Home / Lahat / Pelet Darah Haid / Ulang Tahun Wulan

Share

Ulang Tahun Wulan

Author: Wullan Sucii
last update Petsa ng paglalathala: 2020-10-29 14:47:29

Rama menatap tajam ke arah wulan. Setelah itu dia berlalu meninggalkan wulan. rama hendak mengajak ajeng ke kantin. 


Wulan masih terpaku tak percaya dengan apa yang dia lihat. Banyak pertanyaan menghujani kepalanya. Apa yang terjadi dengan rama. 


Secara penampilan ajeng memang sedikit berbeda. Wulan berfikir keras kenapa secara tiba tiba rama bisa sedekat itu dengan ajeng padahal kemarin masih biasa biasa saja. 


Wulan teringat saat dia memergoki rama dan ajeng sedang berpegangan tangan diteras rumahnya. Apakah diam diam rama menyukai ajeng. Tapi mana mungkin selama ini dia mengenal rama, dia selalu dekat dengan perempuan yang cantik dan kaya tapi baru kali ini dia lihat rama berjalan dengan ajeng si anak cupu. 


Sesaat kemudian dia tersenyum dia temukan sebuah ide. Dia berjalan ke kelasnya, dia mendekati susi yang sedang duduk bersama teman temannya. 


"heyy susi, sini ikut aku." wulan menarik tangan susi dan menggandengnya ke pojokan kelas. 


"aku mau minta tolong sama kamu, tanyakan ada hubungan apa ajeng sama rama sekarang."


"ohh iya nanti aku tanyakan."


Belll masuk berbunyi semua anak memasuki kelasnya. Susi menatap tajam wajah ajeng dia bisa melihat ada aura hitam yang mengelilingi ajeng. Susi memang mempunyai kemampuan melihat hal hal yang tak kasat mata. Bisa dibilang dia itu anak indigo. meskipun penasaran dia tidak mau terlalu mencampuri urusan orang lain. 


"Ajeng kenapa tadi ngga ngajak makan bareng aku?" ajeng terpaksa mencari informasi tentang hubungan ajeng dan rama yang baru saja terlihat dekat. Susi merasa takut dengan wulan kalau tidak menuruti apa maunya. 


"hehe maaf ya, tadi aku diajak rama makan bareng. aku seneng banget susi. akhirnya aku bisa deket sama rama." 


"kamu ngga takut sama wulan? emangnya mereka udah ngga pacaran ya?"


"aku ngga tau dan ngga mau tau yang penting rama deket sama aku, tadi dikantin juga dia nembak aku sus sekarang kita udah jadian." 


"nanti kalau kamu dilabrak sama wulan lagi gimana?"


"biarin aja aku udah sering dilabrak sama dia. Lagian rama duluan ko yang deketin aku. kan kesempetan buat aku. bakal ku balas semua perlakuan jahat dia ke aku selama ini." 


"huss kamu itu ngga baik nyimpan dendam kaya gitu."


Perbincangan mereka selesai saat ada guru memasuki kelas. 


.... 


Sore hari dirumah wulan sedang berbincang dengan kakanya di kamar. 


"mba? mba tau ngga?"


"engga."


 "tadi tuh disekolah rama deket banget sama ajeng. masa iya rama suka sama ajeng ya?"


"bisa aja, ajeng kan anaknya manis."


"tapi lebih cantik dan sexian aku kan mba, aku heran deh atau jangan jangan dia pake guna guna ya?" 


"kamu itu jangan ngaco ini jamannya tik tokan bukan jaman jahiliyah tau"


"tau ah pusing aku, oh iya bantuin aku atur acara buat ultah dong ka, aku mau konsep yang doraemon ya."


"kamu itu udah tua juga masih mau rayain ultah ultahan kaya anak bayi."


"iss kaka ini kan ultahku yang ke 17.  aku pastiin hari itu juga rama bakal balik lagi ke aku. hahaha" 


"punya rencana jahat apa kamu."


