Share

BAB 4

Author: Venus Jingga
last update publish date: 2020-09-23 15:38:48

Tiga hari yang lalu.

“Ko belum banyakan ya,” kata Ega ketika mereka masuk ke dalam kafe.

“Mungkin lagi di jalan kali,” jawab Raha disampingnya.

Mereka berdua berjalan ke arah pojokan kafe, disana sudah ada beberapa temannya yang sedang duduk dan mengobrol.

“Yang lain belum datang, ya? Padahal udah jam segini.” Ega menarik kursi di sebelah temannya yang berambut gondrong. “Duduk, Ha.”

Raha pun ikut duduk di samping Ega.

“Kenalin ini temen gue dari Jogja, kebetulan dia lagi liburan disini,” ucao Ega.

“Raha,” ucap Raha memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangannya yang dibalas oleh temannya Ega.

“Gue Zaki. Semoga betah ya lo liburan disini.”

Raha mengangguk. Tepat pada saat itu sekelompok laki-laki menghampiri mereka. Salah satunya menarik kursi di sebelah Raha sedangkan teman-temannya duduk di kursi yang masih kosong.

“Apa kabar lo, Ga?” tanya laki-laki di sebelah kiri Raha.

“Baik. Lo gimana, Ki?” balas Ega keepada Arki.

“Kayak yang lo lihat, gue baik—ini siapa?” Arki menatap Raha yang sedang memainkan handphone-nya.

“Raha, temen gue dari Jogja.”

Mendengar namanya disebut, Raha mendongakkan kepalanya lalu tersenyum kepada Arki.

“Lagi liburan disini?”

“Iya, mas ...,” Arki mengerutkan keningnya bingung mau manggil apa.

“Panggil Arki aja,” potong Arki.

“Iya, Arki,” Raha tersenyum meminta maaf karena tidak tahu namanya. “Baru datang?”

“Iya, tadi ada sedikit urusan tadi di rumah.”

Ega mendekatkan kursinya. “Adik lo ada disini?”

“Hm, kenapa?” tanya Arki sambil menyiptkan mata curiga.

“Gak apa-apa, soalnya kemarin gue lihat dia sekilas pas gue lagi lewat rumah lo.”

“Oh, kirain.” Arki meminum minuman yang ada di meja.

Ega menggeleng-gelengkan kepalanya. “Yakali.”

Ketika semuanya sudah datang dan berkumpul, Zaki mulai berbicara. “Berhubung udah lengkap, yuk langsung pesen aja mau makan apa biar tambah seru ngobrol-ngobrolnya.”

Semuanya sibuk memilih makanan yang akan dipesan begitu juga dengan Raha, ia memesan makanan yang sama dengan Ega. Tidak mau ambil pusing dengan memilih makanan. Setelah semuanya memesan, obrolan memenuhi meja mereka. Bercerita tentang hal-hal lucu, game, dan seputar kehidupan mereka.

“Lo jurusan apa, Ha?” tanya Arki.

“Fisika murni.”

“Kenapa milih fisika?”

“Tadinya mau pilih astronomi, tapi karena ibu di rumah gak ada yang nemenin jadi milih fisika di Jogja. Yah nyerempet-nyerempet juga kan ya sama astronomi.”

“Lo suka astro?”

Raha mengangguk. “Kenapa?”

Arki memakan kentang goreng yang sudah datang. “Nggak, adik gue juga suka astro. Kayak jarang banget gak sih orang yang suka benda-benda langit kayak gitu.”

“Oh iya? Adik lo jurusan astro? Iya di Indonesia ini memang jarang banget yang suka astro.”

Arki mengangguk cepat. “Hm. Adik gue arsitektur lanskap sih, gak tahu juga kenapa dia pilih itu padahal dia suka banget sama astro.”

Raha mengangguk menanggapi. Makanan pun datang, semuanya memakan pesanan mereka diselingi dengan canda tawa.

“Btw, Ga mau main ke rumah gue gak?” tanya Arki seraya menyupakan makanan di sendoknya.

“Kapan?”

“Terserah lo, ajak juga si Raha, sekalian jalan-jalan juga.”

“Oke deh.”

