Home / All / Sky Seeker / Pergi Mencari Jake

Share

Pergi Mencari Jake

Author: Handi Yawan
last update publish date: 2020-11-04 13:12:43

Hari sudah gelap, tetapi Kirani sedang berdiri di landasan pesawat pada puncak sebuah gedung.
Kirani mengenakan jaket dan sepatu boot kulit, celana jeans. sebuah ransel terbang telah berada dipunggung dan ada sebuah tas pinggang pula.

Kali ini Kirani tidak membawa tabung oksigen, sekalipun untuk cadangan.
Masa bodo! Planet selain Bumi tidak mendukung untuk kehidupan, Pikir Rani. Semua telah terbukti prediksi ilmuwan tidak berguna di Saturnus ini.

Tidak lama kemudian dari kegelapan langit, muncul sebuah pesawat tempur.
Nguuung! Terdengar suara mesin yang halus dari pesawat yang turun dengan berkelap-kelip lampu berwarna merah.
Sesaat setelah pesawat mendarat, lalu membukakan pintu dan anak tangga telah diturunkan. Bergegas Rani masuk.
Setelah berada di kabin, Rani mengenakan sabuk pengaman sambil bertanya kepada Pilot.

"Selamat malam, Sersan." Sapa Rani berbasa-basi. Tetapi Kirani heran, Mattew tidak ikut?
"Selamat malam, Bu." Jawab Pilot. "Silakan duduk dengan nyaman.
Ya, Letnan Dua Mattew tidak ikut!" Ujar Pilot yang memaklumi sikap penumpangnya dan tetap memusatkan pandangan ke depan.
Demikian pula dengan Co-pilot hanya sesekali melihat ke arah Kirani tetapi lebih banyak memperhatikan alat-alat navigasi.

"Tapi ini kejutan buat anda. Ketika Letnan Mattew bicara soal rencana ini kepada Kami, Komandan mendengar dan memberikan dukungan untuk Anda!"
"Maksudnya?" tanya Rani.
"Kami teman-teman Letnan Satu Jake, dan Komandan tidak bisa bertindak lebih jauh tanpa perintah dari Markas Besar TNI di Bumi. Jadi hanya bantuan ini yang bisa kami berikan untuk anggota Kami."
Kirani mengangguk maklum.
"Tapi dengan satu syarat!" Sambung Pilot. Anggap saja Batalyon tidak tahu rencana ini. Bila ada hal buruk yang terjadi pada Anda, bukan tanggung jawab Kami."
Rani  menjawab sambil mengacungkan ibu jari, "Siap! semua resiko ini Aku yang tanggung sendiri."
Mendengar ketegasan seperti itu, Pilot sudah puas.
Meskipun demikian di dalam hati Kirani merasa curiga, kok Komandan Batalyon baik amat?
Tapi, sudahlah...! Pikir Rani, yang penting aku bisa pergi menyusul Jake.
Lantas Kirani memusatkan pandangan ke depan. Melalui jendela kokpit Ia tahu pesawat terbang di atas awan menunjukan sedang menempuh jarak yang jauh.
Dari balik jendela yang terletak di samping kanan tempat duduknya, Ia melihat aurora berupa tiga buah cincin ada di belakang pesawat. Hal ini menunjukkan pesawat terbang menjauh daerah ekutor ke kutub utara sesuai tujuan yang ia rencanakan.
Meskipun pesawat melaju dengan kecepatan tinggi, tetapi jaraknya sangat jauh sehingga Kirani jatuh tertidur.
Kemudian Ia terjaga ketika merasakan pesawat menurunkan ketinggian. Benar saja ketika menengok hamparan awan besar telah berada di atas pesawat.
Kirani telah merasa segar kembali setelah tadi tertidur cukup lama.
Langit sangat gelap dan pesawat terbang rendah menyusuri lembah yang panjang.
Lewat jendela Kirani melihat aurora yang berbeda dengan di daerah katulistiwa.
Aurora di langit ini sama bentuknya dengan aurora Borealis di kutub utara Bumi.

Pesawat terus terbang semakin masuk ke pedalaman jajaran pegunungan.
Akhirnya tiba saatnya pesawat terbang melambat dan melakukan pendaratan di depan celah antara dua buah tebing.
Pilot menengok ke arah Kirani. "Maaf Bu, pendaratan hanya bisa sejauh ini dan tidak bisa mendekati 180° Lintang Utara, sesuai kordinat yang Anda minta, karena di balik bukit itu detektor panas banyak melacak jejak panas tubuh manusia
kuatir akan menggagalkan rencana Anda."
"Terima kasih," Ucap Kirani tulus. "Sangat besar sekali bantuan ini."

