan terjadi nanti kamu harus bisa menerimanya ya. Aku ingin kamu bisa bersikap lebih dewasa."

Aku sedikit bingung dengan perkataan dodit. 

"Sudah sampai ayo kita turun."

Ibu masih belum sadar karena pengaruh obat penenang. Ibu diperiksa dan lagi lagi ibu mengamuk hilang kendali. Hatiku sangat hancur melihat ibu seperti itu. 

Sesaat pandangan ku gelap, entah apa lagi yang terjadi padaku. Saat terbangun aku sudah dirumah dodit. Umi memberiku air putih. 

"Kamu yang sabar ya Aini, kamu harus kuat."

"Sebenarnya apa yang terjadi mi?." 

"Aini sekarang ibu kamu harus dirawat di Rumah Sakit, kondisi kejiwaan ibu kamu sedang terganggu."

"Tapi apa penyebabnya mi?."

"Umi belum tau pasti yang penting sekarang ibu kamu sudah ditangani sama dokter."

"Sekarang kamu mandi terus makan ya, umi tunggu diruang makan." Kulihat umi beranjak pergi sambil meneteskan air matanya. 

Kuhampiri umi diruang makan. Tapi hanya ada dia disana. 

"Mii kemana abi dan ka sarah ko sepi banget, dodit apa belum pulang dari rumah sakit."

"Abi dan ka sarah lagi pergi kerumah nenek, kalau dodit ngga tau pergi ke mana. Udah sini makan dulu. Kamu pasti belum makan dari pagi kan."

Kita berdua makan, rasanya hambar sekali fikiranku masih tertuju ke ibu. Setelah selesai makan aku duduk dihalaman belakang. 

Tiba tiba saja aku teringat dodit sudah jam 3 sore tapi aku belum melihatnya. 

Segera kuambil ponselku dan menghubunginya. Tidak diangkat.

Kepalaku sangat pusing, fikiranku bercabang. Kulangkahkan kaki menuju kamar. Aku sangat mengatuk, nanti pukul 8 malam aku akan pergi menjenguk ibu sekalian ku ajak gina karena dia belum tau kabar tentang ibu. 

Aku terbangun jam stengah 8. Aku segera bersiap dan turun menemui umi. Kulihat semua orang berkumpul diruang tamu . 

"Aini kamu mau kemana?." Tanya umi, kulihat mata umi sedikit sembab seperti habis menangis.  

"Aku mau menjenguk ibu mi, kasihan mas dodit juga dia dari pagi sendirian nungguin ibu."

"Na Aini ada hal penting yang harus kita bicarakan tapi tolong kamu yang sabar ya, kamu harus bisa menerima semua ini, ini adalah cobaan. Abi harap kamu bisa menyikapi semua ini dengan dewasa."

"Ini ada apa bi?."

"Sekarang dodit tidak bersama ibumu. Dia.. dia dikantor polisi." Abi menjelaskan dengan suara semakin melemah ia bicara sambli menundukan kepala. 

Ohh Tuhan masalah apa lagi ini. 

"Mas dodit kenapa bisa dikantor polisi bi."

Semuanya diam umi telihat menangis. Kak sarah menenangkan ibu, hanya mas bagas, suami ka sarah yang terlihat tenang . 

"Mas bagas ada apa ini? Kanapa mas dodit ada dikantor polisi?."

"Dodit terkena kasus pemerkosaan."

"Apa? Tidak mungkin mas. Mas dodit sekarang lagi nemenin ibu kan dirumah sakit, mas dodit orang baik ngga mungkin dia melakukan itu." Air mataku mulai bercucuran aku tak sanggup menghadapi semua ini. Belum genap satu minggu aku menikah dengan mas dodit tapi sekarang masalah datang secara bersamaan. Belum selesai masalah ibuku sekarang mas dodit ada kantor polisi.

"Na aini abi sudah bilang kamu harus menyikapi ini secara dewasa, kamu harus bisa menerima semua ini."

