Share

BAB 19

Author: Venus Jingga
last update publish date: 2020-09-23 15:48:11

Pagi-pagi sekali, Lani sudah berada di rumah Ataya. ia mengenakan baju dan celana panjang serta sepatu gunungnya, ia juga membawa carrier yang seukuran dengan Ataya. Tas gunungnya ia taruh menyender di dekat begitu bersampingan dengan milik Ataya dan juga Arki.

Lani duduk di ruang tamu sambil menunggu yang lain datang. Ia menyeruput air hangat yang tadi diberikan oleh Ataya sebelum ia kembali ke belakang. Lani memandang ke sekeliling, sudah lama sekali ia tidak berkunjung ke rumah Ataya, mungkin sekitar satu tahun yang lalu, pada saat Ataya libur kuliah juga. Semuanya masih sama seperti dulu.

Terdengar suara orang mengobrol yang mendekati rumah. Lani mengintip dari balik jendela. Disana, Ega dan Raha berjalan ke rumah ini.

“Assalamualaikum,” ucap Raha dan Ega pada saat mereka berada di depan pintu yang terbuka.

“Waalaikumsalam,” jawab Lani. Ia berdiri lalu menghampiri mereka. “Yuk, masuk.”

Ega dan Raha masuk ke dalam rumah lalu meletakkan tas punggugnya di sisi yang lain. Mereka duduk di sofa berseberangan dengan Lani.

“Mobilnya kapan datang?” tanya Lani memecah keheningan.

“Kayaknya bentar lagi,” jawab Ega. “Udah lama disini, Lan?”

“Oh. Nggak kok.”

Lani dan Ega sudah saling mengenal dari dulu, karena ia cukup sering main dengan Ataya yang dimana jika ia main di rumah Ataya, kadang Ega ada disini sedang mengobrol dengan Arki.

“Eh, kenalin ini temen gue.” Ega memperkenalkan Raha.

“Raha.”

“Lani.” Keduanya bersalaman sebentar lalu melepasnya lagi.

“Udah dateng, ya.” Arki muncul dari belakang lalu bergabung dengan mereka bertiga. “Mau minum apa?”

“Apa aja, deh,” jawab Ega.

 “Kopi, ya. Bentar, gue panggil Ataya dulu.” Arki kembali ke belakang dan menemui Ataya untuk membuatkan dua kopi, lalu ia pergi ke depan lagi.

“Gak ada yang ketinggalan kan ya. Makanan berat gimana?” tanya Arki setelah kembali dari belakang.

“Udah, beres semua,” jawab Raha. Arki mengangguk-angguk.

Ataya datang dengan nampan di tangannya yang berisi kopi. Ia meletakkan kopi itu di atas meja lalu menyimpan nampan itu ke belakang dan kembali lagi bergabung di ruang tamu. Ia duduk di samping Arki.

“Minum dulu,” ucap Arki. Ega dan Raha mengambil kopi itu dan meminumnya.

Suara klakson mobil terdengar dari luar. Arki berdiri lalu keluar rumah untuk memastikan. “Udah dateng, yuk.”

Mereka berlima mengambil tas mereka masing-masing lalu keluar dari rumah. Mereka memasukkan carrier mereka satu persatu ke dalam bagasi mobil. Ega yang sadar belum bertemu dengan ibunya Arki dan Ataya bertanya, “Tante kemana, Ki?”

Arki menutup bagasi setelah semua barang-barang sudah masuk semua. “Udah berangkat kerja.

“Oh, pantesan aja daritadi gak lihat sama sekali.”

“Hm. Ya udah, yuk, berangkat.”

Mereka mengangguk lalu masuk ke dalam mobil. Ega dan Raha naik terlebih dahulu karena mereka duduk di belakang. Ataya dan Lani, mereka naik setelah Ega dan Raha naik karena mereka duduk di tengah. Sedangkan Arki, ia duduk di depan bersama supir.

