Home / All / Sky Seeker / Terjebak oleh Situasi

Share

Terjebak oleh Situasi

Author: Handi Yawan
last update publish date: 2020-11-04 21:12:15

"Ayo kita berangkat lagi." Ajak Kirani yang merasa cemas. "Perasaanku gak enak!"

Kirani menyerahkan cetbang ke tangan Jake, lalu Jake bergegas mengalungkannya di punggung.

"Tunggu dulu," sela Jake yang menyusul bangun.

Jake menyempatkan mengenakan seragam tempur, helm, tas pinggang tempat pistol yang Ia keluarkan dari tas tadi.

Sewaktu Jake melucuti baju, Kirani sempat mengagumi tubuh Jake yang sixpack, tetapi buru-buru Ia buang muka ketika Jake mulai melorotkan celana panjang.

Setelah selesai mengenakan seragam tempur dan peralatan organik, Kirani justru semakin mengagumi Jake dalam seragam tempur itu.

Seragam tempur berwarna hijau dipadu dengan warna coklat dan biru muda pada beberapa bagian menempel ketat pada tubuh Jake, tetapi tampak Jake merasa nyaman mengenakkannya. Dalam waktu singkat Jake telah siap.

"Aku belum pernah lihat seragam tempur itu?" Aku Kirani.

"Ini memang bukan seragam harian,"  sahut Jake. "Ini seragam khusus untuk operasi infantri raider."

Lalu Kirani bergegas duduk dan menunggu Jake naik boncengan.

Bergegas pula Jake mengemasi barang-barangnya lalu pergi menyusul Kirani yang telah duduk di atas T2000.

Jake menaruh tas samping pada tempatnya kembali.

Setelah Jake duduk di belakang, Kirani langsung tancap gas lagi.

Kembali Kirani memacu T2000 meninggalkan tempat itu.

Pandangan mata Kirani lurus ke depan melihat jalan, sementara Jake pada bonceng menyetel cetbang untuk berjaga-jaga.

Kirani mengarahkan sepeda motornya ke tempat tadi malam ia diturunkan dari pesawat.

Titik penjemputan harus melewati sebuah pass yang berada di depan lintasan yang sedang Ia tempuh.

Tiba-tiba Kirani harus menengkep kopling rem bersamaan dengan kaki menginjak rem manakala Ia lihat di ambang pass itu sudah banyak orang berdiri menghadang jalannya.

Para pengahadang yang berjumlah banyak membawa berbagai macam senjata.

Padahal Kirani hanya tahu itu satu-satunya jalan harus melewati pass itu untuk sampai ke titik penjemputan.

Sambil bertumpu pada satu kaki Kirani menimbang-nimbang apa yang harus Ia lakukan?

Oh rupanya suara peluit itu cara mereka berkomunikasi, tebak Kirani.

"Sekarang mereka sudah menghadang kita, apa yang harus kita lakukan?"

"Harus lewat celah itu jalan satu-satunya, ya?" Tanya Jake.

Kirani mengangguk. Melihat hal itu Jake turun dari boncengan, lalu mengambil cetbang dari balik punggungnya.

Jake mengusap sebuah sensor di pangkal meriam tangan berdiameter 75 mm dan panjang 75 cm itu. seketika dari ujungnya muncul laras sepanjang 75 cm pula. Laras ini diameternya lebih kecil sehingga bisa keluar masuk pada badan utama cetbang.

Jake menadah cetbang dengan kedua tangan seperti memegang sebuah tombak. Lalu Ia arahkan moncong meriam tangan itu kepada orang-orang Magadorr yang berdiri merintangi jalan.

Lampu-lampu berwarna hijau dan merah pada pangkal cetbang telah menyala.

Tiba-tiba segaris cahaya biru dimuntahkan dari moncong cetbang oleh Jake.

SIIIIING! Cahaya biru yang menyilaukan mata menerjang bukit di atas para penghadang.

BLAARRR!

Bukit itu hancur dihantam cahaya biru yang dilepas cetbang di tangan Jake.

Runtuhan batu-batu yang hancur meluncur turun dan menjatuhi para penghadang.

Tidak banyak yang mampu berlari untuk menghindar, karena pada saat mendengar suara keras bukit itu hancur saja, nyali mereka sudah terbang lebih dulu.

GRUDUG,

GRUDUG,

BLUG..!

Batu-batu besar dan kecil jatuh dengan keras di atas tanah sehingga menimbulkan debu yang naik membumbung.

Beruntung aksi Jake hanya gertakan saja. Jatuhan batu-batu itu hanya menimpa tanah kosong yang jauh di belakang mereka.

