Home / All / Sky Seeker / Di Lembah Lubadus

Share

Di Lembah Lubadus

Author: Handi Yawan
last update publish date: 2020-11-04 13:13:30

Saat itu juga Kirani menekan sensor disamping kacatama, seketika fungsi pelacak jejak menjadi nonaktif dan secara otomatis kacamata hitam melipat masuk ke helm kembali.
Selanjutnya Rani maju mengendap- endap sambil tangan kiri memegang cetbang di punggungnya supaya tidak berisik.
Di tangan kanan, Kirani telah memegang sebuah pistol yang aktif dalam keadaan siaga. Pistol Ia dapatkan di dalam tas samping T2000. Rani terus berlari di antara reruntuhan menuju bangkai utama pesawat.

Sayup-sayup Ia mendengar suara-suara tertawa. Rupanya ada sekelompok orang duduk mengelilingi api unggun.
Lalu gadis pemberani ini berlari menjauh dari orang-orang yang berjaga sambil makan-minum dan bersenda gurau di sana.
Ia terus bergerak semakin jauh dan tanpa diketahui oleh orang-orang Magadorr yang lalu Lalang.
Setelah tiba, Rani bersandar pada dinding logam reruntuhan sambil memastikan kehadirannya tidak ada yang tahu. Persis di atas tempat Kirani bersandar, terpahat logo Columbus. Sebuah logo yang besar yang dipenuhi debu.

Bangkai kapal banyak lobang berupa robekan mengangga jadi Rani masuk tanpa perlu lewat pintu. Lalu Ia menyusup masuk bangkai kapal. Di dalam Ia berhenti di sebuah ruangan. Di sana ada sebuah kamar dengan lampu menyala.
Dari dalam kamar itu Kirani mendengar suara-suara orang yang bekerja seperti dalam sebuah bengkel.
TRANG,
TRANG,
TRANG!
Terdengar bunyi besi dipukul oleh besi.
NGUNG,
NGUNG,
NGUNG.. KLANG!
Dan bunyi mesin gerinda memotong besi lalu disertai bunyi sebuah logam jatuh.
SREK,
SREK,
SREK,
Ada pula suara besi diasah.

Tetapi Kirani hanya memperhatikan satu hal saja. Ia melongokkan kepala sedikit ke dalam kamar. Tampak Jake sedang melakukan pekerjaan bubut. Jake ada bersama beberapa orang yang sedang bekerja.
Tampak pula beberapa buah pucuk senjata api diletakkan berbaris di atas meja.
Lalu Ia masuk dan langsung menepuk pundak Jake, sementara tangan kanan menodongkan pistol ke arah orang-orang Magadorr yang terkejut melihat kehadiran Kirani.
Jake sangat terkejut karena tidak menyangka bisa melihat Kirani berada di sampingnya.
Orang-orang di tempat itu rupanya sudah mengenal pistol sehingga serta merta mengangkat tangan melihat Rani menodongkan senjatanya ke arah mereka.

Mereka geletakan begitu saja peralatan yang semula sedang dipegang.
Tanpa banyak bicara Rani mengajak Jake pergi lalu saat itu juga Jake pergi mengikuti kekasihnya yang datang menjemput. Rani dan Jake bergegas pergi keluar kamar.
Jake sempat menekan sebuah tombol di ambang pintu sehingga sebuah pintu muncul dari samping dan menutup ruangan sehingga membuat mereka yang berada di dalam menjadi terkunci.
Tidak lama kemduian Kirani dan Jake sudah tiba di luar.
Tetapi beberapa orang Magadorr yang lewat berpatroli melihat pelarian ini, saat itu juga mereka meneriaki Kirani dan Jake.

"Wadai!" Teriak orang Magadorr dengan panik. ;Dakbudr mederkade, dakbudr!"
Mereka berteriak-teriak memanggil kawanannya.
Rani dan Jake telah di kejar oleh mereka yang segera datang berhamburan dari berbagai penjuru.
"EDJAK JADR!"
"DAKBUDR!"