Di perjalanan mereka asyik mengobrol kecuali Ataya yang memang sering diam dalam obrolan itu. Butuh waktu setengah jam untuk sampai di basecamp. Ataya menatap lurus ke kaca mobil, melihat pemandangan di sisi sebelah kiri. Tak lama, mereka sudah sampai. Mereka turun dari mobil lalu membuka bagasi dan mengambil barang bawaan mereka. Setelah semuanya dikeluarkan, Arki berbicara sebentar kepada supir lalu tak berselang lama mobil sewaan mereka sudah pergi.

Mereka menggendong carrier-nya masing-masing. Mereka berdoa terlebih dulu yang dipimpin oleh Ega. Selesai membaca doa, mereka mulai berjalan meninggalkan basecamp menuju pos satu (Arban). Butuh waktu sekitar empat puluh menit sampai satu jam jika mereka berjalan santai. Sebenarnya, dari basecamp menuju pos satu bisa juga menggunakan kendaraan, jika menggunakan kendaraan hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk sampai di pos satu. Tapi, mereka lebih memilih untuk berjalan ke pos satu.

Di jalan menuju pos satu masih banyak pemukiman warga dan perkebunan warga sekitar. Jalannya juga masih sedikit landai dan bisa dilalui dengan mudah dan santai. Sambil menikmati perkebunan warga, akhirnya mereka sampai di pos satu (Arban). Di pos satu, mereka istirahat sebentar sekitar sepuluh menit. Mereka meminum minumnya masing-masing. Selasai minum mereka jalan kembali menuju pos dua (Tegal Pasang).

Dari pos satu menuju pos dua track yang mereka lalui lumayan panjang, bisa memakan waktu sekitar satu setengah jam jika mereka berjalan dengan santai. Arki berjalan di depan diikuti Lani, Ataya, Raha, dan Ega di belakangnya jalan berjajar. Mereka melalui jalan yang masih landai dan semak-semak sudah mulai rimbun.

Sampai di pos dua (Tegal Pasang), mereka istirahat sebentar. Ataya dan Lani membuka camilan yang sudah mereka kempeskan agar tidak memenuhi tas mereka, sedangkan Arki, Raha, dan Ega, mereka menyeduh kopi yang kopinya mereka bawa dari rumah.

“Masih lama?” tanya Ataya yang baru pertama kali ia ikut muncak.

“Lumayan, lah,” jawab Ega. Ia menyeruput kopinya nikmat.

Ataya menganggukan kepalanya. Waktu istirahat mereka habiskan dengan cerita lucu dari Ega yang selalu ditanggapi oleh mereka sampai mereka tertawa. Waktu berlalu, mereka membereskan kembali sampah-sampah bekas mereka. Mereka memasukkan sampah itu ke dalam trashbag lalu memulai perjalanan kembali menuju pos tiga (Tegal Masawa).

Jalan menuju pos tiga mulai berat, namun jalan menanjak masih dapat dilalui oleh mereka. Kanan dan kiri mereka sudah mulai dipenuhi oleh rimbunnya pepohonan. Mereka semua sangat waspada dan hati-hati. Untuk sampai di pos tiga memakan waktu kurang lebih satu jam. Sampai di pos tiga, kali ini tidak beristirahat dulu melainkan lanjut berjalan ke pos empat (Tegal Jamuju).

Dari pos tiga sampai pos empat ditempuh dengan waktu sekitar empat puluh lima menit. Sampai di pos empat, mereka memutuskan untuk makan dan istirahat di pos lima saja, jadi mereka langsung jalan ke pos lima (Sanghiyangprangkah).

Estimasi waktu dari pos empat sampai pos lima yaitu kurang lebih satu setengah jam. Jalannya cukup panjang dan pepohonan semakin rimbun. Sampai di pos lima mereka segera buka tenda lalu istirahat dan sholat terlebih dulu. Ataya dan Lani menyiapkan makan untuk mereka berlima. Setelah makan siang siap, mereka semua makan sambil mengobrol.

Ega mengeluarkan handphone-nya lalu berbicara, “Foto, yuk.”

Semuanya mengangguk kecuali Ataya, mereka semua berfoto. Ataya yang tadinya tidak mau ikut dipaksa oleh Arki dan sekarang ia diapait oleh Raha dan Lani untuk berfoto bersama. Mereka menghabiskan waktu dengan bercanda dan memotret satu sama lain, hingga tak terasa langit sudah mulai gelap.

