Se connecterKirani sudah kembali di sector H. Setiap orang mencuri-curi pandang ketika Kirani datang.
Kirani sendiri bukannya tidak tahu. Tapi ia abaikan saja. Terlalu banyak yang harus ia pikirkan dan tidak mau menambah beban pikiran lagi.
Ia langsung menuju ke ruangan kantor dan duduk di belakang meja kerjanya. Di depan meja kerjanya terdapat monitor-monitor yang memantau pekerjaan di setiap sub sektor.
Tidak lama kemudian Rani sudah fokus menganalisa data-data pada layar monitor.
Namun sekuat Ia berusa fokus, kecemasan terhadap nasib Jake terus mengusik pikirannya.
Jake, Gumam Kirani. di mana kamu?
Rani menyandarkan punggung pada kursi sambil melamun kembali .
Beberapa pekerja yang lewat melihat Rani dari balik kaca jendela sedang galau. Dan tiba-tiba saja Kirani menyadari dirinya sedang menjadi pusat perhatian.
Buru-buru Ia kembali ke pekerjaannya sendiri. Tetapi pada saat itu pula, Ting! Riba-tiba Rani mendapat sebuah ilham.
Bergegas Ia berdiri dan meninggalkan meja kerjanya lalu pergi ke luar kantornya. []
Rani mengambil sebuah hoverboard di locker, lalu mengarahkan pergi ke mess.
Tiba di depan kamarnya sendiri, Ia tinggalkan hooverboard lalu masuk ke kamarnya
Di dalam ia nyalakan komputer.
Setelah browser siap, Ia mengetikkan kata kunci RIDIK WADNTODO pada papan layar sentuh
Sesaat kemudian hasil pencarian muncul. Wajah Kirani tertimpa pantulan cahaya berupa data-data yang ia teliti satu persatu.
Tetapi tidak ia temukan yang ia cari. Lalu mengetik ulang dengan kata kunci lain.
TAK TIK TUK
TUK TAK TIK TUK
Terdengar seru nada keypad virtual diketuk-ketuk oleh jemari Kirani.
TUENG! Hasilnya : NIHIL kembali.
Rani belum menyerah, lalu coba lagi
TAK TIK TUK
TUK TAK TIK TUK
Menunggu sebentar
TUENG! Hasilnya masih NIHIL!
TUENG!
TUENG!
....
TUENG!
Rani jengkel, pencariannya terus NIHIL!
Sekarang benar-benar Kirani menjadi frustasi.
Rani menangis sambil menyenderkan kepala di atas meja beralas kedua tangannya. Hanya itu yang bisa Ia lakukan.
Walaupun begitu Ia masih sempat menyeka air mata. Lalu Ia bangun memeluk kedua kakinya
Ia sudah berusaha membuang pikiran-pikiran lain, tetapi justru sebaliknya membuat sakit kepala dan sakit perut.
Akhirnya terkulai menyandarkan kepala saja ke sandaran kursi hanya untuk melamun dan membiarkan pikirannya ngelantur kemana-mana.
Lama Ia dalam keadaan seperti itu. Akhirnya tanpa disengaja lamunannya sampai pada suatu ide.
Mungkin ridik ini adalah seorang astronot yang di turunkan di planet ini? Pikir Rani.
Kalau begitu aku harus mengakses sejarah proyek Colombus dari awal.
Seolah-olah mendapatkan semangat baru, Rani menurunkan kedua kakinya kembali dan browsing lagi.
TAK TIK TUK
TUK TAK TIK TUK kembali terdengar nada keypad layar sentuh.
Hanya sebentar, Bray! Tampil di layar monitor virtual, situs resmi proyek Colombus.
Kirani mendekatkan wajahnya ke layar monitor virtual sambil menempatkan telunjuknya meneliti berita satu-persatu.
Tetapi satu jam telah berlalu hasilnya sama NIHIL!
Apes ! Gerutu Kirani yang akhirnya melemparkan tubuhnya ke sandaran kursi kembali.
Belum puas seperti itu, segala barang di atas meja disapu oleh tangganya hingga berjatuhan ke lantai.
Prang, Bruk, Plak, Trang! barang barang berjatuhan menimbulkan berbagai macam bunyi. Tetapi Kirani tidak peduli.
Lalu Ia membuang tubuh ke sandaran kursi kembali.
Heran? Di situs resmi DepPAN kok nggak ada data yang cocok?
Wajah Rani tengadah memandangi langit-langit dengan kedua tangan di belakang kepala.
Tiba-tiba Kirani dibuat terkejut oleh suara yang berasal dari gelangnya. Tiid, Tiid, Tiiid!