----

Ataya berencana keluar rumah untuk jalan-jalan sendirian, ia menatap pantulan dirinya di kaca. Melihat baju yang ia kenakan cocok atau tidak. Ia selalu belajar untuk bodo amat tapi tidak bisa, selalu ada saja orang yang mengomentari style berpakaiannya. Bukankah mereka sangat kasar? Ia mengembuskan napas pelan. Memutar badannya sekali lagi lalu mengambil sling bag yang ia taruh di atas kasurnya.

“Ibu, Aya keluar dulu ya,” izin Ataya kepada ibunya yang berada di dapur.

Sinta sibuk dengan ikan yang sedang ia goreng di atas penggorengan bertanya. “Keluar kemana, dek?”

“Jalan-jalan. Sumpek di rumah terus.”

“Ya udah, pulangnya jangan malem-malem ya.” Sinta memberi izin. Ataya pun salim kepada ibunya lalu keluar dari rumah.

Ataya berdiri di pinggir jalan menunggu angkot yang akan menuju ke tempat tujuannya. Selagi menunggu ia mengayun-ayunkan kaki kanannya bosan. Beberapa menit kemudian angkot datang, menggunakan tangan kirinya ia melambai-lambai mencoba untuk menghentikannya. Angkot itu pun berhenti di depannya. Ia segera menaikinya dan angkot mulai jalan kembali.

Angkot yang dinaiki Ataya berhenti di depan Yogya Grand Majalengka, ia pun turun dari mobil dan tak lupa membayarnya. Setelah membayar ia masuk ke dalam melihat-lihat sebentar di lantai satu, disana hanya ada barang-barang elektronik, supermarket, dan juga barang-barang yang sedang diskon.

Selanjutnya ia naik ke lantai dua menggunakan eskalator, sampai di lantai dua ia melihat-lihat baju dan aksesoris. Setelah cukup lama melihat-lihat dan sekadar mencoba, perut Ataya berbunyi meminta untuk diisi sekarang juga. Ataya pun naik ke lantai tiga, disana ada berbagai jenis makanan.

“Makan apa ya?” gumamnya ketika meliha-lihat. “Ramen sama ayam geprek ah.” Ataya pun memesan makanan tersebut lalu bayar di kasir serta tak lupa ia membeli air mineral.

Setelah selesai memesan makanan, Ataya mencari tempat duduk yang kosong. Padahal ini bukan weekend, tapi mejanya hampir penuh. Ataya berjalan ke luar, ia menemukan satu tempat kosong lalu segera mendudukinya.

Ataya memainkan handphone-nya scroll timeline twitter sambil menunggu makanannya datang. Pada saat ia larut dengan aktivitasnya itu, seseorang datang menghampiri mejanya, ia kira itu makanannya yang datang tapi ketika ia melihatnya berdiri seorang laki-laki yang sedang tersenyum ke arahnya.

“Boleh gue duduk disini?” tanya laki-laki itu, “Soalnya tempat yang lain udah penuh.”

Ataya mengangguk canggung memperbolehkan.

Laki-laki itu pun duduk di depan Ataya. “Sendirian aja?”

“Iya,” jawab Ataya sekenanya.

Yang ditunggu-tunggu pun datang, mata Ataya berbinar-binar ketika ia melihat makanannya datang, sungguh ia sangat lapar sekali saat ini. Ketika Ataya akan menyuapkan makanannya, ia teringat bahwa ada laki-laki di depannya yang sekarang sedang menatapnya geli.

“Makan duluan ya,” kata Ataya untuk menjaga sopan santun.

Laki-laki itu mengangguk lalu memalingkan wajahnya melihat ke langit.

Setelah cukup lama tidak ada yang bersuara laki-laki itu berbicara. “Btw, kita belum kenalan secara resmi. Kenalin gue Rahandika Adhideva.”

Ataya mendongakkan kepalanya terkejut dengan perkenalan tiba-tiba ini. “Ataya. Ataya Kananta Arsyakayla. Perlu gue sebut kuliah dimana?” sarkas Ataya.

Nope. Gue udah tahu,” jawab Raha.

Ataya memicingkan matanya lalu lanjut makan.

Raha memperhatikan Ataya makan lalu tersenyum geli melihat caranya makan yang seperti sudah tidak makan beberapa hari.