"Aku ngga bisa terima bi." Tangisku terhenti terlintas difikiranku siapa korban dari pemerkosaan ini dan bagaimana keadannya. Ku dekati mas bagas.

"Mas bagas siapa korbannya?."

"polisi sedang melakukan penyidikan, status dodit masih sebagai saksi, pihak polisi juga belum menyatakan dodit sebagai tersangka. Dodit ditangkap bersama 3 temannya zaki, indra juga doni." Jelas mas bagas. Aku masih terpaku tak percaya mereka adalah temen kuliah mas dodit. 

"Lalu siapa korbannya dan bagaimana keadannya?."

"Sekarang korbannya mengalami depresi dan sedang dirawat di rumah sakit. Dia adalah... dia ibumu." Mas bagas menjelaskan semuanya mulai dari waktu kejadian yaitu saat malam dimana mas dodit melamarku dan rupanya malam itu adalah malam terindah sekaligus malam penuh bencana.

Penjelasan mas bagas begitu menyayat hati, rasanya seperti tersambar petir, hatiku sangat perih, mataku memanas. Kutuangkan semua air mataku. 

Aku teringat saat ibu tidak pulang saat malam wisuda itu, saat ibu menangis dikamarnya saat ibu tengah melamun dan pernikahanku yang terkesan mendadak ini. Dan semua kejanggalan itu sudah terjawab. 

Jika memang ibu adalah korban pemerkosaan mas dodit tapi kenapa ibu menyuruhku untuk menikah dengannya. 

Aku menagis tersedu kulemparkan tas yang sedari tadi ku pegang.  Kuhempaskan gelas yang ada dimeja. Aku berontak sejadi jadi nya. 

"Kalian semua jahat, kenapa kalian baru cerita saat aku sudah menikah dengan dodit, aku menyesal aku meyesal." Aku berteriak tak ada lagi sebutan mas untuknya, menyebut namanya saja aku merasa jijik. 

Ku tumpahkan semua amarahku, tanganku mengepal memukul mukul tembok. Sampai akhirnya aku melemas dan terduduk dipojokan ruangan.

"Aini maafkan kami nak". Ucap umi 

"Tidak mi aku tidak bisa terima semua ini." Aku berlalu pergi meninggalkan mereka aku berlari secepat mungkin rasanya aku ingin pergi jauh dari dunia ini.

Tanpa aku sadari aku berlari masuk kesebuah tempat hiburan malam.  Entah apa yang terjadi setelah itu.


Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ibuku Korban Cintaku   Ibu pulang

    Keesokannya aku bangun tidur keluar dari kamar menuju ke kamar mandi mencuci muka. Kulihat ada bi inah sedang menyiapkan sarapan. "ini sarapannya non, ko non belum siap siap apa ngga ke kantor non.""ngga bi saya agak pusing." kuhabiskan nasi goreng buatan bi inah, rasanya hampir sama dengan buatan ibu, aku jadi kangen sama dia.Setelah menghabiskan makanan aku berjalan menuju halaman belakang. Aku duduk dibawah pohon mangga, terlihat rumah bagian belakangku, begitu banyak kenangan disini, ibu yang sudah 25 tahun merawatku disini sedang sakit, jiwa nya terguncang akibat perbuatan manusia yang sifatnya jahat melebihi setan.Aku sangat merindukannya.Ibu aku akan

  • Ibuku Korban Cintaku   Suamiku akan bebas

    aku sangat terkejut bagaimana bisa dia akan bebas sedangkan dia dijatuhi hukuman maximal 15 tahun penjara."keluarga dari saudara dodit menemukan fakta baru, telah ditemukan sebuah kamera tersembunyi di tempat kejadian peristiwa ibumu. dari kamera tersebut kita bisa tau bahwa dodit tidak andil dalam pemerkosaan itu, justru dia menjadi korban kekerasan dari ketiga pelaku itu." jelas pa firman yang sedikit mengagetkanku"untuk lebih jelasnya kamu bisa liat rekeman ini." pa firman mengarahkan layar laptopnya ke hadapanku. vidio yang menampilkan ibu disekap disebuah ruangan. ibu duduk disebuah kursi kayu, kaki dan tangannya terikat mulutnya ditutup sebuah kain yang mellingkar ke kepalanya. Disampingnya terdapat lemari yang sudah sangat usang.

