Home / All / Sky Seeker / Nasi Telah Menjadi Bubur

Share

Nasi Telah Menjadi Bubur

Author: Handi Yawan
last update publish date: 2020-11-01 09:22:43

Beberapa jam telah berlalu semenjak Magadorran pergi, Kirani merasa tertekan.

Kedatangan mereka dirasakan oleh Kirani seolah-olah menelanjangi kecerobohannya telah pergi ke luar koloni tanpa ijin.

Tadinya semua sudah sepakat tidak membicarakan sedikitpun soal insiden di puncak Cudakdit itu. Tidak disangka mereka datang ke Koloni dan Duar ... semua menjadi kacau!

Kini seolah-olah bola panas terpaksa dipegangnya.

Jadi, pulang dari tempat kerja, Kirani mengenakan baju longgar dan kerudungnya menutupi kepala dan sebagian wajahnya. Ia merasa enggan pulang ke kamar di mess. Sehingga Ia memutuskan terus berjalan kaki lari dari kenyataan dan menghindar bertemu dengan teman-teman.

Tanpa terasa Kirani berada di depan gedung guest house, ternyata Ia telah berjalan sejauh tiga blok. Di tempat ini bukan lingkungannya dan tidak ada yang mengenalinya, sehingga Ia merasa sedikit lega.

Lalu Ia masuk ke gedung itu dan mencari pojokan sebuah café.

Biasanya kalau lagi merasa suntuk, Kirani bermain game. Tetapi sekarang pikirannya lagi kalut, dan boro-boro bisa fokus pada permainan.

Akhirnya Kirani membeli secangkir kopi dan cemilan saja. Lalu setelah dibayar, Ia bawa ke luar yang ada tamannya.

Guest house ini luas, banyak fasilitas olah raganya. Kirani tidak perlu masuk untuk mencari tahu mereka sedang main apa, karena dari teriak dan bunyi-bunyian sepatu atau pukulan sudah cukup ditebak.

Sebenarnya sudah lama Kirani ingin datang ke tempat ini untuk berolah raga kegemarannya, cuma belum sempat.

Kirani pergi ke samping halaman yang ada tamannya dengan penataan cukup asri sehingga memutuskan menikmati jajanannya di tempat itu.

Ia tetap kenakan kerudungnya karena masih merasa nyaman dalam keadaan seperti itu.

Di dekat meja yang Ia tempati ada beberapa meja lain yang telah diisi oleh beberapa kelompok yang menikmati jajanan dari café pula.

Mereka adalah orang-orang yang beristirahat selepas melakukan olah raga. Dari barang-barang yang dibawa tampak raket badminton. Ada pula yang membawa bola basket.

Mereka bersenda gurau sambil melap keringat dengan handuk kecil sambil menikmati minuman dingin.

Kirani mulai menghirup kopi hangat pelan-pelan. Kehangat kopi yang Ia reguk terasa mengalir melalui tenggorokannya.

Dan sekarang Ia merasa agak enakan dan menikmati kedamaian di tempat ini.

"Berabad-abad yang lalu manusia percaya bahwa manusia hanya ada di bumi ...."

Kirani mendengar obrolan kelompok di meja sebelah kanannya.

Ia sama sekali tidak menengok untuk mencari tahu siapa yang sedang bicara walau terdengar dari suaranya yang bicara adalah perempuan.

Kirani hanya mendengarkan saja sambil menyandarkan punggung pada kursi dan pandangannya tetap lurus ke depan.

"Selama ini Kita tidak percaya ada kehidupan selain di Bumi. Dan planet yang layak huni hanyalah Bumi karena tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan matahari."

Tetapi terdengar pula suara dari sebelah kiri dengan tema obrolannya yang berbeda.

"Ingatkah dulu Kita membayangkan apa yang akan terjadi jika Kita benar-benar menemukan Alien?" Tanya seseorang kepada teman-temannya.

"Hingga kemarin, Kita terus mencari keberadaan alien. Bahkan, beberapa waktu terakhir, Para Ilmuwan secara terang-terangan mengungkapkan niatnya mencari kehidupan di luar bumi.

Namun, ternyata kita tidak siap menghadapi alien seperti kejadian tadi pagi!?"

