"Ya ampun!" pekik Sheila mendengar suara begitu keras seperti triplek yang terpotong. Sambil membawa sapu lidi, Sheila yang sedang menyapu halaman depan rumah siang itu kontan pergi ke belakang rumah. Mata Sheila terbelalak melihat seorang pria tengah berpegangan pada pagar sambil mengusap-usap pantat. "Siapa kamu!" bentak Sheila pada pria yang mengenakan kaos merah dan masuk ke dalam halaman rumahnya tanpa izin.Pria itu berbalik seakan menciptakan angin yang meniup pelan rambut Sheila dan memberi efek slow motion. "Eh ampun, ganteng sekali!" batin Sheila. Sapu lidi di tangannya sampai terjatuh melihat pria dengan rahang tegas dan mata belo itu. Hidungnya seperti Gunung Jaya Wijaya dan kulitnya mulus seperti porselen yang baru disiram pembersih keramik."Maaf, Teh (kakak)! Jatuh tadi," ucap pria itu sambil nyengir kuda seolah
Last Updated : 2020-10-30 Read more