Home / All / Sky Seeker / Jake Menghilang?

Share

Jake Menghilang?

Author: Handi Yawan
last update publish date: 2020-11-01 12:24:00

"Maaf Ran, akupun belum jelas." Aku William. "Di ruang lobi ada dua orang tentara dari Batalyon. Aku kemari diminta manager supaya kau menemui mereka."

"Oh, baik!" Ujar Kirani sigap.

Lalu Kirani meletakkan alat pengelasan dan melucuti kedua sarung tangan di atas sebuah meja. Kemudian kacamata pelindung pun ia letakkan pula di sana.

Setelah itu bergegas pula Kirani menuliskan sebuah catatan di papan elektroniknya sendiri. Setelah selesai menulis, Kirani tinggalkan papan elektronik bersama barang-barang tadi di atas meja.

Kemudian Rani mengambil hoverboard dari loker dan menaruhnya di bawah. Lalu bergegas Ia naik papan luncur mengapung itu.

Selanjutnya Ia mengarahkan hoverboard menyusul William yang pergi duluan. Kedua hoverboard bergerak maju mengikuti jalur berwarna kuning di lantai

Tidak lama kemudian Rani dan William tiba di ruang lobi. Tetapi yang masuk ruang lobi hanya Rani setelah meninggalkan hoverboard di luar lalu masuk. Rani telah melepas ransel terbangnya dan menaruh di sebuah loker.

Di ruang lobi, sudah ada Mattew menunggu kedatangan Rani. Ia ditemani oleh Kepala sektor H.

"Matt, apa yang terjadi?" Tanya Kirani langsung meminta penjelasan dari Mattew.

"Justru itu kami kemari Ran."  Ujar Mattew. "Barangkali kau tahu soal Jake yang menghilang?"

"Aku tidak tahu?" Aku Kirani dengan jujur. "Seharian ini Aku belum ketemu Dia!"

"Jangan kuatir Ran."  Ucap Matt. "Kami percaya padamu!"

"Aku harus mencari Jake!" Pinta Kirani. "Dia pasti pergi menemui orang Magadorr!"

"Ya," kata Mattew paham. "Kami menemukan Tembus2000 di kaki bukit Cudakdit, tetapi Jake nya sendiri tidak ada!"

"Apakah Jake meninggalkan sepeda motor itu lalu ikut bersama mereka?" Tanya Kirani mencoba menerka hubungan sepeda motor Tembus2000 dengan hilangnya Jake. "Berarti mereka belum jauh!"

"Semoga," kata Mattew. "Kapten Chopra mengajakmu ikut bersama kami mencari Jake." 

"Ayo!" Ajak Rani antusias mendengar hal itu.

Bergegas mereka berpamitan kepada atasan Kirani.

Lalu Rani dan Mattew pergi keluar.

Di luar telah menunggu tiga buah pesawat yang salah satunya lebih besar dari kedua pesawat tempur. Tetapi hanya satu pesawat yang mendarat dan menurunkan penyangga sayap pada kedua sisi masing-masing sayapnya yang berbentuk cakram.

Pesawat ini telah membuka pintu menanti kedatangan Kirani.

Rani bergegas meniti anak tangga, lalu masuk ke dalam pesawat diantar oleh Mattew yang bersamanya.

Sebentar saja Rani sudah berada di dalam kabin dan mencari kursi yang kosong.

Ternyata di dalam sudah ada Walikota New Batavia pula.

Rani mengangguk berikan penghormatan kepada Walikotanya. Ia tidak mengira Walikota sendiri turut dalam pesawat ini mencari Jake.

"Pakai sabuk pengamanmu." kata Pak Walikota, "Kita segera berangkat."

Buru-buru Rani duduk di kursi yang tersedia lalu menurunkan sabuk pengaman ke badannya.

Setelah semua dipastikan siap, lalu pesawat mulai bergerak naik.

Melalui jendela, Rani melihat dua pesawat yang lebih kecil telah melaju lebih dahulu.

Sekarang ketiga pesawat sudah bergerak maju dengan kecepatan penuh.