"Yang tadi itu sebenarnya Alien atau Manusia sih?" Sela yang lain. Kirani sempat mengintip dengan sudut matanya, Ia pemuda berkacamata.

;Aku curiga sebenarnya DepPAN tahu hal ini, tetapi setidaknya mungkin dirahasiakan oleh Mereka. karena jika tidak semua orang akan menjadi 'gila', seperti sekarang!" Ungkap si Orang berkacamata.

"Tapi belakangan ternyata omong kosong juga, Kita tahu puluhan tahun yang lalu menurut Kepala Ilmuwan DepPAN, bahwa kehidupan lain di luar planet Bumi akan ditemukan setidaknya dalam beberapa waktu ke depan antara 20 sampai 30 tahun ke depan ....

Prediksi itu dipicu oleh beberapa penemuan terbaru di banyak planet di luar tatasurya kita. Sebut saja planet Halo ini yang terungkap memiliki lautan yang bahkan lebih luas dari Samudera Arktik." Timpal suara seorang pria.

"Kemarin Kita menyadari bahwa zona layak huni tidak hanya berada di sekitar matahari Kita, namun juga berada di planet raksasa ini.

Semua upaya dijalani untuk mendapatkan jawaban apakah ada manusia selain di Bumi? Adakah makhluk cerdas lain di sana?

Bahkan Astronom melaporkan menangkap sinyal berupa gelombang radio yang tidak lazim pada puluhan tahun lalu. Sinyalnya disebutkan terpancar dari posisi astronomi 44139B9 yang terletak di Galaksi Lobarion pada jarak lebih dari 6 tahun cahaya, atau 56 triliun kilometer dari Bumi. Di kawasan itu diketahui ada sebuah exo planet seukuran planet Bumi yang mengorbit pada sebuah bintang induk.

Dari sinyal radio itu, melacak sinyal radio secara intensif menegaskan, tetap optimistis ada sesuatu yang luar biasa di lokasi terpancarnya sinyal itu.

Tetapi akhirnya Para Ilmuwan lebih memusatkan perhatian pada penemuan baru di tatasurya kita sendiri dan akhirnya ternyata Planet Saturnus ini yang ternyata mirip Bumi."

Kirani tidak tahu siapa lagi yang bicara. Ketika Ia menengok sejenak, di meja itu ada banyak orang, sepintas ada 5 orang, mengelilingi meja besar.

Lalu obrolan terus berlanjut tanpa Ia pedulikan siapa yang bicara. Untungnya tidak ada satu orangpun yang membicarakan dirinya.

"Padahal awalnya Ilmuwan tidak menemukan indikasi atau sinyal apapun dari tatasurya Columburius. Tapi mereka hanya mengatakan, di luar tata surya terdapat banyak sekali sistem serupa dengan jutaan exo-planetnya.

Mereka optismis, suatu hari nanti bisa menemukan sesuatu.

Kita masih ingat, waktu itu belum diketahui pasti massa, komposisi dan densitas planet ini. Tapi berdasar analisa sebelumnya, exo-planet seukuran Bumi terdiri dari gas raksasa."

"Bayangan dulu tentang "invasi asing" dan kapal luar angkasa Saturnus yang menuju ke bumi menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Lalu lihat reaksi kita setelah melihat mereka?"

Suara yang lain ikut bicara, suaranya terdengar cempreng, "Dulu kita dijejali berita bahwa ada sekelompok kapal perang alien besar dari Saturnus dalam perjalanan menuju bumi.

Di otak kita, Alien itu berkulit hijau dengan bentuk kepala yang aneh dan mata belok. Eh, ternyata Alien yang tadi pagi cuma orang-orang dari jaman Medival!

Otak kita dihubungkan dengan sirkuit kuno yang bertugas mempertahankan diri untuk melawan predator. Tapi saat manusia mulai menguasai dunia, pengalaman juga membentuk apa yang harus kita terima, kita takuti. Jadi, bagaimana kita terbuka terhadap hal baru!?"

Kali ini terdengar suara dari orang yang intelek rupanya, karena dari bicaranya terdengar ilmiah.

"Itulah yang disebut dengan disebut "superioritas ilusi", di mana seseorang berpikir bahwa mereka memiliki kualitas lebih baik daripada yang lain." Pungkas si Intelek.