Astaga, bikin kaget saja, Omel Kirani yang sempat dibuat kaget oleh suara pelantang waktu jam makan siang kali ini. []
Dua minggu telah berlalu. Bagi orang lain tidak terasa. Tetapi bagi Kirani merupakan saat-saat siksaan.
Kirani pernah mengajukan cuti ke Managernya, tetapi tidak dikabulkan. Jadwal sangat ketat dan dua bulan lagi Migrasi sudah akan tiba, begitu alasan Pak Aldi.
Kirani juga tahu diri sehingga kembali fokus pada tanggung jawabnya.
Tetapi Kirani pernah berupaya mencari keterangan ke Letnan Kolonel Lawalata, Komandan Batalyon, tetapi sulit menembus birokrasi Markas Kodim dan Mattew pun tidak bisa berbuat banyak.
Meskipun Tania selalu menghibur Kirani, namun hal itu juga tidak menolong.
Tiba-tiba ada kejutan kecil. Haleema mengontak Kirani!
Kirani terkejut karena hampir saja melupakan Haleema.
Bergegas Kirani mengaktifkan video call dari sahabat karib lain selain Irina yang selalu bersama dalam perjalanan di kapal induk Columbus yang memberangkat mereka ke Planet Halo
"Hi, Haleema, apa kabar?" Sapa Kirani terhibur mendapatkan Haleema menghubunginya. "Maafkan Aku hampir lupa sama kamu."
"Aku baik, Ran." Sahut Haleema. "Aku ikut sedih mendengar kabarmu." Ucap Haleema yang segera menghapus air mata yang sudah mengembang ketika bertatap muka jarak jauh dengan Kirani.
Kirani pun tidak urung tergugah kembali. "Makasih Haleema ..."
"Oh ya, kenalkan ini Tania, teman sekamar aku." Kirani merangkul bahu Tania yang segera melambaikan tangan kepada Haleema. Haleema dan Tania saling menyapa.
Beberapa saat kemudian Haleema bicara serius kepada Kirani.
"Ran, dalam ilmu Astrogeologi, banyak anomali karena keterbatasan sains." Ujar Haleema. "Ketika aku bersama senior-seniorku melakukan analisa geologi planet ini, kami terkejut menemukan ada kandungan mineral Bornorium di Planet ini!"
"Bornorium kan bahan bakarnya Kapal Induk Colombus!?" Tanya Kirani.
"Benar, tapi bukan cuma dipakai untuk bahan bakar Kapal Induk saja," Kata Haleema. "Semua bahan bakar space shuttle, pesawat-pesawat, unimob, unicycle, peluru untuk pistol dan cetbang, bahkan buat penerangan dan memasak, bahan dasarnya mineral bornorium ini."
"Yup, bener." Ujar Kirani. "Bornorium murni seukuran batre jam dinding bisa jadi bahan bakar unicycle dipakai selama setahun nonstop. Nah, DepPAN telah memanfaatkan Boronium yang ditambang dari tanah di kutub utara dan selatan Bumi. Boronium merupakan mineral ekstrasi jutaan tahun dari tanah di bumi yang terkumpul di kedua tempat itu oleh gaya tarik magnetisme Bumi.
Tahu gak? Ukuran planet Saturnus 100 kali lebih besar dari Bumi dan magnetisme di Planet ini berbeda dengan Bumi.
Apabila di Bumi, kutub positif dan negatifnya ada di utara dan selatan, maka magnetism saturnus, kedua kutubnya berada di seputar ekuator planet. Oleh sebab itulah aurora planet ini berada di seputar angkasa planet, Dari itu pulalah planet ini memiliki cincin bila dipandang dari luar angkasa. Dan tentu saja kandungan Boronium di planet ini sangat melimpah.
Bayangkan potensi energi yang bisa ditambang dari tanah di saturnus? Padahal di Bumi bornorium persediaanya sudah kritis. Sementara energi lain di Bumi sudah lama habis."
Mendengar penuturan Haleema, Kirani menjadi tertegun.
"Lalu kenapa kita baru tahu?" Kirani bertanya-tanya. "Tapi tentu DepPAN dan DK PBB tahu semua ini kan?"
"Ya tentu saja!" Jawab Haleema. "Tapi inilah yang jadi pertanyaan Kami para geologis, kenapa DepPAN dan DK PBB tidak pernah merilis soal ini?"
"Trus apa hubungannya dengan masalahku nih?" Tanya Kirani menampakkan wajah bingung.
"Idih, kamu lucu," ujar Haleema melihat raut muka Kirani.
Kirani dan Tania jadi ikut tertawa bersama-sama.
Lalu Haleema melanjutkan obrolan.
"Aku menghubungimu juga karena ingin menyampaikan hal ini," Kata Haleema. "Tetapi Aku sendiri tidak tahu adakah hubungannya dengan apa yang sedang Kamu alami saat ini?
