MasukTesla model X P100D memasuki lobi SMA jeguk. Tak perlu kaget lagi dengan siapa pemilik di dalamnya. Mobil dengan harga fantastis yang membuat iri anak anak SMA jeguk. Tidak terkecuali Kim Haechan yang sekarang memandangi mobil tersebut dari ruang kaca rooftop.
"Aku tidak kekurangan uang, tapi mobil itu membuatku terlihat miskin Hyung"
"Kau bahkan tidak tau miskin itu apa," taeyong mengejek adik semata wayangnya.
"Aku tau Hyung, tapi kurasa chenle bahkan tidak tau jika kata miskin itu ada"
Mark yang berada di sekitar mereka menyadari sesuatu jika kedua Kakak beradik ini mungkin menyindirnya.
"Kalian menyindir ku?"
"Hey Mark. Ah tidak, kami hanya membicarakan tentang kemiskinan"
"Kalian mau berbagi dengan orang miskin?" Tanya Mark tidak paham
Taeyong bingung menjawab mark,
"Tentu saja tidak, kami bahkan sudah berbagi tanpa masuk ke media" sela haechan
"Bukankah itu bagus?"
"Bagus, tapi lihat mobil itu bahkan lebih bagus dari pembahasan kita" haechan memang pintar mengalihkan pembicaraan.
Haechan masih memandangi mobil impiannya itu. Mobil itu terlihat berkilau sekali di matanya. Terlihat mewah dan pastinya keren untuknya.
"Berhenti memandanginya, kau bahkan bisa membelinya haechan"
"Itu bisa terjadi Jika Taeyong Hyung tidak ada, dan aku menjadi anak tunggal seperti chenle. Pasti ayah akan menukar mobil butut itu dengan milik chenle"
"Sayang sekali kau lahir terlambat, selambat pertumbuhanmu hah" ucap taeyong sambil menyibakkan rambutnya.
Mark menggeleng mendengar pengakuan sobat seperjuangannya itu. Bahkan mobil yang haechan bilang butut itu adalah sedan BMW M4 seharga $ 69.700 atau lebih dari 1 milyar jika dirupiahkan.
"Ah berhentilah, jika kalian bilang miskin lalu aku apa?"
"Hey, kenapa kau sensitif sekali markeu ya. Tidak apa kau miskin tapi hatimu kaya" taeyong merangkul Mark.
"Romantis sekali, sampai aku ingin muntah mendengarnya"
"Ah Hyung,"
Haechan mendapat pukulan bola basket dari Taeyong. Dan tentu saja itu menyakitkan.
Pandangan haechan beralih ke mobil jemputan lain. Mobil Mercedes Benz klasik yang menjadi tujuannya memandang. Mobil itu lebih butut dari punyanya. Tapi plat nomor yang dia lihat sangat familiar dengan mobil seseorang.
"Hyung, kalian kenal siswa itu? Dari
wajahnya sepertinya dia anak baru. Dilihat dari mobilnya bukannya itu milik keluarga Han?"
Mark melihat arah pandangan haechan, bukankah itu mobil ayahnya kenapa juga mobil ayahnya disini. Plat nomornya juga sama, untuk apa ayahnya ke sini.
"Benar itu milik keluarga Han, tapi seingatku anak keluarga Han itu laki-laki bukan perempuan"
"Apa mungkin dia punya hubungan dengan keluarga Han atau mungkin CEO Han sendiri?, Wah daebag CEO Han memang luar biasa"
Mark mengernyit, sebanyak apa mereka tau tentang keluarganya. Meskipun Mark tidak pernah memperkenalkan diri sebagai anson, ia sedikit kesal dengan berita simpang siur keluarganya di beberapa anak pejabat tinggi dan konglomerat.
Gosip yang paling parah menyebutkan jika anak keluarga Han memang sengaja disembunyikan karena dia anak haram. Meskipun berita itu tidak berdasar dan cepat dihapus setelah dipublish, bukan berarti namanya akan bersih. Gosip masih menyebar ke kalangan kelas atas yang berhubungan dengan keluarga nya.
Anson mengerti jika ingin membersihkan namanya, ia harus mau keluar di media. Tapi ayah dan ibunya tau, jika itu hanya jebakan dari orang yang tidak suka dengan keluarga mereka. Ayah dan ibunya meminta Anson membiarkannya saja. Ayah Anson yang akan mengurusnya dan menyebarkan surat resmi bahwa Anson adalah anak biologis dari Lisa dan Sehun. Ceo Han itu bahkan membayar mahal agar anaknya tidak dipublish dan semua informasi tentang anaknya dihapus dari media.
"Memangnya kenapa dengan tuan muda Han?"
"Kau tidak tau, ah maklum keluargamu tidak mungkin tau ini,."
"Tau apa, ayahku bahkan tidak pernah bicara padaku" ucap Mark dengan nada sedih dibuat buat
"Unchh markeu, cerita itu sebenarnya rahasia umum di kalangan kami. Tapi aku akan dengan senang hati menceritakan padamu"
"Kau memang jjang hyung, jadi bagaimana ceritanya?"
"Eittsss, dengan 1 syarat. Traktir aku daging yang diiris dengan pisau sewaktu makan siang nanti"
"Ah hyungg, uang saku ku saja kurang untuk naik bus apalagi membelikanmu steak".