"ada dehh." ucap wulan sambil menjulurkan lidahnya pada sarah. setelah itu dia pergi dari kamar sarah. 


 "dasar anak muda."


....


Ira dan wulan baru saja pulang dari toko roti dan membeli beberapa perlengkapan untuk ulang tahun. Ira memang selalu memanjakan anak terakhirnya itu. mereka duduk diruang tamu saat itu juga masuklah ajeng.


wulan menatap tajam tubuh ajeng dia sangat berbeda dia memakai dress berwarna kuning dan tas senada, tentunya semua itu dia dapatkan dari mba sarah banyak baju bajunya yang sudah tidak muat diberikan pada ajeng. Kalau aku sih ogah pake baju bekas, ucapnya dalam hati. Tapi anehnya meskipun itu baju bekas tapi tampak pantas dipake ajeng. 


Wulan melihat ada sedikit tanda merah dileher ajeng. Melihat itu wulan sudah tau itu pasti perbuatan rama. dia sangat kesal tangannya gatal ingin memberi pelajaran pada anak cupu itu. tapi saat ini ibunya ada dirumah jadi dia urungkan niatnya.

"He ajeng nih tulisin nama nama anak satu kelas. 2 hari lagi aku ulang tahun. tulis yang bener. dilemparnya segepok undangan berwarna biru. 


Ajeng mengambil bungkusan berisi undangan itu. Bibirnya tersenyum ini adalah kesempatan untuk membalas sakit hatinya. Rama sudah pasti datang dan dia akan membuat wulan terbakar api cemburu nantinya. 

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Pelet Darah Haid   Gantung diri

    "Bibi aku mau kerumah temen dulu ya bi" ajeng berpamitan lalu mencium tangan bibinya yang sudah dia anggap seperti ibunya sendiri.Ira terlihat bahagia karena ajeng sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, selama ini dia hanya diam saja dirumah, hal itu membuat dirinya takut kalau ajeng tidak betah tinggal bersamanya.Setelah mengantarnya keluar Ira masuk keruang tamu dan duduk lagi bersama suaminya Suryo.Tok tok tok"Assalamualaikum.""Ahh baru saja duduk sudah harus bangkit lagi." decak ira dengan kesal tapi dengan cepat suryo menyentil hidungnya yang mancung, dengan begitu wajah kesalnya menghilang."Walaikumsalam." Ira membuka pintu dan yang pertama kali dilihatnya adalah susi."Silahkan masuk bapa bapa." Ira membuka pintu lebih lebar lalu mereka semua masu

  • Pelet Darah Haid   Kerasukan makhluk penghisap darah

    Sumi masih terisak, dia tidak rela anak satu satunya meninggal dengan keadaan tidak wajar. Dalam hatinya dia berniat untuk pergi ke dukun. Tak lupa dia juga mengajak meli siapa tau dia punya informasi yang bisa membantu sang dukun.Ki danang menjadi salah satu tujuan untuk mengorek informasi tentang kematian anaknya fania. Ki danang memang tinggal sekampung dengan sumi tapi jarak rumahnya dengan warga yang lain sangat jauh.Ki danang menetap dirumah sederhana jaraknya tak jauh dari tempat pemakaman tua. Pemakaman orang orang jaman dahulu yang pernah menjadi tempat bertemunya ajeng dan temannya jin penghisap darah."Apa budhe yakin mau ke orang pintar." Sumi dan meli berjalan dijalan setapak yang dipenuhi lumpur."Bude sangat yakin mel. Budhe merasa ada yang janggal dengan kematian fania. Apalagi kamu bilang 2 temanmu juga mengalami hal yang sama seperti fania."