Di dalam perjalanan, Pilot pesawat menyempatkan memberikan laporan kepada Pak Suharyadi.

"Pak Wali, jejak orang-orang magadorr telah kami lihat," Kata Pilot menunjukkan gambar pada sebuah monitor kepada Pak Suharyadi. "Jejak ini akan menuntun kita pergi ke mereka yang diperkiran belum jauh."

Walaupun gelisah di tempat duduknya, Kirani alihkan perhatiannya melihat keluar.

Bukit-bukit batu puncak Cudakdit telah mereka lintasi.

Ini adalah pengalaman pertama bagi Kirani pergi lebih jauh dari puncak tempat masalah semua ini berawal.

Satu buah pesawat tempur tampak di depan. Yang satu lagi tidak terlihat karena berada di belakang pesawat yang Rani naiki.

Dari pemandangan yang sekarang Rani lihat, Ia tahu ketiga pesawat melaju dengan kecepatan tinggi.

Pemandangan berupa daratan berbatu dan bukit-bukit batu pula. Hanya sesekali tampak pohon semak yang tumbuh di antara sela-sela bebatuan.

Tetapi sekarang pemandangan mulai berganti menjadi padang savana.

Beberapa hewan savana tampak merumput, lalu sejenak terkejut melihat ada beberapa benda terbang. Tetapi hanya sejenak terusik karena ketiga pesawat bergerak terbang sangat cepat.

Sampai akhirnya sekarang di kaki langit mulai Nampak rombongan Magadorr yang menyemuti daratan.

Jumlah orang-orang Magadorr ternyata lebih banyak daripada ketika melakukan kunjungan ke New Batavia. Mereka memenuhi hampir seluruh daratan padang savana. Beberapa dari mereka naik kuda dan ada kereta kuda pula. Tetapi sebagian besar berjalan kaki

Orang-orang Magadorr telah melihat kedatangan pesawat pesawat yang datang dari angkasa.

Setelah tiba di atas mereka, pesawat paling besar turun dan sementara itu dua buah lainnya tetap berada di angkasa.

Orang-orang Magadorr menanti bersama Pemimpin mereka, BurilaDurr yang telah berada di luar keretanya.

Walikota turun dari pesawat di dampingi Mattew dan seorang tentara yang tadi datang bersamanya dan bersenjata lengkap.

Budut Daut lah yang datang menyambut mereka. Sementara Burila Durr tetap berada di samping kereta kuda.

"Salam" Sapa Pak Walikota. "Maafkan kedatangan kami telah mengagetkan kalian. Kami mencari Jake, dia menghilang." 

"Jake dewa muda yang telah membunuh Panglima kami?"  Ucap Budun Daut. "Dia tidak ada bersama kami!"

Budun Daut berusaha meyakinkan Pak Walikota. "Sejak kami pulang dari kerajaan atas angin, kami tidak pernah bersamanya dan kami tidak mungkin berani menculik dewa."

Pada saat itu seorang kru pesawat tempur mengontak Pak Suharyadi melalui komunikasi jarak jauh. Walikota menempelkan tangan kiri ketelinganya untuk menyimak laporan pilot melalui pelantang kecil tanpa kabel.

"Pak Wali  Dia tidak bohong!" Lapor Pilot pesawat tempur. "Kami telah melacak Jake sejauh radius 10 km tapi Jake tidak ada bersama mereka."

Mendengar laporan itu Pak Walokota berpamitan kepada Budun Daut.

"Hm, baiklah. Kami pamit!" Ucap Pak Walikota kepada Budun Daut. "Sampaikan salam kepada Pangeran Burila Durr."

Lalu Walikota berbalik badan kembali berjalan masuk pintu pesawat diikuti kedua pengawalnya. Tidak lama kemudian, orang-orang Magadorr telah melihat pesawat itu mengangkasa.

Di dalam kabin Kirani menanti apa yang akan dikatakan oleh Pak Walikota kepadanya. Tetapi Pak Walikota tidak banyak bicara pula.