"Ngomong-ngomong, Komandan menitipkan sebuah cetbang dan peralatan lain untuk diberikan kepada Letnan Satu Jakob Ubar.
dan sebuah sepeda motor Tembus200 untuk Anda. Anda tidak mungkin berjalan kaki di medan seperti ini."
Mendengar hal itu Kirani bersyukur atas dukungan semua ini.
"Kami menunggu di sini. Kembalilah dengan selamat."
Kirani mengangguk tanda mengerti apa yang harus Ia lakukan bila berhasil membawa pulang kekasihnya. []

Tidak butuh waktu yang lama, akhirnya Kirani telah berada di luar pesawat dengan menunggangi sebuah sepeda motor roda dua kelas trail dan setara 500cc. Sepeda motor Dual-sport ini tidak seperti uncycle yang jarak tempuhnya pendek dan ketahanannya terbatas.
Tembus2000 atau T2000 adalah sepeda motor organik militer beroda dua untuk digunakan tentara infantri pada artileri medan.
Sementara itu sebuah cetbang melintang di punggung Kirani, sebuah helm, dan tas samping yang besar ada tergantung di jok bagian belakang yang semua untuk diberikan kepada Jake nanti.

Ini adalah daerah kutub utara planet Saturnus, tetapi jangan disamakan dengan kutub utara di Bumi yang dingin membeku.
Setiap jengkal tanah di Saturnus setiap hari mendapatkan curah sinar matahari yang sama! Sehingga seluruh planet hanya terdapat dua musim yang sama pula.

Hari masih diselimuti kegelapan malam tetapi Kirani mengenakan helm istimewa pemberian militer juga.
Helm multifungsi ini satu paket dengan motor roda duanya dan telah dijelaskan penggunaanya oleh Pilot kepada Kirani.

Lalu Kirani menyalakan mode penglihatan malam pada kaca helm dan telah diatur hanya mata saja yang tertutup oleh lapisan kaca hitam sedangkan sebagian hidung dan bagian besar bibir tetap terlihat.
Di belakang tampak pesawat hanya bayangan gelap saja karena semua lampu telah dimatikan, menunggu Kirani kembali.

Bruuum ...!
Tanpa membuang-buang waktu, Kirani langsung tancap gas memacu Tembus2000-nya.
Sepeda motor dua roda ini sekalipun menggunakan mesin berbahan bakar Bornorium, tapi knalpot pembuangan emisi bahan bakar dan suara mesinnya sama berisik pula dengan sepeda motor trail umumnya.
Kirani memacu T2000 sambil menyalakan lampu karena ia melewati celah panjang di antara dua tebing.
Langit malam diterangi cahaya bulan dan selain itu, di langit tampak aurora nyata sekali sehingga di angkasa cukup terang sekalipun malam hari.

Sepanjang jalan yang ditempuh merupakan pemandangan berbukit-bukit dan padang pasir sehingga sesekali roda ban menggilas kerikil.
Tetapi sekarang kanan-kiri jalan yang dilalui Rani mulai berbeda. Jalan yang ditempuh tampak seperti pernah dilanda sebuah gerusan besar. Kirani menduga di sinilah tempat kapal induk columbus pionir yang ditulis pada diary itu jatuh. Hal ini semakin menguatkan dugaannya ia menuju jalan yang benar.

Tidak lama kemudian di kanan-kiri banyak banyak melalui reruntuhan logam yang telah menjadi rongsokan berkarat karena sudah ditinggal puluhan tahun.
Dari kejauhan Ia melihat sebuah reruntuhan. Meskipun hancur berantakan, Kirani masih mengenali sebagai bangkai pesawat Columbus!

Lumayan jauh jarak yang ditempuh, tetapi akhirnya Ia telah berada di sebuah lembah dengan pemandangan yang luar biasa.
Kemudian Kirani mematikan lampu dan menghentikan laju T2000, lalu memperhatikan pemandangan di depannya lebih teliti.
Reruntuhan itu merupakan bagian depan kapal columbus jenis lebih tua. Beberapa bagian telah terkubur tanah berpuluh-puluh tahun. Tetapi logo
Columbus masih nampak pada bagian reruntuhan yang menunjukkan itulah bangkai kapal pionir Columbus yang ditulis dalam Diary milik Kolonel Penerbang Rikwanto.