Aku hanya titip pesan supaya Kamu hati-hati, Aku yakin ada sesuatu yang besar sedang terjadi, tetapi Aku sendiri tidak tahu apakah itu?"
"Idih, kamu membuat Aku semakin ketakutan ...." Ujar Kirani lirih.
"Ini serius Ran," Sahut Haleema. "Hasil analisa komputer oleh senior-seniorku, ternyata magnetisme planet ini, makhluk hidup lho ...!"
"Maksudmu ...?"
"Lihat ini!" Ujar Haleema sambil menunjukkan kepada sebuah monitor virtual pula yang muncul di antara mereka bertiga.
Pada monitor cahaya tergambar planet Saturnus dan yang menarik perhatian Kirani dan juga Tania adalah magnetisme planet itu ...!
"Ini adalah citra satelit dari laboratorium kami," Haleema membuka paparannya. "Tampak jelas sekali pada monitor, menunjukkan magnetisme planet ini tersusun atas benang-benang cahaya berwarna putih. Kemudian sebuah inzet tampil ... dan semakin memperlihatkan cahaya-cahaya seukuran mikro itu telah diperbesar berkali-kali lipat hingga tampak cahaya itu selalu bergerak dan berkelap kelip ... mirip simpul-simpul saraf!
... Aku bersama para seniorku secara tidak sengaja mendapat respon ketika mengirim sinyal ke sistem magnetisme planet ini ...
Ternyata Kita berada di dalam sebuah benda hidup, Ran. Planet Saturnus adalah makhluk hidup!
Tapi sekalipun demikian Kami juga belum yakin apakah itu memang respon yang nyata? Sebab yang kami lakukan acak dan belum mendapatkan pola-pola komunikasi yang utuh ... Hal ini kami terus dalami, hingga kami yakin dan menemukan cara bisa berkomunikasi dengan Magnet ajaib planet ini."
Sampai di sini Haleema tidak banyak bicara lagi. Demikian pula dengan Kirani dan Tania yang semakin merasa di bawa ke alam khayal.
"Ini Aku sampaikan padamu, siapa tahu akan berguna untukmu ...." Pungkas Haleema. []
AUUUUMM!Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.CRAP!Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.AUGRRRR!Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.Sebuah
Satu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.TUUUUUUT .!Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.Di belakang barisan tank Magadorr ini ada be
Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk pada sebuah kursi megah.Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya."Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake
"Luas wilayah Magadorr hanya titik dalam bola ini." Tunjuk Jake. "Bila Anda pergi lurus ke arah matahari terbit atau sebaliknya, maka Anda akan datang dari tempat sebaliknya. Karena sesungguhnya dunia berbentuk bulat seperti batu ini."Penjelasan sederhana seperti ini membuat Budun Daut tercengang. Ia tidak berkata- kata tapi air mukanya tampak jelas sedang berpikir dan mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Jake."Apakah itu berarti matahari di langit pun berjalan seperti itu?" Tanyanya."Bukan begitu." Sela Jake. "Begini." Kata Jake sambil meraih batu di atas meja kemudian meletakan di samping tangan Budun Daut yang memegang batu."Anggap batu di tanganku adalah Matahari yang sebenarnya jauh lebih besar daripada dunia dan anggap ini adalah matahari." Ujar Jake sambil menunjukan batu sebesar bola kaki itu yang Ia pegang."Dunia ini berputar pada porosnya sehingga terjadi siang dan malam." Papar Jake sambil memutar tangan kanan Budun daut dengan tangan k
Selepas senja kala berlalu Jake dan Kirani diundang makan malam oleh Burila Durr.Pada kesempatan itu Burila Durr memperkenalkan adik perempuannya yang bernama Malikan.Putri Malikan seorang wanita yang sangat cantik mempesona. Bentuk tubuhnya bagus seperti Kirani. Bedanya bila Kirani ada tomboynya, tetapi Malikan sangat anggun. Setiap gerak gerik Putri Malikan mencerminkan seorang wanita bangsawan sejati.Budun Daut dan seorang Panglima kerajaan juga turut bersama mereka dalam perjamuan ini. Pangeran Burila Durr memperkenalkan pria itu bernama Soraloga.Panglima Soraloga tidak banyak bicara dan bersahaja, tetapi sorot matanya tajam. Berbanding terbalik dengan Putri Malikan yang ternyata sangat ramah dan menyambut hangat kepada Kirani.Tetapi dalam pandangan Kirani, wajah Putri Malikan menyembunyikan kesedihan. Tetapi tentu saja Kirani tidak berani lancang bertanya.Dalam kesempatan perjamuan ini Burila Durr menyampaikan ajakan kepada J
Iring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ib