Karena Walikota diam saja, terpaksa Kirani yang bertanya. Terus apa yang harus kita lakukan untuk mencari Jake?

"Aku juga tidak tahu harus mencari kemana lagi?" Aku Pak Walikota.

Nanti kita pikirkan lagi bagaimana caranya. Sekarang Kita kembali ke New Batavia. "Aku akan menmui Komandan Kodim untuk memberikan laporan lagi ke DepPAN dan Dewan Keamanan PBB di Bumi, meskipun laporan sebelumnya belum juga ada tanggapan." 

Tidak ada pula yang bisa dilakukan lagi oleh Kirani.

Sekarang Rani bisa menerima keadaan karena semua terjadi di luar kuasa siapapun.

Akhirnya Rani duduk saja di kursinya memandang lurus ke depan sambil melamun.

Kemana gerangan perginya Jake?  Kemana Jake?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus merongrong pikiran Kirani.

Padahal Ia telah berjanji padaku, tidak akan meninggalkan Aku!

Ahhh,  semua ini telah membuat semakin sesak dadanya.

Rani mengalihkan pandangan keluar, berharap menemukan Jake. Tetapi yang ada hanya pantulan wajahnya sendiri di kaca. []

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sky Seeker   Jake Menjadi Gladiator

    AUUUUMM!Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.CRAP!Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.AUGRRRR!Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.Sebuah

  • Sky Seeker   Pameran Kekuatan Kerajaan

    Satu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.TUUUUUUT .!Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.Di belakang barisan tank Magadorr ini ada be

  • Sky Seeker   Nubuat Seorang Avatar

    Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk pada sebuah kursi megah.Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya."Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake

  • Sky Seeker   Mantra Para Dewa

    "Luas wilayah Magadorr hanya titik dalam bola ini." Tunjuk Jake. "Bila Anda pergi lurus ke arah matahari terbit atau sebaliknya, maka Anda akan datang dari tempat sebaliknya. Karena sesungguhnya dunia berbentuk bulat seperti batu ini."Penjelasan sederhana seperti ini membuat Budun Daut tercengang. Ia tidak berkata- kata tapi air mukanya tampak jelas sedang berpikir dan mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Jake."Apakah itu berarti matahari di langit pun berjalan seperti itu?" Tanyanya."Bukan begitu." Sela Jake. "Begini." Kata Jake sambil meraih batu di atas meja kemudian meletakan di samping tangan Budun Daut yang memegang batu."Anggap batu di tanganku adalah Matahari yang sebenarnya jauh lebih besar daripada dunia dan anggap ini adalah matahari." Ujar Jake sambil menunjukan batu sebesar bola kaki itu yang Ia pegang."Dunia ini berputar pada porosnya sehingga terjadi siang dan malam." Papar Jake sambil memutar tangan kanan Budun daut dengan tangan k

  • Sky Seeker   Di Perpustakaan Kerajaan

    Selepas senja kala berlalu Jake dan Kirani diundang makan malam oleh Burila Durr.Pada kesempatan itu Burila Durr memperkenalkan adik perempuannya yang bernama Malikan.Putri Malikan seorang wanita yang sangat cantik mempesona. Bentuk tubuhnya bagus seperti Kirani. Bedanya bila Kirani ada tomboynya, tetapi Malikan sangat anggun. Setiap gerak gerik Putri Malikan mencerminkan seorang wanita bangsawan sejati.Budun Daut dan seorang Panglima kerajaan juga turut bersama mereka dalam perjamuan ini. Pangeran Burila Durr memperkenalkan pria itu bernama Soraloga.Panglima Soraloga tidak banyak bicara dan bersahaja, tetapi sorot matanya tajam. Berbanding terbalik dengan Putri Malikan yang ternyata sangat ramah dan menyambut hangat kepada Kirani.Tetapi dalam pandangan Kirani, wajah Putri Malikan menyembunyikan kesedihan. Tetapi tentu saja Kirani tidak berani lancang bertanya.Dalam kesempatan perjamuan ini Burila Durr menyampaikan ajakan kepada J

  • Sky Seeker   Tawanan Istimewa

    Iring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ib

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status