Tetapi Rani dan Jake terus berlari dan orang-orang Magadorr mengejar dari jauh dan semakin banyak.
Pada saat itu Rani sudah tiba di tempat menyembunyikan T2000.
Bergegas ia buang kain penutup, lalu langsung duduk pada T2000 disusul Jake yang mengambil tempat duduk di belakang Kirani.
Rani langsung tancap gas, Gruuung! ngebut menjauh dari lokasi.
Pasir berhamburan ke udara dihempas oleh putaran roda ban.
Di saat yang sama para pengejar terus berlari mengejar. Tetapi jarak para pelarian sudah semakin jauh dari mereka.

"Kebut terus, Ran," teriak Jake.
Hanya dalam sekejap reruntuhan bangkai pesawat sudah Kirani lewati. Sekarang Kirani berada di jalan bekas gerusan columbus jatuh.

Merasa sudah dalam jarak aman, Jake menyempatkan bicara kepada Kekasihnya yang datang membawa pelarian ini.
Dari samping kepala Kirani, Jake bilang, "Kamu benar ternyata mereka agresor
Aku diperlakukan ibarat seorang Dewa, tetapi tetap saja merasa dalam tahanan dan terpaksa mengikuti keinginan mereka membuat senjata api sambil mengajarkan mereka memproduksi sebanyak-banyaknya."

Rani mendengarkan sambil terus tancap gas karena merasa belum aman.
Reruntuhan sudah tidak ada dan pasir berkerikil kembali tampak tanda mereka sudah berada jauh dari tempat kabur.
Kemudian Jake menyambung bicara, "... waktu mereka pulang pilgrim, aku menyusul mereka, lalu beberapa orang membawaku ke tempat ini."
Akhirnya setelah merasa sudah dalam jarak aman, Rani menghentikan laju Tembus2000-nya.
Lalu Jake turun kemudian disusul oleh Kirani. Sementara itu Kirani menurunkan standar T2000 tanpa sepatah katapun terucap.
Dan sepanjang pelarian Jake tahu kekasihnya sedang ngambek.

"Maafkan aku." sesal Jake. "Aku tidak pamit padamu ...."
Kirani masih tidak mau bicara.

"Kirani aku mengaku salah ...."
Akhirnya hati Kirani menjadi luluh, lalu berbalik badan menghadapi Jake sambil mengembangkan kedua lengannya.
Jake menyambutnya, akhirnya mereka berdua berpelukan erat saling melepas rindu.
Langit mulai terang oleh sinar matahari yang mulai merangkak naik. Di bawah sang fajar planet Saturnus, sepasang kekasih ini berciuman tanpa melepas pelukan.

Beberapa saat kemudian setelah gelora rindu dan asmara surut, Kirani bersandar kepala di dada Jake. Mereka menikmati kebersamaan kembali setelah belasan hari bunga-bunga yang mulai bersemi di hati terpisah tanpa berita.
Kirani mengajak Jake duduk di bawah sebuah pohon untuk sejenak melepas lelah.
Lalu sambil bersandar pada batang pohon mereka melanjutkan obrolan. Kirani menyandarkan kepala pada bahu Jake.
"Kamu tahu dari mana Aku pergi ke tempat pesawat pionir columbus jatuh?" Tanya Jake. "Apakah tahu dari orang Magadorr?"
"Panjang ceritanya," Jawab Kirani sambil merogoh tas pinggangnya, lalu mengambil Diary, "... tapi intinya aku tahu dari Diary ini!"
Jake mengambil Diary yang Kirani sodorkan padanya. Sewaktu Jake membuka-buka halaman diary, Kirani menceritakan segala hal tentang diary itu.
"Sekarang giliranku menceritakan sebuah rahasia kepadamu." Ujar Jake.
"Apa tuh? Tanya Kirani sedikit mencela Jake yang main rahasia-rahasiaan.
"Ran, sebenarnya Aku tidak disersi," ungkap Jake.
Barulah setelah mendengar itu, Kirani menengadahkan kepala memperhatikan wajah Jake lebih teliti. Ternyata Jake bicara sungguh-sungguh.

"Sepulang Kita sidang di Balai kota aku kembali ke Markas." Lanjut Jake. "Aku dipanggil menghadap Komandan tanpa sepengetahuan yang lain.
Singkat kata ternyata Aku diberi tugas spionase oleh Komandan. Aku ditugaskan untuk berbaur ke dalam masyarakat Magadorr untuk mengumpulkan informasi sebanyak- banyak dan apa saja mengenai populasi masyarakat itu.
Aku tidak tahu untuk kepentingan apa persisnya data itu bila telah kudapatkan.
Hanya sayang rencana menjadi kacau, ternyata oleh mereka Aku bukan dibawa ke kerajaan Magadorr, tetapi diantar ke lembah Lubadus itu oleh beberapa orang Magadorr.
Rupanya orang- orang Magadorr tidak percaya begitu saja pada niat yang kusampaikan kepada mereka sehingga aku dilucuti dan tidak boleh membawa barang yang kubawa." Papar Jake. "Pasti team pendukungku kehilangan jejak."