Suasana berubah menjadi menyeramkan sehingga cuaca yang dingin membuat Kirani tidak urung bergidik juga.
Apalagi tiang-tiang logam berkarat yang menjulang ke atas memberi kesan menakutkan. Deru angin datang bertiup dari tebing-tebing yang terlihat di kaki langit mengakibatkan robekan-robekan sisa kain pada reruntuhan berkibar-kibar kencang. Tetapi Kirani menguatkan diri.
Pelan-pelan Kirani turun lalu mendorong Tembus2000 ke tempat yang tersembunyi.

Setelah mendapatkan tempat yang tepat, Rani menyembunyikan T2000 dan cetbang dengan robekan kain terpal sisa reruntuhan. Robekan kain-kain, busa, dan lain-lain sisa reruntuhan columbus banyak didapat dalam keadaan menyangkut di tiang rongsokan.

Merasa cukup rimbun untuk menyembunyikan T2000, waktunya bagi Kirani beraksi.
Ia mengaktifkan pelacak jejak pada kaca helmnya untuk mencari Jake.
Kirani menyapukan pandangan ke segala arah. Dan tidak butuh waktu lama apa yang ia cari telah ditemukan.

Pingo! Gumam Kirani girang. Melalui monitor virtual pada kacamata, Ia mendapatkan jejak panas tubuh yang cocok dengan database Jake. []

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sky Seeker   Jake Menjadi Gladiator

    AUUUUMM!Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.CRAP!Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.AUGRRRR!Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.Sebuah

  • Sky Seeker   Pameran Kekuatan Kerajaan

    Satu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.TUUUUUUT .!Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.Di belakang barisan tank Magadorr ini ada be

  • Sky Seeker   Nubuat Seorang Avatar

    Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk pada sebuah kursi megah.Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya."Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake

  • Sky Seeker   Mantra Para Dewa

    "Luas wilayah Magadorr hanya titik dalam bola ini." Tunjuk Jake. "Bila Anda pergi lurus ke arah matahari terbit atau sebaliknya, maka Anda akan datang dari tempat sebaliknya. Karena sesungguhnya dunia berbentuk bulat seperti batu ini."Penjelasan sederhana seperti ini membuat Budun Daut tercengang. Ia tidak berkata- kata tapi air mukanya tampak jelas sedang berpikir dan mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Jake."Apakah itu berarti matahari di langit pun berjalan seperti itu?" Tanyanya."Bukan begitu." Sela Jake. "Begini." Kata Jake sambil meraih batu di atas meja kemudian meletakan di samping tangan Budun Daut yang memegang batu."Anggap batu di tanganku adalah Matahari yang sebenarnya jauh lebih besar daripada dunia dan anggap ini adalah matahari." Ujar Jake sambil menunjukan batu sebesar bola kaki itu yang Ia pegang."Dunia ini berputar pada porosnya sehingga terjadi siang dan malam." Papar Jake sambil memutar tangan kanan Budun daut dengan tangan k

  • Sky Seeker   Di Perpustakaan Kerajaan

    Selepas senja kala berlalu Jake dan Kirani diundang makan malam oleh Burila Durr.Pada kesempatan itu Burila Durr memperkenalkan adik perempuannya yang bernama Malikan.Putri Malikan seorang wanita yang sangat cantik mempesona. Bentuk tubuhnya bagus seperti Kirani. Bedanya bila Kirani ada tomboynya, tetapi Malikan sangat anggun. Setiap gerak gerik Putri Malikan mencerminkan seorang wanita bangsawan sejati.Budun Daut dan seorang Panglima kerajaan juga turut bersama mereka dalam perjamuan ini. Pangeran Burila Durr memperkenalkan pria itu bernama Soraloga.Panglima Soraloga tidak banyak bicara dan bersahaja, tetapi sorot matanya tajam. Berbanding terbalik dengan Putri Malikan yang ternyata sangat ramah dan menyambut hangat kepada Kirani.Tetapi dalam pandangan Kirani, wajah Putri Malikan menyembunyikan kesedihan. Tetapi tentu saja Kirani tidak berani lancang bertanya.Dalam kesempatan perjamuan ini Burila Durr menyampaikan ajakan kepada J

  • Sky Seeker   Tawanan Istimewa

    Iring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ib

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status