Lalu suara-suara dari kanan kembali terdengar saling sahut. Dari sisi ini obrolan lebih seru dan terdengar lebih akademik.

"Hari ini Kita melihat manusia-manusia yang datang ke Koloni. Ini menghancurkan bangunan pikiran Kita bahwa semua prediksi Para Ilmuwan Keliru!

Dulu mereka bilang Planet Saturnus adalah planet raksasa berbentuk gas mematikan, ternyata salah. Terus dikoreksi bahwa oksigen di Planet ini tipis dan tidak cukup sebagai penunjang kehidupan, ternyata salah!

Di Planet Saturnus tidak berpenduduk manusia, ternyata salah juga!

Ternyata Alien, Makhluk cerdas, juga cuma imaginasi saja!

Segala apa yang Kita percaya ternyata Imaginasi!

Novel-novel, film-film fiksi Ilmiah lebih jujur mengatakan hanyalah Fiksi! sekalipun tidak ada satupun yang memberikan realitas kehidupan selain di Bumi.

Sekarang terbukti, bahkan sains pun Fiksi! Ujar suara itu lantang. Teknologi lah yang realitas dan telah menghancurkan Sains yang Fiksi!"

Tapi yang dialami oleh Tentara dan cewek di sektor H itu bukan Fiksi, tapi nyata! []

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sky Seeker   Jake Menjadi Gladiator

    AUUUUMM!Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.CRAP!Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.AUGRRRR!Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.Sebuah

  • Sky Seeker   Pameran Kekuatan Kerajaan

    Satu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.TUUUUUUT .!Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.Di belakang barisan tank Magadorr ini ada be

  • Sky Seeker   Nubuat Seorang Avatar

    Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk pada sebuah kursi megah.Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya."Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake

  • Sky Seeker   Mantra Para Dewa

    "Luas wilayah Magadorr hanya titik dalam bola ini." Tunjuk Jake. "Bila Anda pergi lurus ke arah matahari terbit atau sebaliknya, maka Anda akan datang dari tempat sebaliknya. Karena sesungguhnya dunia berbentuk bulat seperti batu ini."Penjelasan sederhana seperti ini membuat Budun Daut tercengang. Ia tidak berkata- kata tapi air mukanya tampak jelas sedang berpikir dan mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Jake."Apakah itu berarti matahari di langit pun berjalan seperti itu?" Tanyanya."Bukan begitu." Sela Jake. "Begini." Kata Jake sambil meraih batu di atas meja kemudian meletakan di samping tangan Budun Daut yang memegang batu."Anggap batu di tanganku adalah Matahari yang sebenarnya jauh lebih besar daripada dunia dan anggap ini adalah matahari." Ujar Jake sambil menunjukan batu sebesar bola kaki itu yang Ia pegang."Dunia ini berputar pada porosnya sehingga terjadi siang dan malam." Papar Jake sambil memutar tangan kanan Budun daut dengan tangan k

  • Sky Seeker   Di Perpustakaan Kerajaan

    Selepas senja kala berlalu Jake dan Kirani diundang makan malam oleh Burila Durr.Pada kesempatan itu Burila Durr memperkenalkan adik perempuannya yang bernama Malikan.Putri Malikan seorang wanita yang sangat cantik mempesona. Bentuk tubuhnya bagus seperti Kirani. Bedanya bila Kirani ada tomboynya, tetapi Malikan sangat anggun. Setiap gerak gerik Putri Malikan mencerminkan seorang wanita bangsawan sejati.Budun Daut dan seorang Panglima kerajaan juga turut bersama mereka dalam perjamuan ini. Pangeran Burila Durr memperkenalkan pria itu bernama Soraloga.Panglima Soraloga tidak banyak bicara dan bersahaja, tetapi sorot matanya tajam. Berbanding terbalik dengan Putri Malikan yang ternyata sangat ramah dan menyambut hangat kepada Kirani.Tetapi dalam pandangan Kirani, wajah Putri Malikan menyembunyikan kesedihan. Tetapi tentu saja Kirani tidak berani lancang bertanya.Dalam kesempatan perjamuan ini Burila Durr menyampaikan ajakan kepada J

  • Sky Seeker   Tawanan Istimewa

    Iring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ib

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status