Pada saat itu Jake sudah kembali naik boncengan. Lalu Kirani tancap gas untuk kesekian kali.

Tanpa diminta orang-orang Magadorr yang Ia lewati dengan sendirinya telah membuang semua senjata. Nyali mereka sudah ciut melihat akibat kehebatan senjata di tangan Jake.

Akhirnya mereka bebas melewati para penghadang yang sudah mati kutu melihat moncong cetbang di arahkan oleh Jake kepada mereka. []

Tetapi alangkah terkejut Kirani ketika tiba di tempat tadi Ia diturunkan dari pesawat, Ia tidak melihat pesawat itu?

"Lho, di mana pesawat itu?" Kirani bertanya-tanya.

Kirani yakin Ia datang bukan ke tempat yang salah.

Melihat Kekasihnya kebingungan, Jake bergegas turun dari boncengan dan mengamati tanah yang dipijaknya.

"Ini jejak pesawat!" Kata Jake. "Kamu tidak salah ini jejaknya."

Lalu Jake merogoh tas pinggang dan mengambil sebuah transmiter.

Kemudian Jake mengarahkan alat pengirim sinyal itu ke langit.

Pada saat itu, datang orang-orang berkuda dari berbagai penjuru.

Mereka orang-orang Magadorr, rupanya belum jera. Dan sekarang datang dalam jumlah yang lebih banyak. Bahkan yang berjalan kaki lebih banyak lagi.

Dalam sekejap Jake dan kirani telah berada dalam kepungan.

"Pesawat tidak ada di sini!?" Ujar Jake melihat transmiternya tidak ada respon.

"Apakah awak pesawat takut oleh kedatangan mereka?" Tanya Kirani.

"Itu tidak mungkin!" Sanggah Jake. "Satu buah pesawat tempur Kompi Pemukul lebih hebat daripada sebuah tank. Bahkan pesawat seperti itu dipersenjatai dengan cetbang kaliber besar!"

"Lalu ada apa?" Ujar Kirani cemas. "Kenapa mereka ninggalin kita?"

"Entahlah?" Sahut Jake tidak kalah bingung. Lalu Ia memasukan kembali transmiter ke dalam tas pinggangnya.

Kirani frustasi dan hampir menangis. Bunga-bunga air mata telah mengembang pada kedua pelupuk matanya.

Sejauh ini petualangannya berjalan lancar, tetapi sekarang telah berubah berbanding terbalik.

Sekalipun awalnya Ia telah bertekad mengambil resiko apapun untuk memperjuangkan cintanya kepada Jake, tetapi setelah mengalami sendiri dekat dengan kematian, Kirani tidak urung ketakutan juga. Ia tidak pernah membayangkan sedikitpun akan mengalami hal seperti ini.

Lain halnya dengan Jake yang telah terlatih menghadapi situasi seperti ini. Ia tegar dan siap menghadapinya.

"Jangan takut!" Hibur Jake sambil mendekati Kirani dan bersiap melindungi keselamatan kekasihnya.

Sekalipun demikian Jake sebenarnya tidak urung ragu. Ia memegang sebuah senjata hebat, namun apakah terpaksa harus menumpahkan banyak darah musuh?

Tidak lama kemudian para pengejar telah mengepung Jake dan Kirani.

Mereka masih menjaga jarak, tetapi tampak beberapa orang berkuda datang mendekat.

Kirani semakin ketakutan dan tangannya gemetar memegang pistol. Beda dengan Jake telah bersiap siaga menghadapi mereka.

Diantara orang-orang berkuda, Jake dan Kirani ternyata melihat kehadiran Budun Daut.

Timbul harapan Jake karena Ia pernah bicara dengan orang bertubuh subur itu.

Sewaktu Jake dibawa ke lembah Lubadus, Budun Daut ikut rombongan besar kembali ke Magadorr. Sekarang Ia bertemu lagi dengan pria gendut ini.

"Selamat Siang," Sapa Budun Daut yang selalu menampilkan wajah riang.

"Kenapa Paduka Jako harus pergi?" Tanya Budun Daut. "Kami bukan musuh. Bahkan Hamba sengaja datang kemari diutus oleh Yang Mulia Raja Diraja Buncedeldk Durr untuk menyampaikan pesan undangan kepada Paduka Joku datang ke Istananya."

Budun Daut melihat ke arah Kirani. "Bahkan kebetulan Paduka Dewi Liditade Madadinta berkenan hadir pula. Semoga Paduka berdua berkenan datang ke Kolappo Toru." Pinta Budun Daut sambil menunjuk sebuah kereta kuda yang datang.