"Oh begitu rupanya," Ujar Kirani sekarang menjadi jelas duduk perkaranya kenapa Jake bisa menghilang dan tidak ditemukan ada bersama Magadorran. "Bahkan Mattew pun tidak tahu, lalu Aku diajak oleh Batalyon mencarimu, tapi nihil karena ternyata begitu kejadiannya."

"Dan ternyata Magadorran pun sejak awal telah membohongi Kami.
Terlanjur Aku sudah bersama mereka, itu pun hanya atasanku saja yang tahu, sehingga Kapten Chopra pasti memberikan tugas pencarian tanpa membocorkan kepada yang lain bahwa aku sedang ada misi rahasia." Sahut Jake.

"Lalu kenapa Kau katakan itu padaku?" Tanya Kirani menggoda Jake.
Jake memberikan jawaban hanya dengan cara memeluk hangat kepala Kirani sambil tersenyum.
"Trus, misinya apa sih? Boleh tau gak?" Tanya Kirani.
Senyum Jake semakin lebar melihat kekasihnya menggodanya terus.
"Oh ya, T2000 dan cetbang itu titipan buatmu," Ujar Kirani. "Sekalian sama tas samping T2000."

Jake menggeser tubuh Kirani dengan lembut, lalu Ia berdiri dan berjalan ke arah T2000 untuk menurunkan tas, kemudian dibawa ke bawah pohon.
"Nih kukembalikan pistol yang kupinjam," Ujar Kirani membuka gesper sarung pistol di pinggangnya. "Aku ambil dari tas samping itu."
"Gak usah, pakai saja! Buat Kamu jaga diri." Cegah Jake. "Di tas ini ada pistol satu lagi untukku. Apalagi aku bawa cetbang."
Kirani membatalkan niatnya akan mengembalikan pistol.
Lalu Jake merebahkan punggung kembali pada batang pohon sambil memeriksa isi tas. Kemudian mengeluarkan sebuah alat yang bentuknya seperti sebuah tripod.
Tanpa diminta Jake menjelaskan fungsi alat itu kepada Kirani.
"Ini adalah Dipodoto, semacam sensor sonar, tapi yang dipancarkannya adalah gelombang seismik."
"Kenapa harus menggunakan gelombang seismik yang merusak, tidak sensor lain yang tidak berbahaya?" Tanya Kirani.
"Justru itulah," Tukas Jake. "Karena ini digunakan di lapisan bawah tanah yang padat maka harus dengan gelombang seperti ini. Tapi jangan kuatir level kerusakan bisa diatur juga!
Hasil yang dipantulkan akan menampilkan fitur-fitur geologis dan direkam pada sensor di alat ini.
Komandan menginginkan aku mengumpulkan informasi geologis tanah di katulistiwa. Tapi ini yang aku tidak mengerti untuk keperluan apa? Toh itu sebenarnya bisa dilakukan di koloni!"

"Jelas sudah!" Sela Kirani. "DepPAN punya kepentingan akan menambang Bornorium di planet ini."
Lalu Kirani menyampaikan informasi yang Ia dapat dari Haleema.

Setelah panjang lebar mendengar penjelasan Kirani, Jake menjadi geleng-geleng kepala sendiri.
"Ck, ck, ck ... Kita terlibat pada konspirasi tingkat tinggi nih!?" Decak Jake sambil geleng-geleng kepala.
Jake dan Kirani termenung memikirkan semua ini.

"Ngomong-ngomong, kamu sendiri bagaimana dengan pekerjaanmu?" Tanya Jake.
"Ah sudahlah bagaimana nanti." Sela Kirani supaya jangan terlalu diambil pusing. "Setelah semua ini kuharap mengalir sajalah."
"Yup! Aku pun belum tahu alasan Batalyon meninggalkan Kita." Sahut Jake sambil meneliti barang bawaan lain di dalam tas satu persatu.