  • Ibuku Korban Cintaku   Divilla bersama willyam

    1 bulan berlalu, aku sudah bisa beradaptasi di tempat kerjaku. Begitu juga hubunganku dengan willyam yang semakin hari semakin intens.Hari itu tepatnya saat istirahat willyam menghampiriku dikantin. Dia membawa piring makanannya dan duduk disampingku."Hari sabtu aku ada meeting di bandung 3 hari kamu ikut aku ya?.""Sama bu indah kan?." Bu indah itu sekertarisnya willyam."Yaa.""Kita berangkat jam berapa ya pak.""Sorean aja."Agak aneh sih, pemberitahuan meeting kok mendadak.

  • Ibuku Korban Cintaku   Aku harus bangkit

    Masih dalam keadaan sadar, aku memesan satu botol minuman memabukan, minuman yang baru saja ku kenal, aku fikir satu botol itu cukup untuk menghilangkan rasa sesak di dada, tapi aku salah. Ternyata dari sinilah masalah terbesar dihidupku dimulai.Pukul 10 pagi aku masih belum sadar, mungkin karena terlalu banyak menenggak minuman haram itu.Aku terbangun saat merasakan tubuhku diguncang kuat kuat. Kudengar samar samar suara perempuan menangis. Pelan pelan kubuka mataku."Asstaghfirulloh Gina, kapan kamu datang." Dia masih menangis."Kaka ini apa apaan, kondisi ibu sakit separah itu tapi kaka tidak memberitahuku. Kemarin sore aku bertemu ka sarah dikafe.awalnya aku tidak tau, Dia menanyakan keadaan ibu.

  • Ibuku Korban Cintaku   Sakit ibu

    Pukul 8 pagi kuputuskan untuk membawa ibu ke Rumah Sakit jiwa sesuai anjuran dokter, tentunya ditemani dodit."Dodit maafkan aku harusnya hari ini adalah hari bahagia kita. Tapi aku sudah menyusahkan kamu saja.""Tak apa ayy, ibu kamu juga berarti ibu aku. Aku minta apa pun yang akan terjadi nanti kamu harus bisa menerimanya ya. Aku ingin kamu bisa bersikap lebih dewasa."Aku sedikit bingung dengan perkataan dodit."Sudah sampai ayo kita turun."Ibu masih belum sadar karena pengaruh obat penenang. Ibu diperiksa dan lagi lagi ibu mengamuk hilang kendali. Hatiku sangat hancur melihat ibu seperti itu.

  • Ibuku Korban Cintaku   Pernikahan

    Kriiiiiiiing ... telfon rumah berbunyi."Hallo assalamualikum Aini, ini umi Amira, Oh iya ibu dengar kamu semalem dilamar sama Dodit ya, Selamat ya Ayy.""Waalaikumsalam umi, iya mi alhamdulillah itu waktu yang sangat aku tunggu tungu mi. Dodit udah cerita ya sama umi, dodit ngomong apa aja mi. Aku jadi malu sama umi.""Iya syukur insyaalloh nanti dalam waktu deket umi ingin berkunjung ke rumahmu bersama abi. Oh iya semalem umi liat di fb nya dodit. Dodit sendiri belum cerita. Umi malah mau nanya sekarang Dodit sedang bersamamu atau tidak ayy.""Ya alloh jadi dodit belum pulang dari semalem. Kemana ya mii. Ibuku juga belum pulang, semalem ibu pulang bareng dodit mi... gimana ini mi aku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status