Dengan sedikit memaksa, akhirnya mereka mengijinkan aku ikut kedalam bilik yang ditutupi tirai tempat bang Dika diperiksa. Dokter memeriksa denyut nadi tangan suamiku, namun Dokter menggeleng. Dengan sigap dokter meminta cepat memasang alat pasien monitor untuk memastikan keadaan bang Dika dan mencoba memompa jantungnya. Ternyata hasilnya Nihil. Suamiku, Aby dari Mentari dan Langit sudah meninggalkan kami untuk selamanya. Dan aku meyakini dia sudah pergi tepat setelah berada di pangkuanku, ditengah jalan yang basah di bawah guyuran hujan lebat, karena saat itu aku masih merasakan hangat tubuhnya.
Last Updated : 2020-10-19 Read more