“Kalau gue ajak ajak lo buat nemenin gue jalan-jalan selama disini mau gak? Sekalian lo nyari inspirasi juga, kan?” tanya Raha.

“Kayaknya lo tahu sedikit banyak tentang gue ya,” ucap Ataya dengan nada selidik. “Memangnya lo mau pergi kemana aja?”

“Gue kemana aja juga ayo, tapi ada satu hal yang pengen gue lakuin disini.”

“Apa?”

“Melihat bentangan bima sakti di bumi Majalengka ini, pasti keren banget,” jawabnya tanpa menatap Ataya, ia hanya melihat sunset hari ini yang begitu indah.

Ketika mendengar jawaban dari Raha, Ataya tertegun menatap wajah Raha. Ia bingung. Benar-benar bingung.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Let's Watch the Stars Forever   EKSTRA PART

    Kepada seseorang yang jauh disanaJalan kita yang telah terpisah iniAkan terus berlanjutBagaiana kabarmu?Masih sulit untuk mencintai diri sendiri?

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 25

    Bangun kesiangan adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan ketika pagi ini ada kelas pagi yang diisi oleh dosen killer. Ataya buru-buru mengganti bajunya, menyisir, lalu menyemprotkan parfum ke seluruh badannya agar tidak ada bau tak sedap yang muncul karena pagi ini, ia sama sekali tidak mandi pagi.Ataya segera memakai sepatunya lalu mengunci pintu dan berlari ke kampus. Untungnya, kost-annya lumayan dekat dengan kampus, jadi hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai di kampus ditambah tiga menit untuk sampai kelas.Ataya sampai di kelas dengan napas ngo

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 24

    Ataya meletakkan tasnya di ruang tamu. Ia pergi ke dapur dan menemukan Arki yang sedang sarapan disana. “Ibu udah berangkat, A?” Ataya ikut duduk di kursi meja makan.“Udah tadi. Kamu udah pamitan kan sama ibu?”Ataya menyendok nasi goreng sangku ke dalam piringnya. “Udah, tadi pas subuh.”“Kirain belum.”

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 23

    Ataya bersiap-siap. Ia memakai kaus berwarna merah muda, celana kulot berwarna biru pudar dan cardigan lengan panjang berwarna hitam. Ia memakaisling bag-nya lalu menguncir rambutnya seperti biasa. Hari ini cuaca sangat panas, jadi ia memutuskan tidak menggerai rambutnya. Setelah selesai siap-siap, Ataya keluar kamar. Ia berjalan menuju kamar ibunya. Sebelum masuk ia mengetuk terlebih dulu dan setelah suara ibu mempersilakannya masuk ia membuka pintu dan segera masuk ke kamar.“Mau kemana, sih, Bu, memangnya?” tanya Ataya sambil duduk di atas kasur ibunya.

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 22

    Pagi menjelang siang, Raha mondar-mandir di kamar Ega sambil tangannya ia sedekapkan seraya berpikir. Haruskah ia pergi menemui Ataya atau tidak sama sekali. Jika ia tidak pergi maka ia tidak bisa menyatakan perasaannya sekali lagi, sedangkan jika ia pergi, ia takut Ataya tidak mau menemuinya.Seseorang membuka pintu kamar, Ega masuk ke kamar. Ia heran melihat Raha yang sedang mondar-madir tidak karuan.“Lo lagi apa, sih?” tanya Ega sambil duduk di atas kasur.

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 21

    Sudah beberapa hari Raha tidak bertemu dengan Ataya sejak terakhir kali mereka bertemu pada saat mendaki gunung, padahal ia cukup sering bermain di rumah Ataya bersama Arki dan Ega, tapi Ataya tidak pernah keluar sedikit pun. Seharusnya, sehari setelah muncak Raha sudah pulang, tetapi karena ada satu dan lain hal, maka ia memundurkan kepulangannya. Raha sudah memberitahu orang tuanya bahwa ia akan pulang dua hari lagi.Sekarang ia sedang mengobrol dengan Arki di teras rumah. Hanya berdua. Tidak ada Ega karena dia ada urusan lain.“Ki, gue mau nanya sesua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status