Mag-log inAii gadis 26 tahun yang kehidupannya porak poranda setelah suaminya dipenjara. Suaminya dipenjara bukan kaerana kasus kriminal atau pembunuhan kasusnya lebih mengerikan yaitu pemerkosaan. Pemerkosaan yang korbannya adalah ibunya sendiri
view more1 jam sudah berlalu tapi aku masih dikamar ini. Willyam teman sekaligus tempat mencurahkan segala kéresahan hati ini sudah lebih dulu meninggalkanku. Tentunya dia pergi dengan senang hati setelah hampir semalaman memadu kasih terlarang denganku.
Ya aku adalah Aini perempuan 26 tahun yang kehidupannya porak poranda setelah suamiku dipenjara. Suamiku dipenjara bukan karena kasus kriminal atau pembunuhan. Kasusnya lebih mengerikan dari kasus pembunuhan . Pemerkosaan, pemerkosaan yang korbannya adalah ibuku sendiri, sungguh aku tak mengerti akan kehidupanku sendiri .
Aku lebih memilih lari dari kenyataan. Setiap hari kugunakan hanya untuk kepuasan diri sendiri.
Itulah yang menyebankan Ibuku sakit jiwa. Dia dirawat di salah satu rumah sakit jiwa ternama didaerah jakarta. Dan aku hanya akan mengunjunginya saat aku merindukannya saja.
Sesaat lamunanku dibuyarkan dering telfon ku. Rupanya ada 3 panggilan tak terjawab dari pa firman . Dia adalah pengacara untuk kasus ibuku.
tapi ada dia menelfonku bukankah kasus ibu sudah selesai.
Keesokannya aku bangun tidur keluar dari kamar menuju ke kamar mandi mencuci muka. Kulihat ada bi inah sedang menyiapkan sarapan. "ini sarapannya non, ko non belum siap siap apa ngga ke kantor non.""ngga bi saya agak pusing." kuhabiskan nasi goreng buatan bi inah, rasanya hampir sama dengan buatan ibu, aku jadi kangen sama dia.Setelah menghabiskan makanan aku berjalan menuju halaman belakang. Aku duduk dibawah pohon mangga, terlihat rumah bagian belakangku, begitu banyak kenangan disini, ibu yang sudah 25 tahun merawatku disini sedang sakit, jiwa nya terguncang akibat perbuatan manusia yang sifatnya jahat melebihi setan.Aku sangat merindukannya.Ibu aku akan
aku sangat terkejut bagaimana bisa dia akan bebas sedangkan dia dijatuhi hukuman maximal 15 tahun penjara."keluarga dari saudara dodit menemukan fakta baru, telah ditemukan sebuah kamera tersembunyi di tempat kejadian peristiwa ibumu. dari kamera tersebut kita bisa tau bahwa dodit tidak andil dalam pemerkosaan itu, justru dia menjadi korban kekerasan dari ketiga pelaku itu." jelas pa firman yang sedikit mengagetkanku"untuk lebih jelasnya kamu bisa liat rekeman ini." pa firman mengarahkan layar laptopnya ke hadapanku. vidio yang menampilkan ibu disekap disebuah ruangan. ibu duduk disebuah kursi kayu, kaki dan tangannya terikat mulutnya ditutup sebuah kain yang mellingkar ke kepalanya. Disampingnya terdapat lemari yang sudah sangat usang.
1 bulan berlalu, aku sudah bisa beradaptasi di tempat kerjaku. Begitu juga hubunganku dengan willyam yang semakin hari semakin intens.Hari itu tepatnya saat istirahat willyam menghampiriku dikantin. Dia membawa piring makanannya dan duduk disampingku."Hari sabtu aku ada meeting di bandung 3 hari kamu ikut aku ya?.""Sama bu indah kan?." Bu indah itu sekertarisnya willyam."Yaa.""Kita berangkat jam berapa ya pak.""Sorean aja."Agak aneh sih, pemberitahuan meeting kok mendadak.
Masih dalam keadaan sadar, aku memesan satu botol minuman memabukan, minuman yang baru saja ku kenal, aku fikir satu botol itu cukup untuk menghilangkan rasa sesak di dada, tapi aku salah. Ternyata dari sinilah masalah terbesar dihidupku dimulai.Pukul 10 pagi aku masih belum sadar, mungkin karena terlalu banyak menenggak minuman haram itu.Aku terbangun saat merasakan tubuhku diguncang kuat kuat. Kudengar samar samar suara perempuan menangis. Pelan pelan kubuka mataku."Asstaghfirulloh Gina, kapan kamu datang." Dia masih menangis."Kaka ini apa apaan, kondisi ibu sakit separah itu tapi kaka tidak memberitahuku. Kemarin sore aku bertemu ka sarah dikafe.awalnya aku tidak tau, Dia menanyakan keadaan ibu.