LOGINSetelah acara kangen-kangenan Kirani dengan Haleema kemarin, semua ini membuatnya semakin banyak pertanyaan di kepalanya tanpa mendapatkan jawabannya.
Tetapi tentu saja Kirani berterima kasih kepada Haleema diberi tahu soal Bornorium yang mereka duga akhirnya ada hubungan atas semua ini, tetapi entah apa yang jadi hubunganya sampai sekarang belum dapat jawabannya.
Akhirnya sejak itu Kirani jadi bertambah ketahuan melamumnya, sehingga kejutan-kejutan kecil bisa membuatnya kaget dan latah.
Kekagetan Kirani oleh hal yang sebanarnya biasa-biasa saja terjadi kembali.
Kali ini terjadi ketika Ia bersama teman-temannya selesai makan siang.
Tuing! Terdengar bunyi pesan masuk.
Kirani dibuat terkejut oleh hanya suara pelantang yang kali ini berasal dari tabung elektroniknya sendiri.
Untuk menutupi perasaan malu akibat banyak melamun, buru-buru Rani mengambil tabung miliknya yang ia taruh di sebelah piring.
Ia buka tabung elektroniknya lalu terbentang sebuah monitor virtual.
Ternyata wajah Papanya yang muncul.
"Hei, ada pesan dari papaku!" Ujar Rani girang. Rani menekan tombol Jalan di layar lalu rekaman video mulai berjalan:
"Rani kemana saja?"
Mata Rani sudah berkaca-kaca mendapati Papanya yang mengirim pesan.
"Kok lama gak balas pesan papa ? Jangan sedih ya sayang ...."
Kirani tersenyum sambil menghapus air mata yang mengembang di matanya. Seolah-olah Papa tahu saja apa yang dirasakan Kirani saat ini.
"Ran, Papa kirim paket untukmu supaya kamu jangan sedih lagi."
Itu saja pesan video Papa. Lalu Rani menutup rekaman.
Kirani berdiri sambil mengemasi barang-barangnya.
"Permisi bro sis," ucap Rani pamit. "Aku harus lihat paket itu dulu ya ...."
Teman-teman memaklumi kepergiannya yang tergesa-gesa.
Iriana bahkan sempat berpesan, "Tetap semangat, Ran!"
Rani naik hooverboard ke kamarnya sehingga cepat sampai.
Di depan kamarnya ia menekan tombol sebuah box. Jendela Box terbuka lalu keluar baki menyodorkan sebuah paket
Langsung saja Rani mengambil lalu segera merobek kertas pembungkusnya.
Setelah kertas pembungkusnya dilucuti, Rani mendapatkan sebuah Diary yang membuatnya terheran-heran?
Diary, kok? Gumam Rani tidak habis pikir.
Pada diary itu ada terselip secarik kertas. Lalu Ia ambil. Ternyata kertas itu berisi pesan yang berupa tulisan tangan. Pelan-pelan Rani membacanya.
"Rani, diary ini akan membantu memecahkan kasusmu
jangan sampai orang lain tahu kamu memegang diary ini!"
Kirani berhenti melanjutkan bacaan pesan itu.
.... tapi, ini bukan tulisan Papa !? gumamnya, misteri apa lagi ini?
Rani tengok kiri kanan memastikan tidak ada orang yang melihatnya.
Lalu Ia bergegas masuk ke kamar.
Semua barang-barang yang ia pegang ditaruh di atas meja. Setelah itu Ia duduk di atas ranjang sambil membolak-balik setiap halaman diary.
Pada bagian-bagian yang penting Ia berhenti unutk dibaca lebih teliti.
Akhirnya Ia mengambil kesimpulan, ternyata diary ini milik seorang astronot!
Rani belum habis pikir, kok papa punya diary ini? Oh ya, aku belum selesai baca pesan dari papa.
Kirani ambil pesan di secarik kertas itu kembali. Lalu melanjutkan baca paragraf yang lain.
"Benar Ran, ini bukan tulisan papa, tapi ini benar pesan dari Papa!
Papa punya teman lama yang sekarang berada di New Batavia juga dan orang inilah sebenarnya pemilik diary ini. Ia pula yang Papa minta menuliskan pesan Papa ini untukmu. Papa minta tolong kepadanya mengatur semua ini."
Hm, gumam Kirani paham sekarang setelah mengetahui duduk perkaranya.
dia adalah cucu Rikwanto, astronot pionir proyek columbus.
"Kamu tidak perlu tahu siapa teman Papa itu, karena dia meminta dirahasiakan identitasnya dari semua orang. Bacalah, semoga ini menolongmu.
Salam dari Mama Oh ya, Adikmu tidak sempat menitip salam karena sekarang dia sudah ikut pendidikan Secaba."
Alhamdulillah, Rani bersyukur memiliki orang tua yang perhatian. Terima kasih Pah !
Rani sudah tahu Aldrin masuk Secaba dan Ia bersyukur mendengarnya. Kini di Bumi Ia tahu keluarganya semakin membaik kehidupannya jadi Ia semakin merasa tentram meninggalkan mereka di bumi.
Lalu Kirani memperbaiki posisi duduknya agar lebih enak baca diary ini yang sekarang mulai menarik perhatiannya.
Catatan di halaman-halaman menampilkan coretan-coretan tulisan tangan yang harus teliti membacanya karena banyak tulisan yang ditempatkan sembarangan atau banyak berupa catatan kaki yang merujuk ke halaman lain.
Kirani membaca ulang Diary mulai dari awal lembar halaman.
Catatan Insinyur mesin, Kolonel Penerbang AURI dan Astronot Rikwanto Subardi:
"Aku mulai sadar penuh dan mendapatkan diriku di pembaringan yang berada di dalam sebuah kabin pesawat luar angkasa.