  • Pelet Darah Haid   Teka teki baru

    Sebenarnya ajeng merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Darahnya berdesir hangat dia tidak mampu menolak setiap tindakan yang dilakukan rama.Ajeng membuka matanya dia melihat jam sudah menunjukan pukul 4 sore dia harus pulang takut bibinya mencarinya. tapi dia enggan untuk beranjak dari ranjang milik rama.Tanpa malu malu ajeng memeluk rama yang masih tertidur, perlahan matanya terbuka."Rama kamu benar benar menyayangiku kan?""iya ajeng sayang.""aku mau tanya, tapi kamu harus jawab jujur.""tanya aja.""kamu udah pernah lakuin ini ya sama wulan?""ahhh belum jeng. ini pertama kalinya aku lakuin sama kamu. Entah kenapa aku ngga bisa nahan diri kalau lagi bareng sama kamu. Kamu itu beda sama anak anak lain. Dari sekian banyaknya cewe

  • Pelet Darah Haid   Korban Pertama

    Bi inah pergi dari dapur dengan cepat ajeng menuangkan sedikit demi sedikit darah haid miliknya ke dalam cangkir lalu ditambahkan gula dan kopi hitam. Diam diam ajeng membuat 50 cangkir kopi hitam bercampur darah miliknya.Senyumnya menyeringai penuh kemenangan "hahaha ajal telah mengintai kalian semua.""gimana jeng, sirup yang tadi sore kemana?" tanya bi ira yang tiba tiba muncul."ehh engga tau bi, kayanya tadi sore masih ada dikantong plastik deh." ajeng menyudahi aktifitas mengaduk kopinya."Terus kamu bikin apa itu? masa kopi jeng minumnya?""aku juga ngga tau bi, didapur adanya gula sama kopi ya udah aku bikin aja." ucap ajeng sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu."ngga papa ko tante, acaranya pasti sampe larut malem, minum kopi cocok buat mata melek, lagian kopi buatan ajeng

  • Pelet Darah Haid   Ajal Telah Mengintai

    Kebetulan haid yang ditunggu telah datang, tamunya itu memang biasa datang ditanggal muda. Sekarang hatinya sudah sangat yakin ingin melakukan ritual itu, ritual pelet darah haid. Karena hanya Dengan cara ini dia bisa membalaskan sakit hati yang selama ini dia rasakan.Ajeng adalah anak baik yang selalu tersakiti. Sedikit perbuatan dan perkataan yang menggoreskan luka dihatinya bisa merubahnya menjadi manusia yang sangat kejam.Tidak ada lagi keraguan atau rasa takut dihatinya yang ada hanya rasa dendam yang berapi api. Sekarang juga akan dia balas orang orang yang sudah menyakitinya. Sebelumnya dia sudah pernah menggunakan darah haidnya untuk memelet seorang lelaki yang dia sukainya. Dan rencanya itu sukses besar membuatnya semakin yakin untuk melakukan ritual yang kedua ini yaitu ritul pelet darah haid untuk membunuh orang orang yang telah menyakitinya.Ajeng berdiri didepan cermin yang cu

  • Pelet Darah Haid   Pelecehan

    Wulan memasuki mobil disusul oleh ajeng. wulan duduk didepan disamping Suryo yang mengemudikan mobil berwarna hitam itu. Dengan cepat mobil itu melaju membelah jalanan.Setibanya dikelas wulan langsung membagikan kartu kecil berwarna biru kepada teman temannya dibantu meli dan fenia."Semuanya harus datang ya temen temen, pokonya acaranya meriah banget deh." ucep meli didampingi fania sedangkan wulan berjalan mendekati rama."sayang nanti kamu temenin aku terus ya. Aku udah siapin baju cauple buat kita.Rama hanya mendehem tidak memperdulikan wulan yang bergelantung manja dipundaknya....."kalian udah tau kan apa yang musti dilakukan nanti siang." bisik wulan kepada dua orang temannya."beres bos." jawab meli dan fania serentak lalu ketiganya tertawa bersamaan.Pukul 1 lebih 15 menit anak anak berhamb

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status