"Anda sangat rendahan, Tuan." Amora menatap Tristan tajam, ia tidak peduli sekalipun pria itu telah mengungkungnya. Tristan menggigit giginya sendiri mendengar ucapan Amora membuatnya meradang. Tristan kehilangan kesabaran, ia meraup bibir Amora, melumat dengan egois. Menghisap kuat seolah memaksa jantung keluar dari dalam tubuh. Amora mendorong kuat dada Tristan, ia kekurangan oksigen. Pria itu memakan seluruh mulutnya. Tristan melepas bibirnya, setelah melihat Amora melemah dibawah tubuhnya. "Bibir ini sangat manis, lotusku." Bisik Tristan, jari panjangnya membelai bibir yang ia renggut paksa. Merah dan membengkak, dirinya terlalu keras menghisapnya tadi. "Aku mohon, Tuan. Ampuni aku." Lirih Amora, ia merasakan bibirnya kebas,
Last Updated : 2020-10-29 Read more