13 juni 2018 ini hari ke 13 semenjak aku sadar dari pingsan. Sekarang aku bisa duduk dan menuliskan catatan ini.
Tapi bila dihitung dari waktu pesawat luar angkasa columbus yang kami tumpangi telah jatuh di planet ini, adalah hari ke 29."
Baru membaca sampai di sini saja, imajinasi Kirani seolah-olah dibawa beralih ke pengalaman Kapten Rikwanto langsung puluhan tahun yang lalu. Lalu ia lanjutkan bacaannya.
"Ketika aku siuman, semula aku mengira telah dievakuasi oleh orang-orang dari LAPAN. Belakangan aku sadar mereka adalah penduduk planet ini. Mereka adalah Magadorran atau orang-orang dari Magadorr.
Orang-orang asing berdiri melingkar di pembaringanku.
Akhirnya aku sadar, ternyata planet ini berpenghuni manusia. padahal tadinya LAPAN, termasuk aku sendiri meyakini tidak ada manusia selain di bumi.
Aku terluka parah dan rupanya wanita-wanita itulah yang telah merawatku selama ini.
Semenjak pesawat kami untuk kali pertama memasuki atmosfir planet.
Tetapi semakin dalam memasuki atmosfir, pesawat turun di luar kendali.
Pesawat jatuh bebas !
Pilot utama sudah putus asa karena tidak mengerti kenapa pesawat tidak bisa dikendalikan.
Aku adalah co pilot, dan tetap berusaha memberikan laporan navigasi
Semua alarm telah berbunyi panik.
TUWET,
TUWET,
TUWET.
.... kita baru saja mendapatkan perhitungan, ternyata ukuran planet ini 100 kali lebih besar dari planet bumi . dan ternyata pula gravitasinya 100 kali lebih kuat dari bumi. Sedangkan pesawat ini dirancang untuk digunakan di planet bumi.
Alat-alat perimeter terus berbunyi panik.
TUWET,
TUWET,
TUWET .
Tidak ada yang bisa kami lakukan selain mempertahankan pesawat bisa terbang stabil.
kami usahakan dorongan jet tetap stabil agar membuat pesawat terbang secara horisontal untuk mengurangi daya jatuh.
Tapi terbang demikian membuat lapisan luar pesawat terbakar lebih cepat !
Monitor sudah tidak memperlihatkan sisi luar pesawat, tapi indikator temperatur menunjuk pada angka 1000 kelvin. Pesawat turun sudah seperti meteor jatuh. Pesawat telah terbakar!
Ketinggian pesawat sudah di bawah 1000 feet.
Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan ... hanya berdoa!
"Dari cerita Magadorran, pesawat jatuh di sebuah padang pasir. Sewaktu jatuh ada beberapa orang yang sedang berburu dengan menunggang kuda dan mengira itu adalah kereta perang yang turun dari langit.
… saat benturan telah terjadi, yang kuingat hanyalah hamburan tanah diterjang Columbus
Brak! Saat itupula aku jatuh pingsan.
…
Malah tadinya aku mengira sudah turut mati bersama pilot dan kru lainnya. []
AUUUUMM!Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.CRAP!Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.AUGRRRR!Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.Sebuah
Satu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.TUUUUUUT .!Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.Di belakang barisan tank Magadorr ini ada be
Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk pada sebuah kursi megah.Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya."Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake
"Luas wilayah Magadorr hanya titik dalam bola ini." Tunjuk Jake. "Bila Anda pergi lurus ke arah matahari terbit atau sebaliknya, maka Anda akan datang dari tempat sebaliknya. Karena sesungguhnya dunia berbentuk bulat seperti batu ini."Penjelasan sederhana seperti ini membuat Budun Daut tercengang. Ia tidak berkata- kata tapi air mukanya tampak jelas sedang berpikir dan mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Jake."Apakah itu berarti matahari di langit pun berjalan seperti itu?" Tanyanya."Bukan begitu." Sela Jake. "Begini." Kata Jake sambil meraih batu di atas meja kemudian meletakan di samping tangan Budun Daut yang memegang batu."Anggap batu di tanganku adalah Matahari yang sebenarnya jauh lebih besar daripada dunia dan anggap ini adalah matahari." Ujar Jake sambil menunjukan batu sebesar bola kaki itu yang Ia pegang."Dunia ini berputar pada porosnya sehingga terjadi siang dan malam." Papar Jake sambil memutar tangan kanan Budun daut dengan tangan k
Selepas senja kala berlalu Jake dan Kirani diundang makan malam oleh Burila Durr.Pada kesempatan itu Burila Durr memperkenalkan adik perempuannya yang bernama Malikan.Putri Malikan seorang wanita yang sangat cantik mempesona. Bentuk tubuhnya bagus seperti Kirani. Bedanya bila Kirani ada tomboynya, tetapi Malikan sangat anggun. Setiap gerak gerik Putri Malikan mencerminkan seorang wanita bangsawan sejati.Budun Daut dan seorang Panglima kerajaan juga turut bersama mereka dalam perjamuan ini. Pangeran Burila Durr memperkenalkan pria itu bernama Soraloga.Panglima Soraloga tidak banyak bicara dan bersahaja, tetapi sorot matanya tajam. Berbanding terbalik dengan Putri Malikan yang ternyata sangat ramah dan menyambut hangat kepada Kirani.Tetapi dalam pandangan Kirani, wajah Putri Malikan menyembunyikan kesedihan. Tetapi tentu saja Kirani tidak berani lancang bertanya.Dalam kesempatan perjamuan ini Burila Durr menyampaikan ajakan kepada J
Iring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ib