Undangan Budun Daut terlihat sangat sopan, tetapi sebenarnya bagi Jake dan Kirani tidak ada pilihan lain!

Jake berpikir, ini jalan menghindarkan terjadinya jatuh korban, baik dari pihak Magadorr maupun dari pihak dirinya sambil melihat kekasihnya yang masih gemetaran kedua tangannya.

Meskipun demikian Kirani sempat bertanya kepada Budun Daut.

"Memangnya mengundang Kami ada keperluan apa?" Tanya Kirani ketus.

"Kerajaan Magadorr akan mengadakan puja untuk Atung Maa Awang yang telah memberi hidup kepada Kami selama ini dan telah memberikan kepercayaan kepada Raja Kami sebagai Penjaga Toru milik Atung Maa Awang di dunia ini.

Yang Mulia Raja Diraja Buncedeldk Durr telah memberi kehormatan kepada Paduka berdua."

Sesungguhnya Jake dan Kirani tidak paham apa yang dikatakan oleh Budun Daut. Tetapi dengan berat hati ikut ajakan orang-oranga Magadorr.

Kirani menyarungkan kembali pistolnya. Sementara Jake menonaktifkan cetbang dan membawanya seperti ia membawa sebuah tongkat. Lalu keduanya naik kereta kuda yang telah dipersiapkan untuk mereka.

Sementara itu T2000 oleh orang-orang Magadorr dinaikkan dan diikat di belakang kereta.

Kereta yang dinaiki olek sepasang kekasih itu pantasnya merupakan kereta kerajaan karena sangat mewah, apalagi setelah berada di dalam, Jake dan Kirani seolah-olah berada dalam sebuah kereta kuda yang ada dalam dongeng. Seolah-olah mereka merupakan pasangan kerajaan yang sedang menuju pelaminan. []

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sky Seeker   Jake Menjadi Gladiator

    AUUUUMM!Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.CRAP!Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.AUGRRRR!Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.Sebuah

  • Sky Seeker   Pameran Kekuatan Kerajaan

    Satu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.TUUUUUUT .!Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.Di belakang barisan tank Magadorr ini ada be

  • Sky Seeker   Nubuat Seorang Avatar

    Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk pada sebuah kursi megah.Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya."Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake

  • Sky Seeker   Mantra Para Dewa

    "Luas wilayah Magadorr hanya titik dalam bola ini." Tunjuk Jake. "Bila Anda pergi lurus ke arah matahari terbit atau sebaliknya, maka Anda akan datang dari tempat sebaliknya. Karena sesungguhnya dunia berbentuk bulat seperti batu ini."Penjelasan sederhana seperti ini membuat Budun Daut tercengang. Ia tidak berkata- kata tapi air mukanya tampak jelas sedang berpikir dan mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Jake."Apakah itu berarti matahari di langit pun berjalan seperti itu?" Tanyanya."Bukan begitu." Sela Jake. "Begini." Kata Jake sambil meraih batu di atas meja kemudian meletakan di samping tangan Budun Daut yang memegang batu."Anggap batu di tanganku adalah Matahari yang sebenarnya jauh lebih besar daripada dunia dan anggap ini adalah matahari." Ujar Jake sambil menunjukan batu sebesar bola kaki itu yang Ia pegang."Dunia ini berputar pada porosnya sehingga terjadi siang dan malam." Papar Jake sambil memutar tangan kanan Budun daut dengan tangan k

  • Sky Seeker   Di Perpustakaan Kerajaan

    Selepas senja kala berlalu Jake dan Kirani diundang makan malam oleh Burila Durr.Pada kesempatan itu Burila Durr memperkenalkan adik perempuannya yang bernama Malikan.Putri Malikan seorang wanita yang sangat cantik mempesona. Bentuk tubuhnya bagus seperti Kirani. Bedanya bila Kirani ada tomboynya, tetapi Malikan sangat anggun. Setiap gerak gerik Putri Malikan mencerminkan seorang wanita bangsawan sejati.Budun Daut dan seorang Panglima kerajaan juga turut bersama mereka dalam perjamuan ini. Pangeran Burila Durr memperkenalkan pria itu bernama Soraloga.Panglima Soraloga tidak banyak bicara dan bersahaja, tetapi sorot matanya tajam. Berbanding terbalik dengan Putri Malikan yang ternyata sangat ramah dan menyambut hangat kepada Kirani.Tetapi dalam pandangan Kirani, wajah Putri Malikan menyembunyikan kesedihan. Tetapi tentu saja Kirani tidak berani lancang bertanya.Dalam kesempatan perjamuan ini Burila Durr menyampaikan ajakan kepada J

  • Sky Seeker   Tawanan Istimewa

    Iring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ib

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status