"Aku lupa jika kau miskin, baiklah ganti Jajangmyeon saja"
"Aku setuju kalau itu"
"Jadi keluarga Han itu cukup berpengaruh, mereka perusahaan pengembang terbesar ke dua atau sekarang jadi yang pertama di korea, jelasnya aku kurang tau"
"Hanya pengembang?"
"Bukan hanya pengembang, kudengar penerus keluarga Han atau CEO Han Sehun menikah dengan pewaris Zeus group yang merupakan pebisnis hotel bintang 5 di negara kita"
"Wah mereka benar benar kaya, sudah punya gedung sekarang hotel pula. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana bahagianya punya orang tua yang seperti itu"
"Aku bahkan tidak bisa membayangkan punya adik seperti dirimu"
"Aku tau, aku terlalu menawan dan tidak cocok jadi adikmu Hyung"
"Ah sudahlah, sampai mana tadi Mark"
"Zeus hotel Hyung"
"Menurut rumornya pewaris hotel Zeus atau nyonya Lisa tidak mengelola bisnis keluarganya dan menjadi tentara di bagian keamanan DMZ"
"Dia keren sekali" kagum haechan
"Apa kalian pernah melihatnya?"
"Tentu, kami pernah melihatnya. Dia cantik sekali, kukira aku tau kenapa tuan Han menikahinya" haechan menimbrung tidak jelas. Ia hanya tertarik pada ibu Anson itu.
"Diam haechan, oke lanjutkan Hyung?."
"Keluarga han punya 1 anak laki-laki, anehnya biodata anak ini disembunyikan. Tidak ada foto atau video yang jelas memperlihatkan keluarga mereka. Seperti sengaja ditutup"i,"
"Seperti haechan?"
"Jauh, sama sekali berbeda. Jika masih ada 1-2 foto haechan yang beredar. Foto tuan muda han ini sama sekali tidak ada. Foto bayi sampai dewasa juga tidak ada"
"Misterius sekali Hyung,."
"Kudengar anak pasangan Han itu sekolah di gyeonggi high school"
Mark membelalakan matanya
"Gyeonggi? Sekolah anak pintar itu? Sekolah no 1 di Korea itu? Wah daebag sepintar apa dia sampai bisa masuk Gyeonggi?."
"Aku tidak berfikir dia pintar, jika ia pintar harusnya dia bisa seperti presiden sekolah kita".
"Tapi yang kudengar anak itu tidak tertarik jadi pewaris, ia mengejar impiannya sendiri"
"Wah sangat disayangkan, padahal keluarga nya berpotensi sekali" Mark masih berpura pura tidak tau, aktingnya harus sempurna. Dalam hati ia ingin tertawa sejadi jadinya, mereka baru menghibah i keluarga Han yang notabene keluarganya. Ah cukup menyenangkan menjadi miskin fikirnya dalam hati.
"Bukan hanya berpotensi, tapi sangat amat berpotensi. Jabatan Perusahaan dan pejabat negara. Kurasa mereka tidak akan pernah tau definisi kata miskin seperti presiden chenle kita, bahkan bertemu orang miskin seperti ku"
"Tapi tunggu, jika anak keluarga Han itu laki-laki lalu siapa yang dibawah ?" Mark mulai kembali ke topik awal, sebenarnya siapa perempuan itu. Tidak mungkin ayahnya main belakang dengan anak SMA bukan. Jika ayahnya itu masih waras dan sadar ia pasti tidak akan melakukan hal serendah ini. Ah lebih baik aku tanyakan langsung, daripada perang dunia ke 3 nantinya. Aku tidak mau ayahku di lempar granat apalagi ditembak peluru karet jika ibunya dalam mode marah besar.
"Itu yang ingin kucari tau, kita bisa tanyakan ke tetua kita mungkin"
"Oh iya, dimana anak itu?,." Haechan mencari keberadaan tuan muda Zhong sekarang. Dengan teropong bintang tidak berguna miliknya. Demi apapun, Padahal mereka bisa cek lewat kamera cctv di ruang kaca rooftop pribadi sekarang dan itu lebih mudah daripada harus menggunakan benda jelek milik haechan yang disebut teropong tersebut.
(Bersambung)
.
.
.
Sehun Pergi ke busan. Sendirian tanpa Anson, tanpa bodyguard. Bukan tanpa alasan ia pergi. Jika bukan karena bosan, dan Terlebih ada wanita ular yang senantiasa membuatnya muak di rumah. Niat pulang Sehun yang tadinya 50% bakal terjun bebas ke kemungkinan tidak pulang.Sehun berhenti di sebuah rumah kecil. Menghela nafas berat melihat betapa sepinya rumah itu.Cklek
"L"Suara Jungkook membuyarkan lamunannya."Kau melamun?.""Jangan melamun, melamun tak ada gunanya my ang___ L."
"Aku ingin wanita ini mati" menyerahkan selembar foto.
Suara hairdryer memecah suasana kamar utama. Tampak Lisa tengah mengeringkan rambut Sehun. Mengusak usak rambut yang panjangnya hanya 5cm kotor itu agar cepat kering.Sehun menikmatinya. Yah, pelayanan Lisa setiap mereka bersama. Ah salah, setiap Lisa ada di rumah dan Sehun free. Lisa akan merawat Sehun dengan sepenuh hati jiwa dan raga seperti sekarang. Sehun bahkan tak bisa menyembunyikan senyuman tipis dari wajahnya. Bahagia?, Tentu saja.