Sekarang hanya ada Ataya dan Raha duduk berdua sampingan sedangkam yang lain sudah masuk tenda. Ataya mengeratkan jaketnya, ia menggosok-gosokkan tangannya.

Let’s watch the stars forever, Ataya,” ujar Raha tanpa menatap Ataya, ia hanya menatap langit.

Ataya menengadahkan kepalanya ikut menatap langit lalu ia berkata, “Gimana bisa gue mencintai orang lain, sedangkan gue gak mencitai diri gue sendiri—sama seperti yang lo bilang waktu kita main arung jeram, gue gak ngerti dengan perasaan gue.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Let's Watch the Stars Forever   EKSTRA PART

    Kepada seseorang yang jauh disanaJalan kita yang telah terpisah iniAkan terus berlanjutBagaiana kabarmu?Masih sulit untuk mencintai diri sendiri?

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 25

    Bangun kesiangan adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan ketika pagi ini ada kelas pagi yang diisi oleh dosen killer. Ataya buru-buru mengganti bajunya, menyisir, lalu menyemprotkan parfum ke seluruh badannya agar tidak ada bau tak sedap yang muncul karena pagi ini, ia sama sekali tidak mandi pagi.Ataya segera memakai sepatunya lalu mengunci pintu dan berlari ke kampus. Untungnya, kost-annya lumayan dekat dengan kampus, jadi hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai di kampus ditambah tiga menit untuk sampai kelas.Ataya sampai di kelas dengan napas ngo

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 24

    Ataya meletakkan tasnya di ruang tamu. Ia pergi ke dapur dan menemukan Arki yang sedang sarapan disana. “Ibu udah berangkat, A?” Ataya ikut duduk di kursi meja makan.“Udah tadi. Kamu udah pamitan kan sama ibu?”Ataya menyendok nasi goreng sangku ke dalam piringnya. “Udah, tadi pas subuh.”“Kirain belum.”

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 23

    Ataya bersiap-siap. Ia memakai kaus berwarna merah muda, celana kulot berwarna biru pudar dan cardigan lengan panjang berwarna hitam. Ia memakaisling bag-nya lalu menguncir rambutnya seperti biasa. Hari ini cuaca sangat panas, jadi ia memutuskan tidak menggerai rambutnya. Setelah selesai siap-siap, Ataya keluar kamar. Ia berjalan menuju kamar ibunya. Sebelum masuk ia mengetuk terlebih dulu dan setelah suara ibu mempersilakannya masuk ia membuka pintu dan segera masuk ke kamar.“Mau kemana, sih, Bu, memangnya?” tanya Ataya sambil duduk di atas kasur ibunya.

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 22

    Pagi menjelang siang, Raha mondar-mandir di kamar Ega sambil tangannya ia sedekapkan seraya berpikir. Haruskah ia pergi menemui Ataya atau tidak sama sekali. Jika ia tidak pergi maka ia tidak bisa menyatakan perasaannya sekali lagi, sedangkan jika ia pergi, ia takut Ataya tidak mau menemuinya.Seseorang membuka pintu kamar, Ega masuk ke kamar. Ia heran melihat Raha yang sedang mondar-madir tidak karuan.“Lo lagi apa, sih?” tanya Ega sambil duduk di atas kasur.

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 21

    Sudah beberapa hari Raha tidak bertemu dengan Ataya sejak terakhir kali mereka bertemu pada saat mendaki gunung, padahal ia cukup sering bermain di rumah Ataya bersama Arki dan Ega, tapi Ataya tidak pernah keluar sedikit pun. Seharusnya, sehari setelah muncak Raha sudah pulang, tetapi karena ada satu dan lain hal, maka ia memundurkan kepulangannya. Raha sudah memberitahu orang tuanya bahwa ia akan pulang dua hari lagi.Sekarang ia sedang mengobrol dengan Arki di teras rumah. Hanya berdua. Tidak ada Ega karena dia ada urusan lain.“Ki, gue mau nanya sesua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status