"Lalu apa pula maksudnya aku dibekali alat-alat tempur seperti ini? Apakah aku harus melanjutkan tugas yang diberikan Komandan padaku?"
Jake memperlihatkan sebuah seragam tentara yang masih dalam keadaan terlipat rapih.
Kirani ikut memperhatikan alat-alat yang dikeluarkan oleh Jake dari dalam tas. Namun melihat hal ini tidak urung timbul kecemasan baru.
"Jake, janji kamu tidak akan meninggalkan aku lagi?" Pinta Kirani.
Jake maklum dan Ia pun semakin menyayangi Kirani yang telah membuktikan cintanya sangat tulus dan berani berkorban untuknya.
"Tentu saja!" Tegas Jake.
Jake memeluk Kirani penuh kasih sayang, Kirani merasakan hangat pelukan Jake lalu Ia balas memeluk kekasihnya sepenuh hati.
Tetapi sayang, romantisme ini tidak berlangsung lama!

Sewaktu masih dalam keadaan berpelukan, Jake dan Rani dikejutkan oleh suara peluit yang sayup-sayup tetapi melengking tinggi terdengar di tiup berkali-kali.
TUIIIIIIIIIT.
TUIIIIIIIIIT.

Suara peluit ini membahana ke seluruh ke mana-mana, tetapi entah berada di mana sumber suaranya? []

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sky Seeker   Jake Menjadi Gladiator

    AUUUUMM!Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.CRAP!Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.AUGRRRR!Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.Sebuah

  • Sky Seeker   Pameran Kekuatan Kerajaan

    Satu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.TUUUUUUT .!Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.Di belakang barisan tank Magadorr ini ada be

  • Sky Seeker   Nubuat Seorang Avatar

    Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk pada sebuah kursi megah.Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya."Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake

  • Sky Seeker   Mantra Para Dewa

    "Luas wilayah Magadorr hanya titik dalam bola ini." Tunjuk Jake. "Bila Anda pergi lurus ke arah matahari terbit atau sebaliknya, maka Anda akan datang dari tempat sebaliknya. Karena sesungguhnya dunia berbentuk bulat seperti batu ini."Penjelasan sederhana seperti ini membuat Budun Daut tercengang. Ia tidak berkata- kata tapi air mukanya tampak jelas sedang berpikir dan mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Jake."Apakah itu berarti matahari di langit pun berjalan seperti itu?" Tanyanya."Bukan begitu." Sela Jake. "Begini." Kata Jake sambil meraih batu di atas meja kemudian meletakan di samping tangan Budun Daut yang memegang batu."Anggap batu di tanganku adalah Matahari yang sebenarnya jauh lebih besar daripada dunia dan anggap ini adalah matahari." Ujar Jake sambil menunjukan batu sebesar bola kaki itu yang Ia pegang."Dunia ini berputar pada porosnya sehingga terjadi siang dan malam." Papar Jake sambil memutar tangan kanan Budun daut dengan tangan k

  • Sky Seeker   Di Perpustakaan Kerajaan

    Selepas senja kala berlalu Jake dan Kirani diundang makan malam oleh Burila Durr.Pada kesempatan itu Burila Durr memperkenalkan adik perempuannya yang bernama Malikan.Putri Malikan seorang wanita yang sangat cantik mempesona. Bentuk tubuhnya bagus seperti Kirani. Bedanya bila Kirani ada tomboynya, tetapi Malikan sangat anggun. Setiap gerak gerik Putri Malikan mencerminkan seorang wanita bangsawan sejati.Budun Daut dan seorang Panglima kerajaan juga turut bersama mereka dalam perjamuan ini. Pangeran Burila Durr memperkenalkan pria itu bernama Soraloga.Panglima Soraloga tidak banyak bicara dan bersahaja, tetapi sorot matanya tajam. Berbanding terbalik dengan Putri Malikan yang ternyata sangat ramah dan menyambut hangat kepada Kirani.Tetapi dalam pandangan Kirani, wajah Putri Malikan menyembunyikan kesedihan. Tetapi tentu saja Kirani tidak berani lancang bertanya.Dalam kesempatan perjamuan ini Burila Durr menyampaikan ajakan kepada J

  • Sky Seeker   Tawanan Istimewa

    Iring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ib

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status